Em....
Em.....
Em....
Mic test 1 2 3 ....
*gerogi bgt*
(Aduh, udah lama banget aku nggak liat blog ini jadi gerogi mau nulis apa ๐)
pertama-tama, aku mau MINTA MAAF atas semuanya *nunduk-nunduk*
Yang kedua, em, berat sih, tapi cerita ran-chan s2 akan kuhapus karena nggak tau lagi mau lanjut gimana๐๐
Yang ketiga, mulai saat ini aku akan memposting cerita lgi, mungkin lebih terlihat kayak diari alay ya hohoho๐๐
Yang terakhir,
MOHON KERJA SAMANYAAAAAAAAAAAAAAA!!!
MAKASEH
Salam,
AUTHOR ABABIL
cerita ran-chan
Cerita-cerita aja. nantikan cerita- cerita lainnya.
Sabtu, 15 Juli 2017
Selasa, 22 April 2014
cerita ran-chanS2.2: tak tersampaikan
Sewaktu pulang dari
supermarket, aku langsung belajar membuat coklat yang enak.
"Besok sudah hari
valentine, harus cepat-cepat nih!" Kataku bersemanggat.
Akupun membuat coklat dengan
perasaan senang dan sambil berharap 'semoga, yang menerima coklat ini akan
merasa senang'
Aku membuat coklat agak
banyak, karena sebagian lagi untuk echika.
"Ran-chan, kamu lagi
ngapain?" Tanya mamaku heran melihat mukaku yang penuh coklat.
"E-e... Aku sedang
membuat coklat ma... Hehehe..." Kataku tersenyum.
"Hayoo... Untuk kak
heiro-kun itu ya?" Kata mamaku usil.
"Hahaha... Nggak juga
kok! Coklat ini untuk kak heiro dan juga echika!" Kataku girang.
"Tuh kan betul! Ya sudah
deh, nanti jangan lupa makan ya. Mama mau pergi sebentar." Kata mamaku
pamit dan pergi.
Aku pun memasukkan
coklat-coklat yang kubuat kedalam kotak kecil yang lucu.
"Loh? Kok kotaknya cuma
1? Bukannya, aku membelinya 2?" Tanyaku heran sambil mencari kotak kecil
itu.
"Bagaimana ini ya? Kalau
cuma satu, berarti satunya lagi harus pakai plastik biasa..." Kataku
cemas.
"Ya sudah deh... Punya
kak heiro pakai plastik aja, pasti kak heiro-kun mau mengerti dan punya echika
pakai kotak ini, diakan sudah banyak membantuku." Kataku tersenyum
memandang coklat-coklat itu.
Esoknya dihari valentine...
"Asiiik!! Hari ini
valentine!!" Kataku girang menuju kelas.
"Pagi echika, kok tumben
kamu datangnya cepat?" Kataku menyapa echika.
"Iya.. Kak heiro takut
cewek-cewek memberikan coklatnya ramai-ramai ke kak heiro-kun, makanya aku juga
disuruh datang cepat.." Kata echika tertawa.
"Begitu ya! Aku tak
sabar nih, memberikan coklatku kepadanya" kataku berdebar-debar.
'Sebaiknya, aku memberikan
coklat itu sewaktu pulang saja deh dan juga untuk echika...' Kataku sambil
tersenyum memandang echika.
'Semoga, echika senang dengan
pemberianku..' Lanjutku dalam hati.
"Kenapa kamu
senyum-senyum sendiri?" Tanya echika heran melihatku
"Nggak, aku hanya
berpikir, kapan aku akan memberikan coklat ini kepada kak heiro-kun.."
Kataku cepat agar tidak dicurigai echika.
"Begitu ya.....?"
Kata echika hanya tersenyum
saja dan kembali ketempat duduknya.
'Memang benar... Ran-chan
tidak lagi memikirkanku, dia hanya memikirkan kak heiro-kun, lihat saja nanti!'
Kata echika kesal dalam hati.
Sewaktu istirahat, aku tidak
menemui kak heiro-kun. Karena kak heiro-kun takut diserang cewek-cewek dan aku
memakan bekal bersama echika.
"Wah! Echika, bekalmu
kelihatannya enak!" Kataku girang.
"Hehehe.. Aku yang
memasaknya sendiri loh!" Kata echika bangga.
"Hebat!hebat! Kamu bisa
membuat yang seperti ini! Aku saja tidak bisa!" Kataku senang.
"Echika! Kapan-kapan
ajari aku ya, caranya memasak!" Kataku senang memandang echika.
"Baiklah, akan kuajarkan
deh!" Kata echika tersenyum.
"Echika baiikk deh!!!
Aku sayang!!!" Kataku memeluk echika dari belakang.
"Hahahahaha...."
Echika hanya tertawa lepas.
'Apa aku benar-benar tidak
dianggap sama ran-chan? Tapi, aku sangat senang sekali bersama ran-chan...'
Kata echika berpikir dalam hati.
Tiba-tiba, tetsu-kun
memanggil echika, aku tak tahu ada apa. Tapi, sepertinya sangat penting.
"Ada apa
tetsu-kun?" Tanya echika saat diluar kelas.
"Ingat, kamu jangan
sampai terbawa suasana cuma gara-gara dia bersikap baik padamu. Dia itu hanya
mendekatimu saat heiro-kun sibuk atau ada halangan saja." Kata tetsu-kun
memastikan agar echika tak berubah pikiran.
"Ya... Aku tahu itu dan
nanti aku akan melaksanakan rencanamu. Sepertinya, ran-chan akan memberikan
coklatnya saat pulang sekolah." Kata echika merencanakan. "Bagus!
Seperti dugaanku! Rencana ini pasti akan
berhasil!" Kata tetsu-kun senang dengan rencananya.
"Kalau begitu, aku masuk
dulu. Nanti ran-chan mencurigai kita." Kata echika sambil masuk kembali
kekelas.
"eh.. Tadi ada apa
dengan tetsu-kun? Kenapa dia memanggilmu?" Tanyaku kebinggungan memandang
echika.
"Ti-tidak, tadi tetsu
hanya menyuruhku untuk membantunya membawakan buku-buku pelajaran saja."
Kata echika yang cepat mencari alasan.
"Hm.. Begitu ya? Yuk,
kita lanjutkan makan!" Kataku melanjutkan makan.
Seusai istirahat,
Pelajaranpun kembali berlanjut.
Aku membuat surat kecil untuk
echika.
Yang bertuliskan:
"Echika, nanti kamu
tunggu aku ditangga sekolah ya!" Setelah itu, aku memberikan surat itu
kepada echika.
Echika pun membacanya dan
membalas suratku:
"Mau ngapain
disana?"
Aku membalasnya lagi :
"Aku mau kasih coklat ke
kak heiro-kun, kamu ikut ya."
'Memang bener deh!... ' Kata
echika kaget.
"Baiklah aku akan
ikut" balas echika menjalankan rencananya.
Tak lama, lonceng pulang pun
berbunyi.
Aku sudah tak sabar lagi
memberikan ini kepada mereka berdua.
"Yuk! Kita pergi,
echika!" Ajakku menarik tangan echika.
"Tu-tunggu! Aku lupa
menggambil bukuku dikantor. Aku akan menyusulmu." Kata echika pergi
meninggalkanku.
Aku pun tetap berjalan kearah
tangga sekolah.
"Kamu sudah siap?!"
Tanya tetsu-kun.
"Sudah!sudah! Aku akan
menjalankan rencanamu." Kata echika .
Mereka berdua berjalan
mendekati ran-chan.
Saat echika melihat kak heiro
yang sedang berjalan kearah ran-chan.
Tiba-tiba, tetsu menyuruh
salah satu murid perempuan untuk memberikan coklat kepada kak heiro-kun.
"Hei, kamu mau
memberikan coklat itu ke kak heiro-kun, kan?" Tanya tetsu-kun kepada cewek
itu.
"I-iya.. Tapi bagaimana
ya?" Tanya cewek itu malu-malu.
"Kamu datangin saja! Dia
pasti trima kok!" Kata echika menyemangati perempuan itu.
Lalu, anak perempuan itu
memberanikan diri untuk memberikan coklat itu kepada kak heiro-kun.
"Kak .. Anu.. Aku ingin
memberikan mu coklat ini..." Kata perempuan itu menyodorkan coklatnya.
"Wah.. Makasih ya..
Tapi..." Kata kak heiro-kun mau menolak coklat perempuan itu.
"Aku sudah membuatnya
dengan susah payah kak... Aku ingin melihat kak heiro-kun senang
memakannya..." Kata perempuan itu malu-malu dan kak heiro-kun menerima
coklatnya itu.
Tak disangka, ran-chan
melihat semuanya dengan jelas dari kejauhan.
Ran-chan hanya kaget melihat
kak heiro-kun yang menerima coklat orang lain dengan wajah yang senang.
Saat perempuan itu pergi dan
melewati ran-chan....
"Maaf ya ran-chan....
Kak heiro-kun sangat senang menerima coklat dariku.. Dia bilang coklatku lah
yang terbaik, jadi sebaiknya kamu tak usah lagi memberikannya.." Kata
perempuan itu sesuai rencana tetsu-kun.
Aku hanya kaget mendengar
kata-kata perempuan itu.
Tiba-tiba..
*bruk!!!*
"Hai!!! Ran-chan!!!aku
datang!" Teriak echika mendorong ran-chan, hingga coklatnya terjatuh dan
rusak.
"Co-coklatnya...."
Kataku syok memandang coklatku.
"Ma-maaf! Aku tidak
sengaja! Tadi aku berlari karena takut kamu meninggalkanku." Kata echika
pura-pura minta maaf.
"Ba-bagaimana ini....
Coklat untuk kak heiro-kun...." Kataku terbata-bata.
Saat kak heiro-kun datang
mendekatiku, aku hanya memandang kak heiro-kun tanpa berbicara apapun.
"Ada apa, ran-chan? Mau
pulang bareng?" Tanya kak heiro-kun kepadaku.
"A-anu...
A-anu...." Kataku terbata-bata tidak dapat menjawab.
"Wah! Makasih ya,
ran-chan! Coklat ini untukku, kan?!" Tiba-tiba tetsu-kun menggambil
coklatku yang rusak itu.
"Tetsu-kun... Itu...
Itu...." Aku sangat kaget melihat kejadian ini.
'Kenapa jadi begini...'
Kataku dalam hati panik.
"Kamu memberikan coklat
kepada tetsu-kun juga ya? Kamu baik ya, ran-chan. Kalau begitu aku pulang
dulu." Kata kak heiro pergi meninggalkanku.
Aku tak berani memanggil kak
heiro-kun, dia pasti sudah marah.
Padahal aku sudah bersemangat
memberikannya coklat yang kubuat itu.
Tetapi kenapa jadi
begini.....
Nantikan dicerita ran-chan
S2.3!♥
Thx~
cerita ran-chanS2.1: teman
Liburan tahun baru sudah
selesai, dan sekarang memasuki semester baru.
Sewaktu menyambut tahun baru.
Aku dan kak heiro pergi bersama kekuil untuk berdoa. Pengharapan kami cuma satu
"buatlah kami slalu bersama selamanya."
"Pagi ran-chan!"
Kata kak heiro-kun menyapaku.
"Pagi kak!" Kataku
tersenyum. Aku dan kak heiro sudah 2 bulan pacaran, dan sebentar lagi memasuki
5 bulan.
'Semoga tidak ada halangan
lagi' kataku dalam hati.
"Pagi-pagi aja sudah
mesra ya!" Kata echika tersenyum usil.
"Hahaha... Echika,
bagaimana tahun barunya?" Tanyaku kepada echika.
"Huh! Membosankan! Aku
cuma berkumpul sama keluarga saja! Kalian sih enak yang pacaran!" Kata
echika kesal.
"Hahahaha.... Makanya,
cari cowok dong!" Kata kak heiro memukul kepala echika dengan lembut.
Kami tertawa, dan
berbincang-bincang dengan senangnya.
Sewaktu aku berpacaran dengan
kak heiro-kun, aku memberitahukan kepada tetsu dan aku menjelaskan semuanya.
Tanpa kusadari, tetsu-kun
memandang kak heiro-kun kesal dan penuh dendam.....
Saat aku memasuki kelas, aku
melihat tetsu sedang memandang ke arah jendela luar.
"Pagi tetsu, ngapain
kamu melamun saja?" Tanyaku semanggat memanggil tetsu.
"Ah... Pagi ran-chan.
Aku hanya mencari udara segar saja. Udara disini segar sekali loh." Kata
tetsu-kun tersenyum.
"Mana?mana?" Kataku
berdiri disebelahnya, mencari udara.
Seketika muka tetsu-kun
memerah saat aku berada disampingnya.
"Ada apa, tetsu-kun?
Mukamu merah sekali? Demam ya?" Tanyaku khawatir.
"E-enggak kok!"
Kata tetsu-kun malu-malu.
'Aku tak percaya, ran-chan
sudah diambil oleh kak heiro-kun....' Kata tetsu-kun dalam hati memandangi
ran-chan yang sibuk mencari angin.
"Waaahh!!! Benar-benar
sejuk ya!" Teriakku senang.
"Semenjak kamu pacaran
dengan kak heiro, kamu jadi semanggat sekali..." Kata tetsu-kun tertawa.
"Hehehehe.... Mungkin,
ya?" Kataku tertawa lepas.
Pelajaranpun dimulai, semua
murid dengan tenang mendengarkan penjelasan guru.
Aku yang mengantukpun
tiba-tiba tertidur lelap.
*------*
"Kak heiro...?"
"Kenapa kak heiro ada
diujung sana?"
Saat aku berlari mendekati
kak heiro
Kak heiro menjauhiku.
"Kenapa kak heiro
menjauhiku?"
Tiba-tiba, ada tetsu-kun
disebelahku sambil tersenyum memandangku.
"Tetsu-kun?"
"Aku yang akan menjadi
pacar terbaikmu, ran-chan." Kata tetsu-kun tersenyum lembut.
"A-apa??" Kataku
kaget.
"Ya... Aku yang menjadi
pacar terbaikmu, dan aku yang selalu menemanimu, ran-chan."
*BRAK!!!*
"RAN-CHAN!!"
Tiba-tiba seseorang memukul mejaku sehingga aku terbangun.
"JA-JANGAN!!!"
Kataku terjerit tanpa sadar.
"Apanya yang 'jangan',
hah?!?!" Tanya bu fujisu memarahiku.
"Ti-tidak, bu!"
Kataku panik ketakutan.
"Lain kali jangan tidur
didalam kelas! Ingat itu!" Kata bu fujisu kesal.
"Ba-baik bu...."
kataku pelan.
'Mimpi apa sih itu?! Aneh
sekali... Kok pacarku jadi tetsu-kun?' Kataku dalam hati sambil binggung.
*teng...*teng...*teng....*
Istirahatpun tiba, saat yang
kutunggu-tunggu.
"Echika, aku pergi dulu
ya." Kataku melambaikan tangan.
"Iya...." Jawab
echika.
"Apaan sih... Selalu
saja, ran-chan bersama kak heiro. Akukan jadi sendirian.." Kata echika
sedih memandang bekalnya.
Tiba-tiba, tetsu-kun melihat
ekspresi echika yang sedih itu, dan tetsu-kun hanya tersenyum.
"Echika... Makan bareng
denganku yuk!" Ajak tetsu-kun menghampirinya.
"Ah... Tetsu-kun.."
Kata echika senang melihat tetsu-kun mengajaknya makan bersama.
Lalu, Mereka pun makan
bersama dengan senangnya.
"Kamu kenapa? Tadi
kelihatannya sedih banget?" Tanya tetsu-kun.
"Aku hanya kesal. Kenapa
aku tak pernah lagi makan bareng dengan ran-chan, dan juga dia selalu
memikirkan kak heiro-kun. Waktu aku mengajaknya bicara, dia hanya menceritakan
tentang kak heiro-kun." Kata echika kesal.
"Hmm... Sebenarnya, aku
juga kesal melihat mereka berdua. Selama ran-chan berpacaran dengan kak
heiro-kun, dia selalu saja mementingkan keadaan kak heiro-kun dari pada
teman-temannya. Padahal, akukan teman sejak SDnya..." Kata tetsu-kun
kesal.
"Bener tuh! Apa lagi,
sebentar lagi mau valentine! Ran-chan, pasti sibuk tuh! Membuat coklat untuk
kak heiro-kun." Kata echika kesal.
"Hahaha.. Kalau itu sih,
sudah sewajarnya! Tapi, kalau kamu mau.. Aku bisa kok, menggagalkan ran-chan
dihari valentinenya." Kata tetsu-kun dengan santai.
Echikapun kaget mendengar hal
itu.
"I-itukan, tidak
adil...." Kata echika kaget.
"Kenapa tidak adil?
Lihat saja ran-chan, dia tidak memedulikanmu, kan?" Kata tetsu-kun
meyakinkan.
'Benar juga yang dikatakan
tetsu-kun, selama ini ran-chan tidak pernah memedulikanku. Dia hanya memikirkan
kak heiro-kun...' kata echika dalam hati sambil berpikir.
'Tapi.... Aku kan temannya.
Tidak mungkin aku menghancurkan hubungan mereka...' Kata echika berpikir
sejenak.
"Maaf tetsu-kun, aku tak
bisa melakukan itu...." Kata echika sedih memandang tetsu-kun.
"Ya.. Tidak apa-apa kok.
Kalau kamu berubah pikiran, datang lah ketempatku. Akan ku lanjutkan rencanaku
itu." Kata tetsu-kun pergi berlalu saat lonceng masuk berbunyi.
Tak lama, ran-chan pun kembali kekelas.
"Echika, nanti kamu mau
temani aku berbelanja, nggak? disupermarket?" Tanyaku memandang echika.
"Mau ngapain
disana?" Tanya echika yang masih memikirkan soal rencana itu.
"Aku mau beli coklat
batangan disana, dan aku akan membuat coklat spesial untuk kak heiro-kun.
Hehehe.. Bagaimana?" Kataku dengan senang.
'Betulkah dia hanya
memikirkan kak heiro-kun saja...?' Tanya echika dalam hati.
"Aku mau buat apa ya?
Shortcake atau coklatcake? Yang mana menurutmu, kak heiro suka?" Tanyaku
kepada echika sambil melihat- lihat buku resep membuat coklat.
'Benar... Benar sekali!
Ran-chan tidak pernah memikirkanku lagi!' Kata echika dalam hati yang mulai
kesal.
"Maaf ran-chan, aku ada
urusan penting sepulang sekolah." Kata echika menolak ajakkan ku.
"Hm... Kalau begitu,aku
pergi sendirian saja." Kataku tersenyum.
"Maaf ya..." Kata
echika memandangku sedih.
Sepulang sekolah, aku
langsung pergi kesupermarket dekat rumahku.
Seketika itulah, echika
mencari tetsu-kun.
"Baiklah! Baiklah! Aku
setuju dengan rencanamu, tetsu-kun!" kata echika yang memandang tetsu-kun.
"Wah.... Akhirnya kamu
sadar juga ya!
Baiklah aku akan menjalankan
rencananya."
Kata tetsu-kun tersenyum.
"Begini.... Pertama, aku
akan membuat kak heiro-kun menjauhi ran-chan. Saat ran-chan, mau memberikan
coklat, kita harus meminta seseorang untuk membantu kita. Saat ran-chan melihat
kak heiro-kun bersama gadis lain, hatinya akan cemburu dan tidak jadi
memberikan coklatnya kepada kak heiro-kun.
Bila ran-chan tetap ingin
memberikan coklatnya, Disaat itulah kamu yang bertindak, dengan cara
berpura-pura menabraknya dan menginjak coklatnya. Bagaimana?" Kata
tetsu-kun yang sudah merencanakan semuanya.
"He-hebat.... Kamu sudah
merencanakannya dari awal ya...." Kata echika kaget.
"Hahahaha... Mereka
berdua itu memang target utamaku." Kata tetsu-kun bangga.
Nantikan cerita ran-chan S2.2
♥
Thx~
cerita spesial: kamu dan dia4(end)
Akupun kembali menuju tenda
dengan rasa kebinggungan. Aku tak dapat memilih semuanya.
"Ai-chan! kamu kemana
saja sih?!?! Kita ini sibuk tahu!" Kata kawa-chan memarahiku.
"Iya! Besok kita harus
bergegas untuk pulang!" Lanjut himeni-chan memarahiku.
"Iya deh! Iya!"
Kataku kesal.
Setelah membereskan
barang-barangku, tak terasa hari sudah sore.
Aku berjalan keluar tenda dan
duduk didepan tenda sambil memandang langit yang mulai gelap.
'Apa yang akan aku lakukan
setelah ini...' Kataku dalam hati sambil berpikir.
"Hei... Kenapa kamu
sendirian saja?" Seseorang dari belakang menepuk pundakku.
"Nat---" saat aku
menoleh kebelakang, rupanya bukan natsu-kun yang menepuk pundakku, melainkan
kazu-kun.
"Ka-kazu-kun! Kenapa
kamu disini?" Tanyaku kaget.
"Hahaha... Kaget ya?
kamu lagi mikirin apa sih? Sampai kamu salah memanggilku?" Tanya kazu-kun
sambil duduk disebelahku.
"Ti-tidak ada kok....
Kalian masih berantem ya?" Tanyaku menganti topik.
"Aku putus dengan
seira-chan. Aku yang memintanya untuk putus, aku......." Kata kazu-kun
pelan.
"Kenapa kamu putusin
seira-chan? Diakan sayang sama kamu, kazu-kun...." Kataku heran memandang
kazu-kun.
"Itu karena aku
masih---" kata-kata kazu-kun terhenti ketika bu misaki menyuruh semua
murid untuk berkumpul.
"Nanti saja kita
lanjutkan! Aku pergi dulu ya!" Kata kazu-kun dengan muka yang agak merah
pergi berlalu. Akupun kembali ketendaku memanggil mai-chan.
Saat berkumpul......
"Anak-anak, karena ini
hari terakhir kita. Ibu harap kalian mendapat berbagai kenangan disini, buruk
maupun bagus. jangan mensia-siakan kesempatan yang datang padamu, semua pilihan
hidupmu ada ditanganmu dan apapun pilihanmu, kamu harus siap menanggungnya.
Sekian dari ibu, hanya itu yang dapat ibu sampaikan.terima kasih." Kata bu
misaki mengakhiri pidatonya.
Kamipun kembali ketenda dan
bersiap-siap untuk tidur.
Saat ditendaku, aku berpikir.
'Apa maksud dari perkataan bu
misaki? pilihan hidupmu ditanganmu? Apa yang harusku pilih?' Sesaat aku
berpikir tentang kazu-kun dan natsu-kun. Entah kenapa aku jadi tidak bisa
tidur.
Akupun berjalan didekat
tendaku berada dan duduk disitu sambil memandang langit yang penuh bintang.
"Cantiknya....."
Kataku sambil memandang langit.
"Andai aku bisa melihat
bintang-bintang ini bersama......" Kataku tanpa sadar.
"Bersama siapa?"
Kata seseorang mendekatiku.
"Ti-tidak kok!"
Kataku panik.
"Hahahaha... Mukamu lucu
sekali ya kalau panik!" Kata seseorang itu tertawa.
"Kazu-kun! Kamu ini!
Mengkagetkanku saja!" Kataku memandang kesal kazu-kun.
"Hahahaha.. Kamu tidak
bisa tidur juga ya?" Kata kazu-kun tersenyum memandang langit yang membuat
mukaku merah seketika.
'Manis!manis sekali!'
Teriakku dalam hati melihat muka kazu-kun.
"ai-chan, kita keliling
disana yuk!" Ajak kazu-kun.
"Ta-tapi! Aku takut
gelap...." Kataku trauma mengingat kejadian kemarin.
"Tidak apa-apa... Aku
kan selalu disampingmu. Yuk!" Kata kazu-kun menarik tanganku.
'Selalu disampingmu?'
Kata-kata itu selalu tergiang diotakku.
"lihat, ai-chan!
Bulannya indah sekali!" Kata kazu-kun menyuruhku untuk melihat bulan
tersebut. Akupun menoleh keatas.
Ternyata benar! Bulannya
tampak indah dan dihiasi bintang- bintang yang bertaburan disekelilingnya,
cahaya bulannya lembut sekali.
"I-indah
sekali......" Kataku terpesona melihat bulan itu.
tiba-tiba muka kazu-kun
memerah melihatku dan ia memelukku dengan erat.
"Ai-chan.... Aku.... Aku
ingin selalu melihat wajahmu yang tersenyum itu... Selalu!" Kata kazu-kun
sambil memelukku.
Aku sangat kaget, debaran
jantungku semakin kencang.
"Ka-kazu-kun? Kamu
kenapa?" Kataku heran.
Tiba-tiba, kazu-kun langsung
melepaskan pelukkannya.
"Ma-maaf ai-chan! Kebawa
suasana! Hehehe.." Kata kazu-kun tersenyum memandangku dengan muka yang
sangat merah.
'Apa Aku memang sangat
mencintai kazu-kun? Tapi rasanya aku tak nyaman bersamanya...' Kataku dalam
hati.
*sret....*
Tanpa diketahui mereka,
Ada natsu-kun yang sedang
memandang mereka dari kejauhan dengan muka yang sedih dan ia langsung berlalu
pergi.
Esok paginya....
"Hooaaaamm......"
Aku menggosokkan mataku dan langsung cepat- cepat mandi.
"Wah! Tumben ai-chan, bangunnya
pagi?" Tanya mai-chan yang sedang menyisir rambutnya yang lurus itu.
"Hehehehe.... Ini kan
saatnya pulang, kalau aku bangunnya siang, entar 3 cewek centil itu
ngoceh-ngoceh." Kataku sambil tertawa kecil.
Dan saatnya kami berangkat menuju sekolah, semua
murid-murid langsung lesu mendengar bus akan berangkat. Mereka masih ingin
diperkemahan ini, banyak kejadian yang tak terlupakan.
'Ya! Seperti tadi malam! Itu
seperti mimpi yang sangat indah!' Kataku girang mengingat kejadian tadi malam.
Saat diperjalanan menuju
sekolah aku berbincang-bincang kepada mai-chan dan bermain kartu.
"Kamu semangat sekali
hari ini? Ada apa?" Tanya mai-chan heran melihatku.
"Tidak ada kok. Yuk,
kita main lagi!" Kataku girang sambil menggambil kartu poker.
Tiba-tiba, natsu-kun
menghampiriku.
"Sepertinya kamu sudah
semanggat lagi? tawamu juga tidak dibuat-buat. Hebat ya!" Kata natsu-kun
mengkagetkanku dengan senyumannya.
"Hahaha... Kamu ini!
Ikut main yuk, natsu-kun!" Ajakku sambil menyuruhnya duduk disebelahku.
"Wah!wah! Serasi
deh!" Kata mai-chan meledek kami.
"Apaan sih?!"
Kataku memandang kesal mai-chan, dan mai-chan hanya tertawa lepas.
Disepanjang perjalanan aku
merasakan hal yang sangat menyenangkan saat bersama natsu-kun.
dan kamipun tiba disekolah.
"ai-chan, usul yang aku
berikan kemarin, tak perlu kau pakai lagi. karna kelihatannya kazu-kun sudah
menyukaimu." Kata natsu-kun sambil tersenyum.
"Benarkah?!"
Tanyaku kaget.
"Iya... Mungkin sebentar
lagi dia nembak kamu." Kata natsu-kun sambil menggosokkan kepalaku.
"Wah! Terima kasih ya,
natsu-kun! Selama ini kau selalu menghiburku...." Kataku senang memandang
natsu-kun.
'Ya, ini semua berkat
natsu-kun, dia sudah membantuku sampai sejauh ini.' Kataku dalam hati.
Akupun kembali kekelas, dan
memulai pelajaranku.
"Haduh! Baru saja
pulang, malah langsung belajar!" Protes teman-temanku satu kelas.
Sesampai istirahat, aku
langsung mencari natsu-kun untuk makan bersamanya.
Saat kami duduk diteras atas
sekolah,
Tiba-tiba kazu-kun datang
mencariku.
"Ada apa kazu-kun?"
Tanyaku heran.
"Aku ingin menyampaikan
sesuatu kepadamu, Apa kamu bisa ikut aku sebentar?" Ajak kazu-kun dengan
muka yang sangat merah.
"Tapi... Aku
sedang--" saat aku mau menolak ajakkannya, natsu-kun langsung menepuk
bahuku dengan lembut.
"Pergi saja dengannya,
aku tidak keberatan kok!" Kata natsu-kun tersenyum.
Akupun menerima ajakkan
kazu-kun dan pergi meninggalkan natsu-kun sendiri. Sesaat aku melihat muka
natsu-kun yang sedih, aku sangat kaget melihatnya.
"Tu-tunggu...."
Kataku memberhentikan langkahku.
"Ada apa ai-chan?"
Tanya kazu-kun.
"Bi-bisakah kita
berbicara disini saja? Aku harus....." Kataku menundukkan kepala.
"Iya.. Tidak apa-apa
kok, aku hanya mau bilang ... Aku suka padamu, ai-chan. Bukan sebagai teman
kecil. Tetapi sebagai sepasang kekasih...." Kata kazu-kun malu-malu
memandangku dengan muka merah sekali.
Aku sangat kaget dan tak bisa
berkata-kata.
'Kenapa? Kenapa tidak ada
perasaan senang saat kazu-kun menyatakan perasaannya? Padahal aku suka
dengannya? Kenapa?' Tiba-tiba terlintas dikepalaku senyuman natsu-kun dan
tawanya. Semua ekspresianya yang membuatku bahagia, bahkan kejadian waktu aku
bertemu dengannya. Semua terlintas dikepalaku.
'Ternyata....... Selama
ini... Aku bukan menyukai kazu-kun tetapi natsu-kun dan aku tidak mau melihat
natsu-kun pergi meninggalkanku..' Kataku tersadar dengan perasaanku sendiri.
"A-aku....a-aku....aku
tak bisa karna aku menyukai natsu-kun...." Kataku terbata-bata
menjawabnya.
Kazu-kun hanya memandangku
dengan senyum tulusnya
*brak!*brak!*
"AI-CHAN!!!! AKU SANGAT
MENCINTAIMU DAN AKU TAK MAU KAMU PERGI
DARI SISIKU!!!!" Teriak natsu-kun dari kejauhan yang membuat semua murid
memandangiku dan juga kazu-kun.
"Na-natsu-kun......"
Kataku kaget saat natsu-kun mendekatiku.
"Maaf kazu-kun, aku
memang tak bisa menyerahkan orang yang paling berharga bagiku. Aku tahu, kamu
juga menyukai ai-chan, tapi---." Kata natsu-kun menarik tanganku.
"Sudahlah natsu-kun....
Ai-chan, sudah menolakku kok. Dia bilang bahwa dia menyukai mu." Kata
kazu-kun tersenyum memandangku.
"I-i-iya natsu-kun...
Aku su-suka dengan natsu-kun, karna hanya natsu-kun yang selalu membuatku
tertawa dan membuatku bahagia..." Kataku memandang natsu-kun.
"Makasih ya natsu-kun...
Selama ini kamu selalu menyemangatiku dan aku baru menyadari sekarang, bahwa
aku sayang padamu..." Kataku sambil memeluk natsu-kun.
Natsu-kun hanya terdiam
menatapku dengan muka yang memerah.
"Hehehe... Semoga kalian
bahagia ya..." Kata kazu-kun tersenyum kecil.
"Kazu-kun! Terima kasih
ya, karena sewaktu kita masih kecil. Kamu yang selalu melingdungiku"
kataku tersenyum kepada kazu-kun.
Itu terakhir kalinya, aku
melihat senyuman terbaik kazu-kun dan memulai hidupku yang baru bersama
natsu-kun, seperti lembaran baru yang akan kuisi bersama natsu-kun. Selalu
bersama selamanya.
END♥
Nb : nantikan, cerita
ran-chan season 2!♥
cerita spesial: kamu dan dia3
"Rencana?! Rencana apa
yang akan kamu buat?" Tanya kawa-chan penasaran.
"Begini.... Nanti kita
akan pergi kehutan dengan mereka berdua sesuai perintah bu misaki. Disaat
itulah kita tinggalkan mereka ditengah hutan, biar tahu rasa mereka!"
Jelas himeni-chan cerdik.
"Ide yang bagus,
himeni-chan! Ayo, kita langsung saja menjalankan rencana." Kata
sakura-chan tak sabar untuk membalas dendam.
"Tunggu dulu! Kita juga
harus ada persiapan! Jangan sampai malah kita yang tersesat." Kata
himeni-chan memperingatkan mereka.
Setelah semua persiapan
selesai,
Semua murid berkumpul untuk
memulai permainan dari bu misaki.
"Oke anak-anak, selamat
berjuang!" Kata bu misaki melangsungkan permainannya dengan cepat.
"Ayo, kita cari benda
itu!" Kata kawa-chan tenang seakan-akan mereka tidak membuat sebuah
rencana.
"Mai-chan.... Sudah
mulai gelap nih! Akukan takut gelap...." Kataku memegang tangan mai-chan.
"Tenang saja, ai-chan.
Bentar lagi juga kita selesai." Kata mai-chan mengikuti himeni,sakura,dan
kawa-chan dari belakang.
"Hihihi.... Rupanya
ai-chan takut sama gelap, ya? Seru, nih?!" Bisik sakura-chan.
"Hei.. Bersikap tenang!
Jangan sampai ketahuan mereka!" Kata kawa-chan memperingatkan.
"Hei, ai-chan, Mai-chan!
Tuh disana ada cangkir kecilnya!" Teriak himeni-chan girang sambil
menjalankan rencananya.
"Iya! Disana! Ayo,
ai-chan kita ambil!" Kata mai-chan berjalan menuju arah cangkir tersebut.
" Ayo, kita pergi dari
sini!" Kata himeni-chan melaksanakan rencananya.
"Siip!" Mereka
langsung pergi ketempat lain, dan meninggalkan mai-chan dan ai-chan.
"Ma-mai-chan.... Mereka
bertiga kemana?" Kataku gemetaran.
"loh? Bukannya, mereka
disana tadi?!" Tanya mai-chan kebinggungan.
"Ja-jangan-jangan, kita
ditinggalkan mereka!" Kataku memastikan.
"iya! Ini pasti rencana
balas dendam mereka!" Kata mai-chan kesal.
"Ayo ai-chan, kita pergi
kembali ketenda! Jangan sampai kita tersesat disini!" Kata mai-chan
menarik tanganku menuntun jalan.
Sudah 30 menit kami
menggelilingi hutan. tetapi, kami tak sampai-sampai diperkemahan.
"Gawat! Inikan jalan
yang kita lewati tadi?" Kata mai-chan kebinggungan.
"Mai-chan! Bagaimana
dong?!?!" Kataku mulai menanggis ketakutan.
"Tenang saja, pasti bu
misaki akan mencari kita." Kata mai-chan menenangkan.
Tetapi....
"akhirnya kita selesai
juga dengan permainan bodoh ini..." Kata kawa-chan sambil duduk didekat
tenda.
"Bu misaki, kita sudah
menggambil cangkirnya!" Kata himeni-chan sambil memberikan cangkirnya.
"Wah! Bagus sekali..
Tapi kok, cuma kalian bertiga saja? 2 orang lagi kemana?" Tanya bu misaki.
"Anu bu, ai-chan dengan
mai-chan sedang tiduran ditenda, kecapekan mereka, bu." Kata himeni-chan
cerdik sambil tersenyum kecil.
"Kalau begitu, ya
sudah..." Kata bu misaki berlalu melihat keadaan kelompok lain.
Sementara itu......
"Hiks...hiks....
Mai-chan.... Ini dimana?" Tanyaku sambil menanggis.
"Manaku tahu! Kalau aku
tahu ini dimana, pasti kita tidak akan tersesat begini!" Kata mai-chan
menuntunku.
Tiba-tiba, senter yang kami
pakai mati dan kami tidak membawa batrai cadangan.
"Aduuh!!! Kenapa
mati,sih!" Kata mai-chan kesal sambil membanting senternya.
"Mai-chan!mai-chan!
Lihat! Lihat! Ada yang bersinar-sinar disana!" Kataku girang sambil
menarik tangan mai-chan.
"I-itu...."
Mai-chan melihat banyak kunang-kunang didepannya. Tetapi, saat mai-chan melihat
dengan jelas....
"Tunggu!!!! Tunggu,
ai-chan!!! Jangan kesana!!!!" Teriak mai-chan sekuat tenaga.
"Ayo! Cepat! Mungkin,
kita bisa gunakan itu sebagai penerangan!" Kataku sambil berlari kedepan.
Tiba-tiba.....
*bruk!!!!*
Didepanku ada jurang yang
sangat besar.
"MA-MA-MAI---" aku
tak sempat lagi berteriak dan langsung jatuh kedalam jurang tersebut.
"AI-CHAN!!!!!!
AI-CHAN!!!! Kamu dimana?!?! Cepatlah, jawab akuu!!" Teriak mai-chan panik
sambil memanggilku dari atas jurang.
Kepalaku sakit sekali, kaki
dan tanganku terluka. Aku takut sekali disini, gelap.... Sendirian....
"AI-CHAN!!!!! JAWAB
PANGGILANKU!!" Teriak mai-chan sambil menanggis memanggilku.
*srek...*srek...*srek...*
Ada yang berlari dengan
kencang kearahku. 'Apa itu?binatang buas?!?! Aku tak bisa berlari lagi!' Kataku
menanggis.
'Tolong jangan....' Kataku
ketakutan, semua badanku gemetaran.
"AI-CHAN!!! Apa kamu
baik-baik saja?!" Kata seseorang langsung memelukku.
Pelukannya begitu hangat....
'Apa ini kazu-kun..... Apa benar
begitu?'
Aku hanya bisa menanggis
dipelukkannya.
"Ai-chan... Ayo, kita
kembali ke perkemahan, akan kuobati luka-lukamu." Kata seseorang itu
dengan lembut mengendongku dan membawaku ke perkemahan. Mai-chan juga sudah
sampai, setelah bu misaki mencarinya lagi.
"Ai-chan... Ai-chan...
Apa kamu sudah sadar?" Kata mai-chan memanggilku.
"Ma... Mai-chan.... Apa
kita selamat?" Tanyaku pelan.
"Kita selamat, ai-chan!
Kita selamat! Natsu-kun yang menemukanmu dan langsung memberi tahu bu
misaki." Kata mai-chan menjelaskan.
"Na-natsu-kun?!"
Kataku kaget.
"Iya! Kukira dia jahat,
rupanya dia baik seperti dugaanmu!" Kata mai-chan tersenyum.
'Jadi, yang tadi
menyelamatkanku adalah natsu-kun? Bukan kazu?' kataku dalam hati dengan
beribu-ribu pertanyaan yang rumitku jawab.
"Dasar! Memang licik
sekali mereka! Awas saja mereka itu!" Kata mai-chan mengepalkan tangannya
dengan marah.
"Hahaha.... Tenang saja,
mai-chan.. Nanti juga kena karma dengan sendirinya." Kataku sambil tertawa
melihat tingkah mai-chan yang lucu.
"Apa kamu sudah pulih,
ai-chan?!" Kata natsu-kun melihat keadaanku.
"Su-sudah.... Terima
kasih banyak ya, natsu-kun.. makasih!" Kataku tersenyum memandangnya.
"E? I-iya... Ta-tadi aku
hanya kebetulan lewat situ kok!" Kata natsu-kun dengan muka yang merah.
'Kebetulan lewat? Seingatku,
dia berlari dengan kencang mencariku.... Apa hanya mimpi ya?' Kataku dalam
hati.
"Hahaha...... Iya,
natsu-kun! Aku juga berhutang budi padamu loh!" Kata mai-chan girang.
"Hahahaha...
Iya..iya..." Jawab natsu-kun dengan tenang sambil tersenyum.
"Kalau begitu,Aku pergi
dulu ya! Nanti kelompokku marah-marah." Kata natsu-kun melambaikan
tangannya dan berlalu pergi.
"Hei!hei! Ai-chan,
ternyata natsu-kun benar-benar keren ya!" Kata mai-chan tersenyum.
"Kamu ini! Sudahlah,
yuk, kita tidur.. Besok kita harus bangun pagi." Kataku kembali berbaring
dan tertidur.
Esok paginya,
kelompokku mendapat tugas
untuk memasak.
Kami berlima pun mulai
memasak dengan tenang.
Aku melihat, mai-chan sedang
memandang 3 orang itu dengan tatapan yang tajam.
Aku hanya tertawa melihat
mai-chan.
"Hei! Apa sih, yang kamu
tertawakan?!" Tanya mai-chan heran.
"Ya, kamu lah mai!"
Kataku melanjutkan tawaku.
"Hush! Jahat sekali sih!
Teman sendiri ditertawai!" Kata mai-chan memarahiku.
Selesai memasak, aku pergi
kepinggir danau dekat perkemahanku. Sesuai janji natsu-kun.
"Maaf, aku telat! Tadi
kelompokku mendapat tugas memasak." Kataku sambil duduk disebelahnya.
"Nggak apa-apa kok, aku
juga baru sampai." Kata natsu-kun tersenyum.
"Nah, gimana? Sudah dapat
rencana barunya?" Kataku memandang natsu-kun.
"Hmm... Usulku sih,
hanya menyuruhmu untuk bersikap baik pada kazu, dan kau harus slalu membantunya
ketika dia kesulitan. Dia juga akan menilaimu dari itu." Kata natsu-kun
berpikir.
"Benar juga sih.... Mungkin
usulmu bisa dicoba." Kataku menyetujui.
"Makasih ya, sudah mau
membantuku." Kataku tersenyum memandang natsu-kun.
"I-iya... Itu hanya
usulku kok!" Kata natsu-kun malu-malu.
"Ai-chan!ai-chan!"
Teriak mai-chan.
Aku langsung menoleh kearah
belakang.
"Ada apa?" Kataku
heran.
"Itu... Kazu
mencarimu..." Kata mai-chan.
Aku langsung kaget dan
memandang natsu-kun.
"Silahkan ...."
Kata natsu-kun tertawa kecil.
Aku berjalan kearah kazu,
"Ada apa kazu...?"
Kataku pelan.
"Aku hanya
mengkhawatirkan mu, kemarin kudengar kamu tersesat dihutan, ya? Apa kamu
terluka?" Kata kazu-kun memandangku cemas.
'Kok dia bisa tahu!' Kataku
dalam hati.
"Iya... Tapi sudah
baikkan kok!" Kataku tersenyum memandang kazu-kun.
Sesaat aku melihat wajah kazu
yang memerah.
"A-aku..... Aku berantem
dengan seira-chan..." Kata kazu lemas.
"Kenapa bisa?! Bukannya
kalian pasangan serasi?" Kataku terkejut.
"Dia bilang, aku lebih
mengkhawatirkan ai-chan, dari pada dirinya. Mau bagaimana lagi? Akukan temanmu
dari kecil, siapa yang tidak khawatir kalau teman kecilnya kenapa-napa."
Kata kazu-kun sedih.
'Dia mencemaskan ku! Apakah
aku boleh berharap sedikit?' Kataku dalam hati sambil memandang kazu-kun.
"Tapi, tidak apa-apa
deh, kalau dia mau meminta putus denganku. Aku memang tak bisa
diandalkan." Kata kazu-kun memandangku tersenyum.
"Sudahlah kazu-kun,
semua akan baik-baik saja kok! Jangan terlalu khawatir ya..." Kataku
memandang kazu-kun sambil tersenyum.
"Makasih ya, ai-chan.
Aku pergi dulu." Kata kazu-kun pergi berlalu.
'Apa benar aku bisa berada
disisi kazu?! Apa aku boleh berharap sedikit?' Kataku dalam hati sambil
berharap.
"Ai-chan!
Bagaimana?" Kata natsu-kun yang tiba-tiba datang.
"Dia... Dia
mengkhawatirkanku..." Kataku tak percaya dengan omongan kazu-kun.
"Benarkah?! Wah! Bagus
sekali! Berarti, memang benar bahwa kazu-kun itu masih memikirkanmu." Kata
natsu-kun girang mendengar ceritaku.
"Hehehe.... Mungkin saja
begitu..." Kataku tersenyum memandang langit.
"Apa aku tetap harus
mengejarnya?" Tanyaku tiba-tiba tak sadar.
"Loh? Kalau kamu masih
menyayanginya, kejarlah dia." Jawab natsu-kun tenang.
"Aku........ Aku tidak
tahu..." Aku tidak bisa menjawabnya, kenapa aku jadi ragu begini? Apa
gara-gara ada natsu-kun? Tapi perasaan sukaku kepada kazu masih ada.
Kenapa? Kenapa perasaanku tak
tenang?
Nantikan dicerita spesial:
kamu dan dia 4!
Pemberitahuan:
Bila ada kesempatan, akan ada
cerita ran-chan season2.♥
Thx♥
sekian~
cerita spesial: kamu dan dia2
*teng*teng*teng*
"Ah! Waktunya
istirahat!" Aku langsung cepat-cepat membawa bekalku ketempat natsu-kun.
"Na-natsu-kun!"
Panggilku saat bertemu natsu-kun diteras atas sekolah.
"Hm? Ada apa? Kamu yang
kemarin, kan?" Tanya natsu-kun dengan nada tinggi *namanya juga preman*
"Aku hanya mengucapkan
terimakasih atas jasamu kemarin.... Ini aku bawakan bekal untukmu" kataku
tersenyum sambil menyodorkan bekal yang kubuat tadi pagi.
Sesaat aku melihat wajah
natsu-kun memerah.
"Ah...ehm... Makasih ya.
Baru pertama kali ada orang yang berbuat baik padaku" Kata natsu-kun
malu-malu.
"Hehehe.... Silahkan
saja dicoba!" Kataku tersenyum.
"I-iya.." Natsu-kun
mencoba sesendok makanan bekal ku dan...
"Wah! Apa ini?! Enak
sekali loh!?! Apa kamu yang buat sendiri?!?!" Kata natsu-kun teriak girang
saat memakan bekalku.
"Hahaha.... Iya,
makasih. Kalau mau biar kubuatkan besok" kataku tersenyum memandang
natsu-kun.
*trek....*
Tiba-tiba ada seseorang yang
datang ketempat kami.
Saat aku melihat orang itu
adalah kazu dan seria-chan (pacar kazu)
aku langsung menarik
natsu-kun untuk bersembunyi.
"A-ada apa sih?! Kok
sembunyi begini?!" Tanya natsu-kun binggung.
"Ssttss! Diam dulu....
Entar ketahuan!" Kataku berbisik sambil mengintip kazu bersama pacarnya.
Aku melihat mereka sedang
berbincang-bincang dengan sangat asyik, dan kazu terlihat sangat bahagia, Lebih
bahagia dibandingkan ia bersamaku. Aku hanya menatap mereka dari kejahuan
dengan sedih.
"Hmm.... Itu ya? Jadi
kamu suka kazu itu?" Tanya natsu-kun tiba-tiba.
"I-iya, aku suka sekali
dengannya..." Kataku malu dan memandang natsu-kun dengan senyuman
kesedihan.
"Kamu telah banyak
berjuang ya....." Kata natsu-kun sambil menggosokkan kepalaku dengan
lembut sambil tersenyum.
"Aku tahu... Pasti sakit
sekali kan...." Kata natsu-kun memandang mereka.
Tiba-tiba air mataku menetes,
aku tak sanggup lagi melihat mereka.
'Kenapa harus begini? Kalau
begini, aku Lebih baik tidak pernah menggenalinya sama sekali!' Kataku kesal
dalam hati sambil meneteskan air mataku didepan natsu-kun.
"Hei... Kamu tahu...
Jangan pernah menyesali pertemuan mu dengannya... Karna kazu, kamu dapat
merasakan cinta yang tulus dihadapannya." Jawab natsu-kun memandangku
lembut seakan-akan ia tahu isi kepalaku.
"Ta-tapi..... Aku masih
sangat sayang dengannya, dan aku tak mau ia pergi meninggalkan ku..."
Kataku sedih.
"Akan ku bantu! Kamu
telah berusaha untuk melupakannya, kan? Aku melihatmu saat kamu sedang
berbicara dengan kazu, kamu hanya tersenyum manis didepannya tanpa memikirkan
hal itu. Kupikir, kamu telah banyak berjuang" kata natsu-kun sambil
tersenyum lembut, yang membuatku berdebar-debar seketika.
'A-apa ini......' Kataku
panik dalam hatiku.
'Perasaan tenang apa ini,
Saat aku bersama natsu-kun aku merasakan ketenangan yang sangat nyaman... Baru
pertama kalinya aku merasakan hal ini' kataku dalam hati sambil memandang
natsu-kun.
"Tenang saja ya... Aku
akan membantu mu." Kata natsu-kun melanjutkan makannya.
"Terima kasih banyak,
natsu-kun. Kau baik sekali..." Kataku menatap langit yang cerah.
"Hahaha..... Kamu ikut
kemah musim panas, tidak?" Tanya natsu-kun mengganti topik, setelah kazu
dan pacarnya pergi.
"Iya... kemah musim
panas tahun ini aku sial sekali! Sekelompok dengan 3 geng centil itu!"
Kataku kesal.
"Hahahaha... 3 cewek
itu,toh! Aku juga sangat membenci mereka..." Jawab natsu-kun sambil
tertawa lepas.
"Nanti waktu kemah hari
ke2, kamu ke tepi sungai yang ada didekat kemah ya! Aku akan menunggu mu
disana, aku akan mencoba membantumu mendekati kazu." Kata natsu-kun
memandangku.
"Me-mendekati kazu?
Tapi, diakan sudah punya pacar?" Jawabku heran.
"Tenang saja deh, anggap
saja kamu itu orang ke3 dalam hubungan mereka. Bagaimana? 75% bisa berhasil
loh!" Kata natsu-kun tersenyum jahil.
"75% berhasil?
Yakin,tuh?" Tanyaku usil kepada natsu-kun sambil tertawa kecil.
"Hahaha.... Kamu tidak
lihat? KeBanyak orang berpacaran, yang putus akibat orang ke3!" Kata
natsu-kun dengan bangga.
"Kalau menurutmu begitu,
aku setuju deh! Aku akan mencoba mengikuti saranmu." Jawabku mengacungkan
jempol kepada natsu-kun.
2 hari kemudian,
Aku membereskan
barang-barangku yang akan kubawa kekemah. Aku juga membuatkan bekal untuk
natsu-kun, selama ini dia telah menghiburku.
Dan begitu juga mai-chan yang
memarahiku habis-habisan gara-gara aku berteman dengan natsu-kun.
"Pagi!pagi!" Kataku
semangat.
"Hei! Kamu! Lama banget
sih datangnya, kan repot kalau kita ketinggalan bis!" Kata sakura-chan memarahiku. 'Cih! Lagi-lagi
mereka! Kenapa sih aku bisa berkelompok dengan mereka!' Kataku kesal dalam
hati.
"Hehehe... Maaf,maaf.
yuk, kita ke bis!" Kataku dengan wajah riang dan berpura-pura tidak
mendengarkannya.
"ai-chan!!!" Teriak
seseorang memanggilku.
Saat aku melihat kearah
belakang, rupanya kazu yang memanggilku.
"Loh? Kazu? Ada
apa?" Kataku heran.
"Begini, buku yang kemarin
kau pinjamkan lupa kukembalikan. Jadi, sebagai gantinya aku membawakan biskuit
kesukaanmu." Kata kazu sambil tersenyum.
"Wah! Biskuitnya imut
sekali! Makasih ya, kazu!" Kataku senang menerima barang pemberiannya.
"Kalau begitu aku pergi
dulu." Kata kazu berlalu pergi menuju kelompoknya sendiri.
'Bolehkah aku berharap
sedikit dengannya?' Kataku dalam hati sambil tersenyum.
"Hei!hei!hei! Cepat
sedikit! Bisnya sudah mau tutup, nih!" Teriak kawa-chan memarahiku.
"Em.. Baiklah." Aku
berlari segera kebis.
"Hei! Ai-chan! Kamu
hebat juga ya, bisa mendekati kazu seperti itu?" Kata sakura-chan
melirikku sinis.
"Iya... Aku teman
kecilnya kok." Kataku tersenyum memandang sakura-chan, 'sebenarnya aku
ingin saja membentaknya! Tapi apa dayaku... Lebih baik diam saja dari pada
mencari keributan dengannya. Tidak akan pernah selesai!' Kataku dalam hati.
"Hmm... Teman kecil, ya?
Bukannya, kamu suka dengan kazu?" Kata sakura-chan melihatku sinis.
"Hahaha... Tidak, kok!
Kamu salah sangka, deh!" Kataku sambil pura-pura tertawa.
"Kamu ini pintar mencari
alasan ya? Saat kamu berbicara dengan kazu saja, aku sudah tahu bahwa kamu
menyukainya." Kata sakura-chan sombong.
*brak!*
"Hm?hm?hm? Begitu ya
menurutmu? Kalau memang menurutmu aku suka kazu... Ya nggak apa-apa sih."
Kataku tersenyum sinis kepada sakura-chan.
'Lihat!lihat! Siapa yang
tidak kesal?! Sakura-chan itu selalu saja mencampuri urusanku!' Kataku kesal
dalam hati.
"Hebat deh! Kamu berani
ya? Akan ku coba keberanianmu sampai sebatas mana?!?!" Kata sakura-chan
dengan nada tinggi.
Sesampai ditempat kemah....
"Wuaah! Udaranya segar
deh! sejuk lagi!" Teriakku semangat.
"Ai-chan, cepetan kita
mendirikan tenda, nanti kita dimarahi lagi dengan 3 orang itu!" Kata
mai-chan sambil mendirikan tenda.
"Baik.. Baik..." Kataku
sambil membantu mai-chan mendirikan tenda.
*priit!!!**priit!!!*priitt!!!!*
"Anak-anak, silahkan
berkumpul!" Teriak bu misaki yang memandu kami sewaktu kemah.
"Kita akan berkeliling
hutan ini untuk mencari cangkir kecil yang berwarna emas ini. Siapa yang
mendapatkan gelas terbanyak, ia akan mendapatkan 2 tiket gratis ke festival
musim panas." Kata bu misaki menjelaskan.
"Waah!!♥
tiket musim panas gratis!!" Kataku semangat kepada mai-chan.
"Kamu ini suka sekali
ya, ke festival itu..." Kata mai-chan menggelengkan kepalanya.
"Permainan ini akan
dimulai pada jam 5 sore sampai jam 9 malam, sekarang kita akan beristirahat
dulu." Kata bu misaki.
"Baik bu!" Teriak
semua murid dan langsung kembali ke tenda mereka masing-masing.
"Hei! Ai! Mai! Cepat
kamu bereskan barang-barang ini!" Teriak kawa-chan dengan nada tinggi.
"A-apa?!?! Ini kan
barang mu dan temanmu!" Kata mai-chan membantah.
"Berani sekali sih kamu!
Cepat bereskan?!?!" Kata kawa-chan membentak kami berdua.
Tetapi aku dan mai-chan
menolak mentah-mentah, sampai kawa-chan pun capek meladeni kami lagi.
"Terserah kalian,deh!
Tanggung sendiri akibatnya kalau aku balas dendam! Ingat itu!" Kata
kawa-chan mengancam kami.
"Hei, girls! Kenapa
murung semua?" Tanya himeni melihat kawa-chan dan sakura-chan depresi
dengan muka penuh dendam.
"Ini semua gara-gara
mai-chan dan ai-chan, mereka membantah semua perintahku!" Kata kawa-chan
kesal.
"Aku juga begitu!
Ai-chan tak mempedulikan ancamanku! Mereka sepertinya sudah terbiasa dengan
kita!" Teriak sakura-chan dengan penuh dendam.
"Kalau begitu... Kita
buat rencana biar mereka takut lagi dengan kita." Kata himeni-chan cerdik.
Apa yang akan direncanakan
himeni-chan?!
Apa yang akan dilakukan
mereka?!?!
Nantikan di cerita spesial:
kamu dan dia3~
Thx~
cerita spesial: kamu dan dia1
Namaku ai hinata, Aku
mempunyai teman kecil bernama kazu, dan juga dia orang yang kusuka. Tahun
berganti tahun, aku dan kazu sudah kelas 1 SMA...
"Apaa!!!! Kazu-kun sudah
punya pacar?!?!" Teriakku terkejut mendengar berita itu dari temanku
mai-chan.
"Aduuhh!! Berisik deh!
Kamu kan teman kecilnya! Kok kamu sendiri yang nggak tahu?" Tanya mai-chan
sambil menutup kuping.
"Aku nggak berani
menanyakan hal itu, dan kazu-kun juga tidak membicarakannya...." Jawabku
pelan memandang langit.
"Haduh..haduh.... Kazu-kun
itu sudah 3 bulan pacaran dengan cewek itu!" Kata mai-chan menggelengkan
kepala.
"Hmm..... Begitu ya.....
Padahal aku teman kecilnya.. Tapi dia kelihatannya tidak pernah mau
menceritakan kepadaku....." Kataku tetap memandang langit dengan mata
berkaca-kaca. Aku berteman dengan kazu sewaktu kami kelas 1 SD, cuma dia
tempatku bercerita banyak tentang masalahku dan aku sangat sayang padanya.
"Sudahlah ai-chan....
Ada yang lebih baik kok dari kazu-kun, kamu jangan terpaku pada kazu-kun
saja..." Kata mai-chan menenangkanku.
"Iya.... Kamu memang
benar... Aku mau kekelas dulu ya.." Kataku berlalu meninggalkan mai-chan
dan berjalan menuju kekelas.
'Kazu-kun.... Selama ini kamu
menganggap aku ini apa sih?! Padahal aku selalu ingin membuatmu tertawa...
Tapi, sepertinya kamu sudah ada orang yang mampu membuatmu tertawa lebih......'
Kataku dalam hati sambil merintikkan airmata saat berjalan dikoridor yang sepi.
'Bodohnya aku masih tetap
mencintaimu... Padahal kamu sudah punya perempuan yang lebih baik dariku. Tapi,
kenapa ?... Aku tetap ingin slalu bersamamu?....' Kataku dalam hati dengan
perlahan aku berjalan agak cepat.
Tiba-tiba...
*bruk!!!*
"Ma-maafkan aku...." Aku langsung
menunduk minta maaf tanpa melihat orang yang kutabrak.
"Dasar! Menyebalkan!
Jalan itu lihat-lihat dong! Kemana sih matamu!" Kata seorang lelaki dengan
marah-marah.
"Na-natsu-kun!!!"
Kataku kaget saat natsu-kun menggosokkan kepalanya.
Natsu-kun adalah preman
disekolahku, dia terkenal sangat kejam dan akan menghabiskan orang-orang yang berani
melawannya.
"Ma-ma-maafkan aku,
natsu-kun! Aku benar-benar minta maaf! Tadi aku tidak melihatmu...."
Kataku dengan ketakutan melihat natsu-kun yang memasang muka seram.
"Huh! Apa kamu baik-baik
saja?kamu sepertinya sakit ya?" Kata natsu-kun memandangku.
"A-aku baik-baik saja
kok.. Maaf telah menabrak mu..." Kataku menundukkan kepala dan langsung
berlari menuju kelas.
"Hm..... Gelang apa
ini?" Tanya natsu-kun sambil menggambil gelang yang terjatuh dikoridor.
"Untung.... Untung saja
aku tidak dipukuli natsu-kun!" Kataku pelan saat sampai dikelasku.
"Apanya yang untung
saja?!" Kata bu misaki yang sudah berdiri didepanku.
"I-ibu!! Ta-tadi aku
hampir kehilangan nyawaku, bu!" Kataku tak bisa berbicara lagi.
Dan sesaat itu semua
teman-temanku tertawa.
"Hahahaha.. Dasar
ai-chan!"
"Kamu ini! Jangan cari
alasan! Cepat berdiri diluar!" Teriak bu misaki memarahiku.
"Ba-baik bu...."
Kataku pelan dan berjalan keluar kelas.
Saat aku berdiri diluar
kelas, aku baru tersadar bahwa gelang pemberian ibuku hilang.
"Gawat! Gelang itu
kemana? Apa terjatuh saat tadi bertabrakan sama natsu-kun?" Tanyaku sambil
melihat disekelilingku mencari gelangku.
'Kalau aku pergi
mencarinya.... Nanti bu misaki bisa marah besar padaku..' Kataku dalam hati.
"Akan kucari saat pulang
sekolah saja deh. Semoga saja ketemu!" Kataku sambil berharap.
*teng*teng*teng*
Murid-murid semua berjalan
keluar kelas dengan muka yang sangat senang dan itu bertanda sekolah telah
berakhir.
Aku langsung pamit pada bu
misaki dan berjalan kekoridor yang kulewati tadi untuk mencari gelangku, tetapi
tetap saja tidak ketemu.
Aku sangat panik sekali.
'Gelang itu sangat berharga bagiku, kalau sampai hilang....' Kataku dalam hati
dengan raut wajah yang khawatir sambil terus mencari gelang itu sampai sore.
"Hei kamu!" Teriak
seseorang dari kejauhan.
"Apa yang kamu lakukan
disini?! Hari sudah sore tahu!?" Kata seorang lelaki mendekatiku.
"Aku sedang mencari
sesuatu pak! Tenanglah!" Kataku tak menghiraukan perkataannya.
"Hei...hei! Kamu dengar
nggak sih?!" Kata lelaki itu menarik tanganku.
"Na-natsu-kun!?! Apa
yang kamu lakukan disini?!" Tanyaku panik saat melihat natsu-kun.
"Harusnya aku yang
menanyakan itu, bodoh! Kamu sedang mencari apa?" Tanya natsu-kun kepadaku.
"A-aku sedang mencari
gelang... gelang pemberian ibuku.." Kataku sedih sambil mencari gelang
itu.
"Gelang? Apa ini gelang
milik mu?" Tanya natsu-kun sambil mengeluarkan gelang tersebut.
"Ge-gelangku!!"
Kataku kaget saat melihat gelang itu ada pada natsu-kun.
"Kamu ketemu
dimana?" Tanyaku dengan penasaran.
"Disini, waktu kita
bertabrakkan.. Kamu sih, tidak hati-hati!" Kata natsu-kun menasehatiku.
"Makasih ya natsu-kun,
ternyata kamu baik juga..." Kataku tersenyum memandang natsu-kun.
"A-a-aku hanya
menemukannya kok!" Kata natsu-kun dengan muka merah.
Rupanya, natsu-kun itu tidak
seburuk seperti dugaan teman-teman. Lalu , Akupun pamit dan pulang kerumahku.
*...*
"Ai-chan, ini gelang
untuk mu, jaga baik2 ya"
"Wah! Gelangnya bagus
sekali ma! aku sangat suka ini!"
"Gelang ini ada mitosnya
loh?!"
"Mitos?"
"Iya, bila gelang ini
ditemukan oleh orang lain selain kamu, dia akan menjadi jodohmu bila ia lelaki,
dan menjadi sahabat bila ia perempuan."
"Benarkah,ma ?"
"Mungkin saja... Namanya
juga mitos."
*......*
Tiba-tiba kenangan itu
terlintas dikepalaku dan sambil berpikir bahwa natsu-kun adalah ......
"AH! Tidak!tidak!tidak!
Dia bukan jodohku!" Teriakku menggelengkan kepala ketika aku berada
diteras depan rumahku.
"Aku pulang....."
Kataku memasuki ruang tamu yang kosong.
Orang tua ku telah meninggal,
waktu aku kelas 6 SD dan hanya kazu yang menghiburku. Tapi, sekarang tidak
mungkin lagi begitu.
"Hm... Hari ini masak
apa ya enaknya?" Tanyaku sambil melihat-lihat isi kulkas.
"Kare saja deh!"
Kataku senang sambil membawa bahan-bahannya.
Setelah selesai makan, aku
harus kerja sambilan untuk mencukupi keuanganku.
'Oh ya! Apa aku buatkan bekal
saja untuk natsu-kun? Dia kan sudah menolongku' kataku dalam hati sambil
berpikir.
'Baiklah akan ku buat besok!'
Kataku senang.
Esok paginya, aku bangun
pagi-pagi untuk membuat bekal. Setelah itu aku langsung mandi dan pergi
berangkat sekolah.
Sesampai disekolah,
"Selamat pagi ,
ai-chan!" Teriak mai-chan memanggilku.
Aku melihat semua murid pada
ribut dan berkumpul-kumpul. Entah apa yang mereka bicarakan.
"Pagi... Loh ada apa
dengan teman-teman yang lain?" Tanyaku heran melihat mereka.
"Kamu belum tahu ya? 2
hari lagi akan diadakan kemah selama 3 hari!" Kata mai-chan menjelaskan.
"Terus? Terus? Kita
kelompok mana?" Tanyaku cepat.
"Sayangnya.... Kita
masuk kelompok 3, ada sakura, himeni, dan kawa-chan!" Kata mai-chan lesu
memandangku.
"A-A-APA?!?! Dengan geng
sakura itu!?!?!" Teriakku setelah mendengar penjelasan dari mai-chan.
Geng sakura itu adalah musuh
terbesarku, dia itu terkenal centil, cerewet dan sombong. Aku sangat membenci
mereka sejak aku SMP.
"Bagaimana kalau kita
pindah kelompok saja?" Tanyaku kepada mai-chan.
"Tadinya sih. aku juga
berpikir begitu, tetapi, bu misaki tidak mengizinkan. Karena jumlah kelompok
sudah terbagi rata." jelas mai-chan kepadaku.
"Yah...mau tidak mau
harus seperti ini selama 3 hari dikemah...." Jawabku menggelengkan kepala.
"ngomong-ngomong, kenapa
kamu membawa 2 bekal? Lagi Laper banget ya?" Tanya mai-chan binggung.
"Oh ini, bekal untuk
natsu-kun sebagai tanda terima kasihku." Kataku tersenyum.
"Na-natsu-kun?! yang
preman itu?! Sejak kapan kamu jadi berteman dengannya?!?!" Tanya mai-chan
dengan kaget.
"Hmm.... Kemarin dia
membantuku mencari gelangku, dia baik kok!" Kataku tersenyum memandang
mai-chan.
"Lebih baik kamu waspada
aja, ai-chan! Kamu jangan mudah percaya dengan orang seperti natsu-kun!"
Kata mai-chan memberiku nasehat agar jangan mendekati natsu-kun.
"Tapi dia baik kok!
Jangan menilai dari keburukkannya, dong! Lihat dari sisi baiknya!" Kataku
menolak mentah-mentah pendapat mai-chan terhadap natsu-kun.
"Ya sudah deh, kalau itu
pendapatmu... Aku hanya mengingatkan mu saja untuk berhati-hati.." Kata
mai-chan pergi kembali ke bangkunya.
'Kenapa sih, mai-chan tak
percaya kalau natsu-kun itu baik?' Kataku dalam hati dengan kesal.
Nantikan di cerita spesial:
kamu dan dia2♥
Thx!♥
Langganan:
Postingan (Atom)