Sabtu, 15 Juli 2017

come back 2017!!!!

Em....
Em.....
Em....
Mic test 1 2 3 ....

*gerogi bgt*

(Aduh, udah lama banget aku nggak liat blog ini jadi gerogi mau nulis apa ๐Ÿ˜‚)

pertama-tama, aku mau MINTA MAAF atas semuanya  *nunduk-nunduk*
Yang kedua, em, berat sih, tapi cerita ran-chan s2 akan kuhapus karena nggak tau lagi mau lanjut gimana๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Yang ketiga, mulai saat ini aku akan memposting cerita lgi, mungkin lebih terlihat kayak diari alay ya hohoho๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ

Yang terakhir,

MOHON KERJA SAMANYAAAAAAAAAAAAAAA!!!

MAKASEH



Salam,

AUTHOR ABABIL

Selasa, 22 April 2014

cerita ran-chanS2.2: tak tersampaikan

Sewaktu pulang dari supermarket, aku langsung belajar membuat coklat yang enak.
"Besok sudah hari valentine, harus cepat-cepat nih!" Kataku bersemanggat.

Akupun membuat coklat dengan perasaan senang dan sambil berharap 'semoga, yang menerima coklat ini akan merasa senang'
Aku membuat coklat agak banyak, karena sebagian lagi untuk echika.

"Ran-chan, kamu lagi ngapain?" Tanya mamaku heran melihat mukaku yang penuh coklat.
"E-e... Aku sedang membuat coklat ma... Hehehe..." Kataku tersenyum.
"Hayoo... Untuk kak heiro-kun itu ya?" Kata mamaku usil.
"Hahaha... Nggak juga kok! Coklat ini untuk kak heiro dan juga echika!" Kataku girang.
"Tuh kan betul! Ya sudah deh, nanti jangan lupa makan ya. Mama mau pergi sebentar." Kata mamaku pamit dan pergi.

Aku pun memasukkan coklat-coklat yang kubuat kedalam kotak kecil yang lucu.
"Loh? Kok kotaknya cuma 1? Bukannya, aku membelinya 2?" Tanyaku heran sambil mencari kotak kecil itu.
"Bagaimana ini ya? Kalau cuma satu, berarti satunya lagi harus pakai plastik biasa..." Kataku cemas.
"Ya sudah deh... Punya kak heiro pakai plastik aja, pasti kak heiro-kun mau mengerti dan punya echika pakai kotak ini, diakan sudah banyak membantuku." Kataku tersenyum memandang coklat-coklat itu.

Esoknya dihari valentine...
"Asiiik!! Hari ini valentine!!" Kataku girang menuju kelas.
"Pagi echika, kok tumben kamu datangnya cepat?" Kataku menyapa echika.
"Iya.. Kak heiro takut cewek-cewek memberikan coklatnya ramai-ramai ke kak heiro-kun, makanya aku juga disuruh datang cepat.." Kata echika tertawa.
"Begitu ya! Aku tak sabar nih, memberikan coklatku kepadanya" kataku berdebar-debar.
'Sebaiknya, aku memberikan coklat itu sewaktu pulang saja deh dan juga untuk echika...' Kataku sambil tersenyum memandang echika.
'Semoga, echika senang dengan pemberianku..' Lanjutku dalam hati.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" Tanya echika heran melihatku
"Nggak, aku hanya berpikir, kapan aku akan memberikan coklat ini kepada kak heiro-kun.." Kataku cepat agar tidak dicurigai echika.
"Begitu ya.....?"
Kata echika hanya tersenyum saja dan kembali ketempat duduknya.

'Memang benar... Ran-chan tidak lagi memikirkanku, dia hanya memikirkan kak heiro-kun, lihat saja nanti!' Kata echika kesal dalam hati.

Sewaktu istirahat, aku tidak menemui kak heiro-kun. Karena kak heiro-kun takut diserang cewek-cewek dan aku memakan bekal bersama echika.
"Wah! Echika, bekalmu kelihatannya enak!" Kataku girang.
"Hehehe.. Aku yang memasaknya sendiri loh!" Kata echika bangga.
"Hebat!hebat! Kamu bisa membuat yang seperti ini! Aku saja tidak bisa!" Kataku senang.
"Echika! Kapan-kapan ajari aku ya, caranya memasak!" Kataku senang memandang echika.
"Baiklah, akan kuajarkan deh!" Kata echika tersenyum.
"Echika baiikk deh!!! Aku sayang!!!" Kataku memeluk echika dari belakang.
"Hahahahaha...." Echika hanya tertawa lepas.
'Apa aku benar-benar tidak dianggap sama ran-chan? Tapi, aku sangat senang sekali bersama ran-chan...' Kata echika berpikir dalam hati.

Tiba-tiba, tetsu-kun memanggil echika, aku tak tahu ada apa. Tapi, sepertinya sangat penting.
"Ada apa tetsu-kun?" Tanya echika saat diluar kelas.
"Ingat, kamu jangan sampai terbawa suasana cuma gara-gara dia bersikap baik padamu. Dia itu hanya mendekatimu saat heiro-kun sibuk atau ada halangan saja." Kata tetsu-kun memastikan agar echika tak berubah pikiran.
"Ya... Aku tahu itu dan nanti aku akan melaksanakan rencanamu. Sepertinya, ran-chan akan memberikan coklatnya saat pulang sekolah." Kata echika merencanakan. "Bagus! Seperti dugaanku!  Rencana ini pasti akan berhasil!" Kata tetsu-kun senang dengan rencananya.

"Kalau begitu, aku masuk dulu. Nanti ran-chan mencurigai kita." Kata echika sambil masuk kembali kekelas.

"eh.. Tadi ada apa dengan tetsu-kun? Kenapa dia memanggilmu?" Tanyaku kebinggungan memandang echika.
"Ti-tidak, tadi tetsu hanya menyuruhku untuk membantunya membawakan buku-buku pelajaran saja." Kata echika yang cepat mencari alasan.
"Hm.. Begitu ya? Yuk, kita lanjutkan makan!" Kataku melanjutkan makan.

Seusai istirahat,
Pelajaranpun kembali berlanjut.
Aku membuat surat kecil untuk echika.
Yang bertuliskan:
"Echika, nanti kamu tunggu aku ditangga sekolah ya!" Setelah itu, aku memberikan surat itu kepada echika.
Echika pun membacanya dan membalas suratku:
"Mau ngapain disana?"
Aku membalasnya lagi :
"Aku mau kasih coklat ke kak heiro-kun, kamu ikut ya."
'Memang bener deh!... ' Kata echika kaget.
"Baiklah aku akan ikut" balas echika menjalankan rencananya.

Tak lama, lonceng pulang pun berbunyi.
Aku sudah tak sabar lagi memberikan ini kepada mereka berdua.
"Yuk! Kita pergi, echika!" Ajakku menarik tangan echika.
"Tu-tunggu! Aku lupa menggambil bukuku dikantor. Aku akan menyusulmu." Kata echika pergi meninggalkanku.

Aku pun tetap berjalan kearah tangga sekolah.

"Kamu sudah siap?!" Tanya tetsu-kun.
"Sudah!sudah! Aku akan menjalankan rencanamu." Kata echika .
Mereka berdua berjalan mendekati ran-chan.
Saat echika melihat kak heiro yang sedang berjalan kearah ran-chan.
Tiba-tiba, tetsu menyuruh salah satu murid perempuan untuk memberikan coklat kepada kak heiro-kun.
"Hei, kamu mau memberikan coklat itu ke kak heiro-kun, kan?" Tanya tetsu-kun kepada cewek itu.
"I-iya.. Tapi bagaimana ya?" Tanya cewek itu malu-malu.
"Kamu datangin saja! Dia pasti trima kok!" Kata echika menyemangati perempuan itu.

Lalu, anak perempuan itu memberanikan diri untuk memberikan coklat itu kepada kak heiro-kun.
"Kak .. Anu.. Aku ingin memberikan mu coklat ini..." Kata perempuan itu menyodorkan coklatnya.
"Wah.. Makasih ya.. Tapi..." Kata kak heiro-kun mau menolak coklat perempuan itu.
"Aku sudah membuatnya dengan susah payah kak... Aku ingin melihat kak heiro-kun senang memakannya..." Kata perempuan itu malu-malu dan kak heiro-kun menerima coklatnya itu.

Tak disangka, ran-chan melihat semuanya dengan jelas dari kejauhan.
Ran-chan hanya kaget melihat kak heiro-kun yang menerima coklat orang lain dengan wajah yang senang.
Saat perempuan itu pergi dan melewati ran-chan....
"Maaf ya ran-chan.... Kak heiro-kun sangat senang menerima coklat dariku.. Dia bilang coklatku lah yang terbaik, jadi sebaiknya kamu tak usah lagi memberikannya.." Kata perempuan itu sesuai rencana tetsu-kun.
Aku hanya kaget mendengar kata-kata perempuan itu.
Tiba-tiba..
*bruk!!!*
"Hai!!! Ran-chan!!!aku datang!" Teriak echika mendorong ran-chan, hingga coklatnya terjatuh dan rusak.
"Co-coklatnya...." Kataku syok memandang coklatku.
"Ma-maaf! Aku tidak sengaja! Tadi aku berlari karena takut kamu meninggalkanku." Kata echika pura-pura minta maaf.
"Ba-bagaimana ini.... Coklat untuk kak heiro-kun...." Kataku terbata-bata.

Saat kak heiro-kun datang mendekatiku, aku hanya memandang kak heiro-kun tanpa berbicara apapun.
"Ada apa, ran-chan? Mau pulang bareng?" Tanya kak heiro-kun kepadaku.
"A-anu... A-anu...." Kataku terbata-bata tidak dapat menjawab.
"Wah! Makasih ya, ran-chan! Coklat ini untukku, kan?!" Tiba-tiba tetsu-kun menggambil coklatku yang rusak itu.
"Tetsu-kun... Itu... Itu...." Aku sangat kaget melihat kejadian ini.
'Kenapa jadi begini...' Kataku dalam hati panik.
"Kamu memberikan coklat kepada tetsu-kun juga ya? Kamu baik ya, ran-chan. Kalau begitu aku pulang dulu." Kata kak heiro pergi meninggalkanku.

Aku tak berani memanggil kak heiro-kun, dia pasti sudah marah.
Padahal aku sudah bersemangat memberikannya coklat yang kubuat itu.
Tetapi kenapa jadi begini.....

Nantikan dicerita ran-chan S2.3!

Thx~

cerita ran-chanS2.1: teman

Liburan tahun baru sudah selesai, dan sekarang memasuki semester baru.
Sewaktu menyambut tahun baru. Aku dan kak heiro pergi bersama kekuil untuk berdoa. Pengharapan kami cuma satu "buatlah kami slalu bersama selamanya."

"Pagi ran-chan!" Kata kak heiro-kun menyapaku.
"Pagi kak!" Kataku tersenyum. Aku dan kak heiro sudah 2 bulan pacaran, dan sebentar lagi memasuki 5 bulan.
'Semoga tidak ada halangan lagi' kataku dalam hati.
"Pagi-pagi aja sudah mesra ya!" Kata echika tersenyum usil.
"Hahaha... Echika, bagaimana tahun barunya?" Tanyaku kepada echika.
"Huh! Membosankan! Aku cuma berkumpul sama keluarga saja! Kalian sih enak yang pacaran!" Kata echika kesal.
"Hahahaha.... Makanya, cari cowok dong!" Kata kak heiro memukul kepala echika dengan lembut.
Kami tertawa, dan berbincang-bincang dengan senangnya.

Sewaktu aku berpacaran dengan kak heiro-kun, aku memberitahukan kepada tetsu dan aku menjelaskan semuanya.
Tanpa kusadari, tetsu-kun memandang kak heiro-kun kesal dan penuh dendam.....

Saat aku memasuki kelas, aku melihat tetsu sedang memandang ke arah jendela luar.
"Pagi tetsu, ngapain kamu melamun saja?" Tanyaku semanggat memanggil tetsu.
"Ah... Pagi ran-chan. Aku hanya mencari udara segar saja. Udara disini segar sekali loh." Kata tetsu-kun tersenyum.
"Mana?mana?" Kataku berdiri disebelahnya, mencari udara.
Seketika muka tetsu-kun memerah saat aku berada disampingnya.
"Ada apa, tetsu-kun? Mukamu merah sekali? Demam ya?" Tanyaku khawatir.
"E-enggak kok!" Kata tetsu-kun malu-malu.
'Aku tak percaya, ran-chan sudah diambil oleh kak heiro-kun....' Kata tetsu-kun dalam hati memandangi ran-chan yang sibuk mencari angin.

"Waaahh!!! Benar-benar sejuk ya!" Teriakku senang.
"Semenjak kamu pacaran dengan kak heiro, kamu jadi semanggat sekali..." Kata tetsu-kun tertawa.
"Hehehehe.... Mungkin, ya?" Kataku tertawa lepas.

Pelajaranpun dimulai, semua murid dengan tenang mendengarkan penjelasan guru.
Aku yang mengantukpun tiba-tiba tertidur lelap.
*------*
"Kak heiro...?"
"Kenapa kak heiro ada diujung sana?"
Saat aku berlari mendekati kak heiro
Kak heiro menjauhiku.
"Kenapa kak heiro menjauhiku?"
Tiba-tiba, ada tetsu-kun disebelahku sambil tersenyum memandangku.
"Tetsu-kun?"
"Aku yang akan menjadi pacar terbaikmu, ran-chan." Kata tetsu-kun tersenyum lembut.
"A-apa??" Kataku kaget.
"Ya... Aku yang menjadi pacar terbaikmu, dan aku yang selalu menemanimu, ran-chan."
*BRAK!!!*
"RAN-CHAN!!" Tiba-tiba seseorang memukul mejaku sehingga aku terbangun.
"JA-JANGAN!!!" Kataku terjerit tanpa sadar.
"Apanya yang 'jangan', hah?!?!" Tanya bu fujisu memarahiku.
"Ti-tidak, bu!" Kataku panik ketakutan.

"Lain kali jangan tidur didalam kelas! Ingat itu!" Kata bu fujisu kesal.
"Ba-baik bu...." kataku pelan.
'Mimpi apa sih itu?! Aneh sekali... Kok pacarku jadi tetsu-kun?' Kataku dalam hati sambil binggung.

*teng...*teng...*teng....*
Istirahatpun tiba, saat yang kutunggu-tunggu.
"Echika, aku pergi dulu ya." Kataku melambaikan tangan.
"Iya...." Jawab echika.

"Apaan sih... Selalu saja, ran-chan bersama kak heiro. Akukan jadi sendirian.." Kata echika sedih memandang bekalnya.
Tiba-tiba, tetsu-kun melihat ekspresi echika yang sedih itu, dan tetsu-kun hanya tersenyum.

"Echika... Makan bareng denganku yuk!" Ajak tetsu-kun menghampirinya.
"Ah... Tetsu-kun.." Kata echika senang melihat tetsu-kun mengajaknya makan bersama.

Lalu, Mereka pun makan bersama dengan senangnya.
"Kamu kenapa? Tadi kelihatannya sedih banget?" Tanya tetsu-kun.
"Aku hanya kesal. Kenapa aku tak pernah lagi makan bareng dengan ran-chan, dan juga dia selalu memikirkan kak heiro-kun. Waktu aku mengajaknya bicara, dia hanya menceritakan tentang kak heiro-kun." Kata echika kesal.
"Hmm... Sebenarnya, aku juga kesal melihat mereka berdua. Selama ran-chan berpacaran dengan kak heiro-kun, dia selalu saja mementingkan keadaan kak heiro-kun dari pada teman-temannya. Padahal, akukan teman sejak SDnya..." Kata tetsu-kun kesal.
"Bener tuh! Apa lagi, sebentar lagi mau valentine! Ran-chan, pasti sibuk tuh! Membuat coklat untuk kak heiro-kun." Kata echika kesal.
"Hahaha.. Kalau itu sih, sudah sewajarnya! Tapi, kalau kamu mau.. Aku bisa kok, menggagalkan ran-chan dihari valentinenya." Kata tetsu-kun dengan santai.
Echikapun kaget mendengar hal itu.
"I-itukan, tidak adil...." Kata echika kaget.
"Kenapa tidak adil? Lihat saja ran-chan, dia tidak memedulikanmu, kan?" Kata tetsu-kun meyakinkan.

'Benar juga yang dikatakan tetsu-kun, selama ini ran-chan tidak pernah memedulikanku. Dia hanya memikirkan kak heiro-kun...' kata echika dalam hati sambil berpikir.
'Tapi.... Aku kan temannya. Tidak mungkin aku menghancurkan hubungan mereka...' Kata echika berpikir sejenak.
"Maaf tetsu-kun, aku tak bisa melakukan itu...." Kata echika sedih memandang tetsu-kun.
"Ya.. Tidak apa-apa kok. Kalau kamu berubah pikiran, datang lah ketempatku. Akan ku lanjutkan rencanaku itu." Kata tetsu-kun pergi berlalu saat lonceng masuk berbunyi.

Tak lama, ran-chan pun  kembali kekelas.
"Echika, nanti kamu mau temani aku berbelanja, nggak? disupermarket?" Tanyaku memandang echika.
"Mau ngapain disana?" Tanya echika yang masih memikirkan soal rencana itu.
"Aku mau beli coklat batangan disana, dan aku akan membuat coklat spesial untuk kak heiro-kun. Hehehe.. Bagaimana?" Kataku dengan senang.
'Betulkah dia hanya memikirkan kak heiro-kun saja...?' Tanya echika dalam hati.
"Aku mau buat apa ya? Shortcake atau coklatcake? Yang mana menurutmu, kak heiro suka?" Tanyaku kepada echika sambil melihat- lihat buku resep membuat coklat.
'Benar... Benar sekali! Ran-chan tidak pernah memikirkanku lagi!' Kata echika dalam hati yang mulai kesal.
"Maaf ran-chan, aku ada urusan penting sepulang sekolah." Kata echika menolak ajakkan ku.
"Hm... Kalau begitu,aku pergi sendirian saja." Kataku tersenyum.
"Maaf ya..." Kata echika memandangku sedih.

Sepulang sekolah, aku langsung pergi kesupermarket dekat rumahku.
Seketika itulah, echika mencari tetsu-kun.
"Baiklah! Baiklah! Aku setuju dengan rencanamu, tetsu-kun!" kata echika yang memandang tetsu-kun.
"Wah.... Akhirnya kamu sadar juga ya!
Baiklah aku akan menjalankan rencananya."
Kata tetsu-kun tersenyum.
"Begini.... Pertama, aku akan membuat kak heiro-kun menjauhi ran-chan. Saat ran-chan, mau memberikan coklat, kita harus meminta seseorang untuk membantu kita. Saat ran-chan melihat kak heiro-kun bersama gadis lain, hatinya akan cemburu dan tidak jadi memberikan coklatnya kepada kak heiro-kun.
Bila ran-chan tetap ingin memberikan coklatnya, Disaat itulah kamu yang bertindak, dengan cara berpura-pura menabraknya dan menginjak coklatnya. Bagaimana?" Kata tetsu-kun yang sudah merencanakan semuanya.
"He-hebat.... Kamu sudah merencanakannya dari awal ya...." Kata echika kaget.
"Hahahaha... Mereka berdua itu memang target utamaku." Kata tetsu-kun bangga.


Nantikan cerita ran-chan S2.2

Thx~ 

cerita spesial: kamu dan dia4(end)

Akupun kembali menuju tenda dengan rasa kebinggungan. Aku tak dapat memilih semuanya.

"Ai-chan! kamu kemana saja sih?!?! Kita ini sibuk tahu!" Kata kawa-chan memarahiku.
"Iya! Besok kita harus bergegas untuk pulang!" Lanjut himeni-chan memarahiku.
"Iya deh! Iya!" Kataku kesal.

Setelah membereskan barang-barangku, tak terasa hari sudah sore.
Aku berjalan keluar tenda dan duduk didepan tenda sambil memandang langit yang mulai gelap.
'Apa yang akan aku lakukan setelah ini...' Kataku dalam hati sambil berpikir.
"Hei... Kenapa kamu sendirian saja?" Seseorang dari belakang menepuk pundakku.
"Nat---" saat aku menoleh kebelakang, rupanya bukan natsu-kun yang menepuk pundakku, melainkan kazu-kun.
"Ka-kazu-kun! Kenapa kamu disini?" Tanyaku kaget.
"Hahaha... Kaget ya? kamu lagi mikirin apa sih? Sampai kamu salah memanggilku?" Tanya kazu-kun sambil duduk disebelahku.
"Ti-tidak ada kok.... Kalian masih berantem ya?" Tanyaku menganti topik.
"Aku putus dengan seira-chan. Aku yang memintanya untuk putus, aku......." Kata kazu-kun pelan.
"Kenapa kamu putusin seira-chan? Diakan sayang sama kamu, kazu-kun...." Kataku heran memandang kazu-kun.
"Itu karena aku masih---" kata-kata kazu-kun terhenti ketika bu misaki menyuruh semua murid untuk berkumpul.
"Nanti saja kita lanjutkan! Aku pergi dulu ya!" Kata kazu-kun dengan muka yang agak merah pergi berlalu. Akupun kembali ketendaku memanggil mai-chan.

Saat berkumpul......
"Anak-anak, karena ini hari terakhir kita. Ibu harap kalian mendapat berbagai kenangan disini, buruk maupun bagus. jangan mensia-siakan kesempatan yang datang padamu, semua pilihan hidupmu ada ditanganmu dan apapun pilihanmu, kamu harus siap menanggungnya. Sekian dari ibu, hanya itu yang dapat ibu sampaikan.terima kasih." Kata bu misaki mengakhiri pidatonya.
Kamipun kembali ketenda dan bersiap-siap untuk tidur.
Saat ditendaku, aku berpikir.
'Apa maksud dari perkataan bu misaki? pilihan hidupmu ditanganmu? Apa yang harusku pilih?' Sesaat aku berpikir tentang kazu-kun dan natsu-kun. Entah kenapa aku jadi tidak bisa tidur.
Akupun berjalan didekat tendaku berada dan duduk disitu sambil memandang langit yang penuh bintang.
"Cantiknya....." Kataku sambil memandang langit.
"Andai aku bisa melihat bintang-bintang ini bersama......" Kataku tanpa sadar.
"Bersama siapa?" Kata seseorang mendekatiku.
"Ti-tidak kok!" Kataku panik.
"Hahahaha... Mukamu lucu sekali ya kalau panik!" Kata seseorang itu tertawa.
"Kazu-kun! Kamu ini! Mengkagetkanku saja!" Kataku memandang kesal kazu-kun.
"Hahahaha.. Kamu tidak bisa tidur juga ya?" Kata kazu-kun tersenyum memandang langit yang membuat mukaku merah seketika.
'Manis!manis sekali!' Teriakku dalam hati melihat muka kazu-kun.
"ai-chan, kita keliling disana yuk!" Ajak kazu-kun.
"Ta-tapi! Aku takut gelap...." Kataku trauma mengingat kejadian kemarin.
"Tidak apa-apa... Aku kan selalu disampingmu. Yuk!" Kata kazu-kun menarik tanganku.
'Selalu disampingmu?' Kata-kata itu selalu tergiang diotakku.
"lihat, ai-chan! Bulannya indah sekali!" Kata kazu-kun menyuruhku untuk melihat bulan tersebut. Akupun menoleh keatas.
Ternyata benar! Bulannya tampak indah dan dihiasi bintang- bintang yang bertaburan disekelilingnya, cahaya bulannya lembut sekali.
"I-indah sekali......" Kataku terpesona melihat bulan itu.
tiba-tiba muka kazu-kun memerah melihatku dan ia memelukku dengan erat.
"Ai-chan.... Aku.... Aku ingin selalu melihat wajahmu yang tersenyum itu... Selalu!" Kata kazu-kun sambil memelukku.
Aku sangat kaget, debaran jantungku semakin kencang. 
"Ka-kazu-kun? Kamu kenapa?" Kataku heran.
Tiba-tiba, kazu-kun langsung melepaskan pelukkannya.
"Ma-maaf ai-chan! Kebawa suasana! Hehehe.." Kata kazu-kun tersenyum memandangku dengan muka yang sangat merah.
'Apa Aku memang sangat mencintai kazu-kun? Tapi rasanya aku tak nyaman bersamanya...' Kataku dalam hati.

*sret....*
Tanpa diketahui mereka,
Ada natsu-kun yang sedang memandang mereka dari kejauhan dengan muka yang sedih dan ia langsung berlalu pergi.

Esok paginya....
"Hooaaaamm......" Aku menggosokkan mataku dan langsung cepat- cepat mandi.
 "Wah! Tumben ai-chan, bangunnya pagi?" Tanya mai-chan yang sedang menyisir rambutnya yang lurus itu.
"Hehehehe.... Ini kan saatnya pulang, kalau aku bangunnya siang, entar 3 cewek centil itu ngoceh-ngoceh." Kataku sambil tertawa kecil.

Dan  saatnya kami berangkat menuju sekolah, semua murid-murid langsung lesu mendengar bus akan berangkat. Mereka masih ingin diperkemahan ini, banyak kejadian yang tak terlupakan.
'Ya! Seperti tadi malam! Itu seperti mimpi yang sangat indah!' Kataku girang mengingat kejadian tadi malam.

Saat diperjalanan menuju sekolah aku berbincang-bincang kepada mai-chan dan bermain kartu.
"Kamu semangat sekali hari ini? Ada apa?" Tanya mai-chan heran melihatku.
"Tidak ada kok. Yuk, kita main lagi!" Kataku girang sambil menggambil kartu poker.

Tiba-tiba, natsu-kun menghampiriku.
"Sepertinya kamu sudah semanggat lagi? tawamu juga tidak dibuat-buat. Hebat ya!" Kata natsu-kun mengkagetkanku dengan senyumannya.
"Hahaha... Kamu ini! Ikut main yuk, natsu-kun!" Ajakku sambil menyuruhnya duduk disebelahku.
"Wah!wah! Serasi deh!" Kata mai-chan meledek kami.
"Apaan sih?!" Kataku memandang kesal mai-chan, dan mai-chan hanya tertawa lepas.

Disepanjang perjalanan aku merasakan hal yang sangat menyenangkan saat bersama natsu-kun.
dan kamipun tiba disekolah.
"ai-chan, usul yang aku berikan kemarin, tak perlu kau pakai lagi. karna kelihatannya kazu-kun sudah menyukaimu." Kata natsu-kun sambil tersenyum.
"Benarkah?!" Tanyaku kaget.
"Iya... Mungkin sebentar lagi dia nembak kamu." Kata natsu-kun sambil menggosokkan kepalaku.
"Wah! Terima kasih ya, natsu-kun! Selama ini kau selalu menghiburku...." Kataku senang memandang natsu-kun.
'Ya, ini semua berkat natsu-kun, dia sudah membantuku sampai sejauh ini.' Kataku dalam hati.

Akupun kembali kekelas, dan memulai pelajaranku.
"Haduh! Baru saja pulang, malah langsung belajar!" Protes teman-temanku satu kelas.
Sesampai istirahat, aku langsung mencari natsu-kun untuk makan bersamanya.
Saat kami duduk diteras atas sekolah,
Tiba-tiba kazu-kun datang mencariku.
"Ada apa kazu-kun?" Tanyaku heran.
"Aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu, Apa kamu bisa ikut aku sebentar?" Ajak kazu-kun dengan muka yang sangat merah.
"Tapi... Aku sedang--" saat aku mau menolak ajakkannya, natsu-kun langsung menepuk bahuku dengan lembut.
"Pergi saja dengannya, aku tidak keberatan kok!" Kata natsu-kun tersenyum.
Akupun menerima ajakkan kazu-kun dan pergi meninggalkan natsu-kun sendiri. Sesaat aku melihat muka natsu-kun yang sedih, aku sangat kaget melihatnya.
"Tu-tunggu...." Kataku memberhentikan langkahku.
"Ada apa ai-chan?" Tanya kazu-kun.
"Bi-bisakah kita berbicara disini saja? Aku harus....." Kataku menundukkan kepala.
"Iya.. Tidak apa-apa kok, aku hanya mau bilang ... Aku suka padamu, ai-chan. Bukan sebagai teman kecil. Tetapi sebagai sepasang kekasih...." Kata kazu-kun malu-malu memandangku dengan muka merah sekali.
Aku sangat kaget dan tak bisa berkata-kata.
'Kenapa? Kenapa tidak ada perasaan senang saat kazu-kun menyatakan perasaannya? Padahal aku suka dengannya? Kenapa?' Tiba-tiba terlintas dikepalaku senyuman natsu-kun dan tawanya. Semua ekspresianya yang membuatku bahagia, bahkan kejadian waktu aku bertemu dengannya. Semua terlintas dikepalaku.
'Ternyata....... Selama ini... Aku bukan menyukai kazu-kun tetapi natsu-kun dan aku tidak mau melihat natsu-kun pergi meninggalkanku..' Kataku tersadar dengan perasaanku sendiri.

"A-aku....a-aku....aku tak bisa karna aku menyukai natsu-kun...." Kataku terbata-bata menjawabnya.
Kazu-kun hanya memandangku dengan senyum tulusnya

*brak!*brak!*
"AI-CHAN!!!! AKU SANGAT MENCINTAIMU DAN AKU TAK MAU  KAMU PERGI DARI SISIKU!!!!" Teriak natsu-kun dari kejauhan yang membuat semua murid memandangiku dan juga kazu-kun.
"Na-natsu-kun......" Kataku kaget saat natsu-kun mendekatiku.
"Maaf kazu-kun, aku memang tak bisa menyerahkan orang yang paling berharga bagiku. Aku tahu, kamu juga menyukai ai-chan, tapi---." Kata natsu-kun menarik tanganku.
"Sudahlah natsu-kun.... Ai-chan, sudah menolakku kok. Dia bilang bahwa dia menyukai mu." Kata kazu-kun tersenyum memandangku.
"I-i-iya natsu-kun... Aku su-suka dengan natsu-kun, karna hanya natsu-kun yang selalu membuatku tertawa dan membuatku bahagia..." Kataku memandang natsu-kun.

"Makasih ya natsu-kun... Selama ini kamu selalu menyemangatiku dan aku baru menyadari sekarang, bahwa aku sayang padamu..." Kataku sambil memeluk natsu-kun.
Natsu-kun hanya terdiam menatapku dengan muka yang memerah.
"Hehehe... Semoga kalian bahagia ya..." Kata kazu-kun tersenyum kecil.
"Kazu-kun! Terima kasih ya, karena sewaktu kita masih kecil. Kamu yang selalu melingdungiku" kataku tersenyum kepada kazu-kun.

Itu terakhir kalinya, aku melihat senyuman terbaik kazu-kun dan memulai hidupku yang baru bersama natsu-kun, seperti lembaran baru yang akan kuisi bersama natsu-kun. Selalu bersama selamanya.
END


Nb : nantikan, cerita ran-chan season 2!

cerita spesial: kamu dan dia3

"Rencana?! Rencana apa yang akan kamu buat?" Tanya kawa-chan penasaran.

"Begini.... Nanti kita akan pergi kehutan dengan mereka berdua sesuai perintah bu misaki. Disaat itulah kita tinggalkan mereka ditengah hutan, biar tahu rasa mereka!" Jelas himeni-chan cerdik.
"Ide yang bagus, himeni-chan! Ayo, kita langsung saja menjalankan rencana." Kata sakura-chan tak sabar untuk membalas dendam.
"Tunggu dulu! Kita juga harus ada persiapan! Jangan sampai malah kita yang tersesat." Kata himeni-chan memperingatkan mereka.

Setelah semua persiapan selesai,
Semua murid berkumpul untuk memulai permainan dari bu misaki.
"Oke anak-anak, selamat berjuang!" Kata bu misaki melangsungkan permainannya dengan cepat.

"Ayo, kita cari benda itu!" Kata kawa-chan tenang seakan-akan mereka tidak membuat sebuah rencana.
"Mai-chan.... Sudah mulai gelap nih! Akukan takut gelap...." Kataku memegang tangan mai-chan.
"Tenang saja, ai-chan. Bentar lagi juga kita selesai." Kata mai-chan mengikuti himeni,sakura,dan kawa-chan dari belakang.
"Hihihi.... Rupanya ai-chan takut sama gelap, ya? Seru, nih?!" Bisik sakura-chan.
"Hei.. Bersikap tenang! Jangan sampai ketahuan mereka!" Kata kawa-chan memperingatkan.
"Hei, ai-chan, Mai-chan! Tuh disana ada cangkir kecilnya!" Teriak himeni-chan girang sambil menjalankan rencananya.
"Iya! Disana! Ayo, ai-chan kita ambil!" Kata mai-chan berjalan menuju arah cangkir tersebut.

" Ayo, kita pergi dari sini!" Kata himeni-chan melaksanakan rencananya.
"Siip!" Mereka langsung pergi ketempat lain, dan meninggalkan mai-chan dan ai-chan.

"Ma-mai-chan.... Mereka bertiga kemana?" Kataku gemetaran.
"loh? Bukannya, mereka disana tadi?!" Tanya mai-chan kebinggungan.
"Ja-jangan-jangan, kita ditinggalkan mereka!" Kataku memastikan.
"iya! Ini pasti rencana balas dendam mereka!" Kata mai-chan kesal.
"Ayo ai-chan, kita pergi kembali ketenda! Jangan sampai kita tersesat disini!" Kata mai-chan menarik tanganku menuntun jalan.
Sudah 30 menit kami menggelilingi hutan. tetapi, kami tak sampai-sampai diperkemahan.

"Gawat! Inikan jalan yang kita lewati tadi?" Kata mai-chan kebinggungan.
"Mai-chan! Bagaimana dong?!?!" Kataku mulai menanggis ketakutan.
"Tenang saja, pasti bu misaki akan mencari kita." Kata mai-chan menenangkan.

Tetapi....
"akhirnya kita selesai juga dengan permainan bodoh ini..." Kata kawa-chan sambil duduk didekat tenda.
"Bu misaki, kita sudah menggambil cangkirnya!" Kata himeni-chan sambil memberikan cangkirnya.
"Wah! Bagus sekali.. Tapi kok, cuma kalian bertiga saja? 2 orang lagi kemana?" Tanya bu misaki.
"Anu bu, ai-chan dengan mai-chan sedang tiduran ditenda, kecapekan mereka, bu." Kata himeni-chan cerdik sambil tersenyum kecil.
"Kalau begitu, ya sudah..." Kata bu misaki berlalu melihat keadaan kelompok lain.

Sementara itu......
"Hiks...hiks.... Mai-chan.... Ini dimana?" Tanyaku sambil menanggis.
"Manaku tahu! Kalau aku tahu ini dimana, pasti kita tidak akan tersesat begini!" Kata mai-chan menuntunku.

Tiba-tiba, senter yang kami pakai mati dan kami tidak membawa batrai cadangan.
"Aduuh!!! Kenapa mati,sih!" Kata mai-chan kesal sambil membanting senternya.
"Mai-chan!mai-chan! Lihat! Lihat! Ada yang bersinar-sinar disana!" Kataku girang sambil menarik tangan mai-chan.
"I-itu...." Mai-chan melihat banyak kunang-kunang didepannya. Tetapi, saat mai-chan melihat dengan jelas....
"Tunggu!!!! Tunggu, ai-chan!!! Jangan kesana!!!!" Teriak mai-chan sekuat tenaga.
"Ayo! Cepat! Mungkin, kita bisa gunakan itu sebagai penerangan!" Kataku sambil berlari kedepan.
Tiba-tiba.....
*bruk!!!!*
Didepanku ada jurang yang sangat besar.
"MA-MA-MAI---" aku tak sempat lagi berteriak dan langsung jatuh kedalam jurang tersebut.
"AI-CHAN!!!!!! AI-CHAN!!!! Kamu dimana?!?! Cepatlah, jawab akuu!!" Teriak mai-chan panik sambil memanggilku dari atas jurang.
Kepalaku sakit sekali, kaki dan tanganku terluka. Aku takut sekali disini, gelap.... Sendirian....

"AI-CHAN!!!!! JAWAB PANGGILANKU!!" Teriak mai-chan sambil menanggis memanggilku.
*srek...*srek...*srek...*
Ada yang berlari dengan kencang kearahku. 'Apa itu?binatang buas?!?! Aku tak bisa berlari lagi!' Kataku menanggis.
'Tolong jangan....' Kataku ketakutan, semua badanku gemetaran.
"AI-CHAN!!! Apa kamu baik-baik saja?!" Kata seseorang langsung memelukku.
Pelukannya begitu hangat....
'Apa ini kazu-kun..... Apa benar begitu?'
Aku hanya bisa menanggis dipelukkannya.
"Ai-chan... Ayo, kita kembali ke perkemahan, akan kuobati luka-lukamu." Kata seseorang itu dengan lembut mengendongku dan membawaku ke perkemahan. Mai-chan juga sudah sampai, setelah bu misaki mencarinya lagi.

"Ai-chan... Ai-chan... Apa kamu sudah sadar?" Kata mai-chan memanggilku.
"Ma... Mai-chan.... Apa kita selamat?" Tanyaku pelan.
"Kita selamat, ai-chan! Kita selamat! Natsu-kun yang menemukanmu dan langsung memberi tahu bu misaki." Kata mai-chan menjelaskan.
"Na-natsu-kun?!" Kataku kaget.
"Iya! Kukira dia jahat, rupanya dia baik seperti dugaanmu!" Kata mai-chan tersenyum.
'Jadi, yang tadi menyelamatkanku adalah natsu-kun? Bukan kazu?' kataku dalam hati dengan beribu-ribu pertanyaan yang rumitku jawab.
"Dasar! Memang licik sekali mereka! Awas saja mereka itu!" Kata mai-chan mengepalkan tangannya dengan marah.
"Hahaha.... Tenang saja, mai-chan.. Nanti juga kena karma dengan sendirinya." Kataku sambil tertawa melihat tingkah mai-chan yang lucu.
"Apa kamu sudah pulih, ai-chan?!" Kata natsu-kun melihat keadaanku.
"Su-sudah.... Terima kasih banyak ya, natsu-kun.. makasih!" Kataku tersenyum memandangnya.
"E? I-iya... Ta-tadi aku hanya kebetulan lewat situ kok!" Kata natsu-kun dengan muka yang merah.
'Kebetulan lewat? Seingatku, dia berlari dengan kencang mencariku.... Apa hanya mimpi ya?' Kataku dalam hati.
"Hahaha...... Iya, natsu-kun! Aku juga berhutang budi padamu loh!" Kata mai-chan girang.
"Hahahaha... Iya..iya..." Jawab natsu-kun dengan tenang sambil tersenyum.

"Kalau begitu,Aku pergi dulu ya! Nanti kelompokku marah-marah." Kata natsu-kun melambaikan tangannya dan berlalu pergi.

"Hei!hei! Ai-chan, ternyata natsu-kun benar-benar keren ya!" Kata mai-chan tersenyum.
"Kamu ini! Sudahlah, yuk, kita tidur.. Besok kita harus bangun pagi." Kataku kembali berbaring dan tertidur.

Esok paginya,
kelompokku mendapat tugas untuk memasak.
Kami berlima pun mulai memasak dengan tenang.
Aku melihat, mai-chan sedang memandang 3 orang itu dengan tatapan yang tajam.
Aku hanya tertawa melihat mai-chan.
"Hei! Apa sih, yang kamu tertawakan?!" Tanya mai-chan heran.
"Ya, kamu lah mai!" Kataku melanjutkan tawaku.
"Hush! Jahat sekali sih! Teman sendiri ditertawai!" Kata mai-chan memarahiku.

Selesai memasak, aku pergi kepinggir danau dekat perkemahanku. Sesuai janji natsu-kun.
"Maaf, aku telat! Tadi kelompokku mendapat tugas memasak." Kataku sambil duduk disebelahnya.
"Nggak apa-apa kok, aku juga baru sampai." Kata natsu-kun tersenyum.
"Nah, gimana? Sudah dapat rencana barunya?" Kataku memandang natsu-kun.
"Hmm... Usulku sih, hanya menyuruhmu untuk bersikap baik pada kazu, dan kau harus slalu membantunya ketika dia kesulitan. Dia juga akan menilaimu dari itu." Kata natsu-kun berpikir.
"Benar juga sih.... Mungkin usulmu bisa dicoba." Kataku menyetujui.
"Makasih ya, sudah mau membantuku." Kataku tersenyum memandang natsu-kun.
"I-iya... Itu hanya usulku kok!" Kata natsu-kun malu-malu.

"Ai-chan!ai-chan!" Teriak mai-chan.
Aku langsung menoleh kearah belakang.
"Ada apa?" Kataku heran.
"Itu... Kazu mencarimu..." Kata mai-chan.
Aku langsung kaget dan memandang natsu-kun.
"Silahkan ...." Kata natsu-kun tertawa kecil.

Aku berjalan kearah kazu,
"Ada apa kazu...?" Kataku pelan.
"Aku hanya mengkhawatirkan mu, kemarin kudengar kamu tersesat dihutan, ya? Apa kamu terluka?" Kata kazu-kun memandangku cemas.
'Kok dia bisa tahu!' Kataku dalam hati.
"Iya... Tapi sudah baikkan kok!" Kataku tersenyum memandang kazu-kun.
Sesaat aku melihat wajah kazu yang memerah.
"A-aku..... Aku berantem dengan seira-chan..." Kata kazu lemas.
"Kenapa bisa?! Bukannya kalian pasangan serasi?" Kataku terkejut.
"Dia bilang, aku lebih mengkhawatirkan ai-chan, dari pada dirinya. Mau bagaimana lagi? Akukan temanmu dari kecil, siapa yang tidak khawatir kalau teman kecilnya kenapa-napa." Kata kazu-kun sedih.
'Dia mencemaskan ku! Apakah aku boleh berharap sedikit?' Kataku dalam hati sambil memandang kazu-kun.
"Tapi, tidak apa-apa deh, kalau dia mau meminta putus denganku. Aku memang tak bisa diandalkan." Kata kazu-kun memandangku tersenyum.

"Sudahlah kazu-kun, semua akan baik-baik saja kok! Jangan terlalu khawatir ya..." Kataku memandang kazu-kun sambil tersenyum.
"Makasih ya, ai-chan. Aku pergi dulu." Kata kazu-kun pergi berlalu.

'Apa benar aku bisa berada disisi kazu?! Apa aku boleh berharap sedikit?' Kataku dalam hati sambil berharap.
"Ai-chan! Bagaimana?" Kata natsu-kun yang tiba-tiba datang.
"Dia... Dia mengkhawatirkanku..." Kataku tak percaya dengan omongan kazu-kun.

"Benarkah?! Wah! Bagus sekali! Berarti, memang benar bahwa kazu-kun itu masih memikirkanmu." Kata natsu-kun girang mendengar ceritaku.
"Hehehe.... Mungkin saja begitu..." Kataku tersenyum memandang langit.

"Apa aku tetap harus mengejarnya?" Tanyaku tiba-tiba tak sadar.
"Loh? Kalau kamu masih menyayanginya, kejarlah dia." Jawab natsu-kun tenang.
"Aku........ Aku tidak tahu..." Aku tidak bisa menjawabnya, kenapa aku jadi ragu begini? Apa gara-gara ada natsu-kun? Tapi perasaan sukaku kepada kazu masih ada.
Kenapa? Kenapa perasaanku tak tenang?

Nantikan dicerita spesial: kamu dan dia 4!

Pemberitahuan:
Bila ada kesempatan, akan ada cerita ran-chan season2.

Thx sekian~ 

cerita spesial: kamu dan dia2

*teng*teng*teng*
"Ah! Waktunya istirahat!" Aku langsung cepat-cepat membawa bekalku ketempat natsu-kun.
"Na-natsu-kun!" Panggilku saat bertemu natsu-kun diteras atas sekolah.
"Hm? Ada apa? Kamu yang kemarin, kan?" Tanya natsu-kun dengan nada tinggi *namanya juga preman*
"Aku hanya mengucapkan terimakasih atas jasamu kemarin.... Ini aku bawakan bekal untukmu" kataku tersenyum sambil menyodorkan bekal yang kubuat tadi pagi.

Sesaat aku melihat wajah natsu-kun memerah.
"Ah...ehm... Makasih ya. Baru pertama kali ada orang yang berbuat baik padaku" Kata natsu-kun malu-malu.
"Hehehe.... Silahkan saja dicoba!" Kataku tersenyum.
"I-iya.." Natsu-kun mencoba sesendok makanan bekal ku dan...
"Wah! Apa ini?! Enak sekali loh!?! Apa kamu yang buat sendiri?!?!" Kata natsu-kun teriak girang saat memakan bekalku.
"Hahaha.... Iya, makasih. Kalau mau biar kubuatkan besok" kataku tersenyum memandang natsu-kun.

*trek....*
Tiba-tiba ada seseorang yang datang ketempat kami.
Saat aku melihat orang itu adalah kazu dan seria-chan (pacar kazu)
aku langsung menarik natsu-kun untuk bersembunyi.

"A-ada apa sih?! Kok sembunyi begini?!" Tanya natsu-kun binggung.
"Ssttss! Diam dulu.... Entar ketahuan!" Kataku berbisik sambil mengintip kazu bersama pacarnya.
Aku melihat mereka sedang berbincang-bincang dengan sangat asyik, dan kazu terlihat sangat bahagia, Lebih bahagia dibandingkan ia bersamaku. Aku hanya menatap mereka dari kejahuan dengan sedih.
"Hmm.... Itu ya? Jadi kamu suka kazu itu?" Tanya natsu-kun tiba-tiba.
"I-iya, aku suka sekali dengannya..." Kataku malu dan memandang natsu-kun dengan senyuman kesedihan.
"Kamu telah banyak berjuang ya....." Kata natsu-kun sambil menggosokkan kepalaku dengan lembut sambil tersenyum.
"Aku tahu... Pasti sakit sekali kan...." Kata natsu-kun memandang mereka.
Tiba-tiba air mataku menetes, aku tak sanggup lagi melihat mereka.
'Kenapa harus begini? Kalau begini, aku Lebih baik tidak pernah menggenalinya sama sekali!' Kataku kesal dalam hati sambil meneteskan air mataku didepan natsu-kun.
"Hei... Kamu tahu... Jangan pernah menyesali pertemuan mu dengannya... Karna kazu, kamu dapat merasakan cinta yang tulus dihadapannya." Jawab natsu-kun memandangku lembut seakan-akan ia tahu isi kepalaku.
"Ta-tapi..... Aku masih sangat sayang dengannya, dan aku tak mau ia pergi meninggalkan ku..." Kataku sedih.
"Akan ku bantu! Kamu telah berusaha untuk melupakannya, kan? Aku melihatmu saat kamu sedang berbicara dengan kazu, kamu hanya tersenyum manis didepannya tanpa memikirkan hal itu. Kupikir, kamu telah banyak berjuang" kata natsu-kun sambil tersenyum lembut, yang membuatku berdebar-debar seketika.
'A-apa ini......' Kataku panik dalam hatiku.
'Perasaan tenang apa ini, Saat aku bersama natsu-kun aku merasakan ketenangan yang sangat nyaman... Baru pertama kalinya aku merasakan hal ini' kataku dalam hati sambil memandang natsu-kun.
"Tenang saja ya... Aku akan membantu mu." Kata natsu-kun melanjutkan makannya.
"Terima kasih banyak, natsu-kun. Kau baik sekali..." Kataku menatap langit yang cerah.
"Hahaha..... Kamu ikut kemah musim panas, tidak?" Tanya natsu-kun mengganti topik, setelah kazu dan pacarnya pergi.
"Iya... kemah musim panas tahun ini aku sial sekali! Sekelompok dengan 3 geng centil itu!" Kataku kesal.
"Hahahaha... 3 cewek itu,toh! Aku juga sangat membenci mereka..." Jawab natsu-kun sambil tertawa lepas.
"Nanti waktu kemah hari ke2, kamu ke tepi sungai yang ada didekat kemah ya! Aku akan menunggu mu disana, aku akan mencoba membantumu mendekati kazu." Kata natsu-kun memandangku.
"Me-mendekati kazu? Tapi, diakan sudah punya pacar?" Jawabku heran.
"Tenang saja deh, anggap saja kamu itu orang ke3 dalam hubungan mereka. Bagaimana? 75% bisa berhasil loh!" Kata natsu-kun tersenyum jahil.
"75% berhasil? Yakin,tuh?" Tanyaku usil kepada natsu-kun sambil tertawa kecil.
"Hahaha.... Kamu tidak lihat? KeBanyak orang berpacaran, yang putus akibat orang ke3!" Kata natsu-kun dengan bangga.
"Kalau menurutmu begitu, aku setuju deh! Aku akan mencoba mengikuti saranmu." Jawabku mengacungkan jempol kepada natsu-kun.

2 hari kemudian,
Aku membereskan barang-barangku yang akan kubawa kekemah. Aku juga membuatkan bekal untuk natsu-kun, selama ini dia telah menghiburku.
Dan begitu juga mai-chan yang memarahiku habis-habisan gara-gara aku berteman dengan natsu-kun.

"Pagi!pagi!" Kataku semangat.
"Hei! Kamu! Lama banget sih datangnya, kan repot kalau kita ketinggalan bis!"   Kata sakura-chan memarahiku. 'Cih! Lagi-lagi mereka! Kenapa sih aku bisa berkelompok dengan mereka!' Kataku kesal dalam hati.
"Hehehe... Maaf,maaf. yuk, kita ke bis!" Kataku dengan wajah riang dan berpura-pura tidak mendengarkannya.
"ai-chan!!!" Teriak seseorang memanggilku.
Saat aku melihat kearah belakang, rupanya kazu yang memanggilku.
"Loh? Kazu? Ada apa?" Kataku heran.
"Begini, buku yang kemarin kau pinjamkan lupa kukembalikan. Jadi, sebagai gantinya aku membawakan biskuit kesukaanmu." Kata kazu sambil tersenyum.
"Wah! Biskuitnya imut sekali! Makasih ya, kazu!" Kataku senang menerima barang pemberiannya.
"Kalau begitu aku pergi dulu." Kata kazu berlalu pergi menuju kelompoknya sendiri.

'Bolehkah aku berharap sedikit dengannya?' Kataku dalam hati sambil tersenyum.
"Hei!hei!hei! Cepat sedikit! Bisnya sudah mau tutup, nih!" Teriak kawa-chan memarahiku.
"Em.. Baiklah." Aku berlari segera kebis.

"Hei! Ai-chan! Kamu hebat juga ya, bisa mendekati kazu seperti itu?" Kata sakura-chan melirikku sinis.
"Iya... Aku teman kecilnya kok." Kataku tersenyum memandang sakura-chan, 'sebenarnya aku ingin saja membentaknya! Tapi apa dayaku... Lebih baik diam saja dari pada mencari keributan dengannya. Tidak akan pernah selesai!' Kataku dalam hati.
"Hmm... Teman kecil, ya? Bukannya, kamu suka dengan kazu?" Kata sakura-chan melihatku sinis.
"Hahaha... Tidak, kok! Kamu salah sangka, deh!" Kataku sambil pura-pura tertawa.

"Kamu ini pintar mencari alasan ya? Saat kamu berbicara dengan kazu saja, aku sudah tahu bahwa kamu menyukainya." Kata sakura-chan sombong.
*brak!*
"Hm?hm?hm? Begitu ya menurutmu? Kalau memang menurutmu aku suka kazu... Ya nggak apa-apa sih." Kataku tersenyum sinis kepada sakura-chan.
'Lihat!lihat! Siapa yang tidak kesal?! Sakura-chan itu selalu saja mencampuri urusanku!' Kataku kesal dalam hati.
"Hebat deh! Kamu berani ya? Akan ku coba keberanianmu sampai sebatas mana?!?!" Kata sakura-chan dengan nada tinggi.

Sesampai ditempat kemah....
"Wuaah! Udaranya segar deh! sejuk lagi!" Teriakku semangat.
"Ai-chan, cepetan kita mendirikan tenda, nanti kita dimarahi lagi dengan 3 orang itu!" Kata mai-chan sambil mendirikan tenda.
"Baik.. Baik..." Kataku sambil membantu mai-chan mendirikan tenda.

*priit!!!**priit!!!*priitt!!!!*
"Anak-anak, silahkan berkumpul!" Teriak bu misaki yang memandu kami sewaktu kemah.
"Kita akan berkeliling hutan ini untuk mencari cangkir kecil yang berwarna emas ini. Siapa yang mendapatkan gelas terbanyak, ia akan mendapatkan 2 tiket gratis ke festival musim panas." Kata bu misaki menjelaskan.
"Waah!! tiket musim panas gratis!!" Kataku semangat kepada mai-chan.
"Kamu ini suka sekali ya, ke festival itu..." Kata mai-chan menggelengkan kepalanya.

"Permainan ini akan dimulai pada jam 5 sore sampai jam 9 malam, sekarang kita akan beristirahat dulu." Kata bu misaki.
"Baik bu!" Teriak semua murid dan langsung kembali ke tenda mereka masing-masing.

"Hei! Ai! Mai! Cepat kamu bereskan barang-barang ini!" Teriak kawa-chan dengan nada tinggi.
"A-apa?!?! Ini kan barang mu dan temanmu!" Kata mai-chan membantah.
"Berani sekali sih kamu! Cepat bereskan?!?!" Kata kawa-chan membentak kami berdua.
Tetapi aku dan mai-chan menolak mentah-mentah, sampai kawa-chan pun capek meladeni kami lagi.
"Terserah kalian,deh! Tanggung sendiri akibatnya kalau aku balas dendam! Ingat itu!" Kata kawa-chan mengancam kami.

"Hei, girls! Kenapa murung semua?" Tanya himeni melihat kawa-chan dan sakura-chan depresi dengan muka penuh dendam.
"Ini semua gara-gara mai-chan dan ai-chan, mereka membantah semua perintahku!" Kata kawa-chan kesal.
"Aku juga begitu! Ai-chan tak mempedulikan ancamanku! Mereka sepertinya sudah terbiasa dengan kita!" Teriak sakura-chan dengan penuh dendam.
"Kalau begitu... Kita buat rencana biar mereka takut lagi dengan kita." Kata himeni-chan cerdik.

Apa yang akan direncanakan himeni-chan?!
Apa yang akan dilakukan mereka?!?!
Nantikan di cerita spesial: kamu dan dia3~

Thx~

cerita spesial: kamu dan dia1

Namaku ai hinata, Aku mempunyai teman kecil bernama kazu, dan juga dia orang yang kusuka. Tahun berganti tahun, aku dan kazu sudah kelas 1 SMA...

"Apaa!!!! Kazu-kun sudah punya pacar?!?!" Teriakku terkejut mendengar berita itu dari temanku mai-chan.
"Aduuhh!! Berisik deh! Kamu kan teman kecilnya! Kok kamu sendiri yang nggak tahu?" Tanya mai-chan sambil menutup kuping.
"Aku nggak berani menanyakan hal itu, dan kazu-kun juga tidak membicarakannya...." Jawabku pelan memandang langit.
"Haduh..haduh.... Kazu-kun itu sudah 3 bulan pacaran dengan cewek itu!" Kata mai-chan menggelengkan kepala.
"Hmm..... Begitu ya..... Padahal aku teman kecilnya.. Tapi dia kelihatannya tidak pernah mau menceritakan kepadaku....." Kataku tetap memandang langit dengan mata berkaca-kaca. Aku berteman dengan kazu sewaktu kami kelas 1 SD, cuma dia tempatku bercerita banyak tentang masalahku dan aku sangat sayang padanya.
"Sudahlah ai-chan.... Ada yang lebih baik kok dari kazu-kun, kamu jangan terpaku pada kazu-kun saja..." Kata mai-chan menenangkanku.
"Iya.... Kamu memang benar... Aku mau kekelas dulu ya.." Kataku berlalu meninggalkan mai-chan dan berjalan menuju kekelas.

'Kazu-kun.... Selama ini kamu menganggap aku ini apa sih?! Padahal aku selalu ingin membuatmu tertawa... Tapi, sepertinya kamu sudah ada orang yang mampu membuatmu tertawa lebih......' Kataku dalam hati sambil merintikkan airmata saat berjalan dikoridor yang sepi.
'Bodohnya aku masih tetap mencintaimu... Padahal kamu sudah punya perempuan yang lebih baik dariku. Tapi, kenapa ?... Aku tetap ingin slalu bersamamu?....' Kataku dalam hati dengan perlahan aku berjalan agak cepat.

Tiba-tiba...
*bruk!!!*
 "Ma-maafkan aku...." Aku langsung menunduk minta maaf tanpa melihat orang yang kutabrak.
"Dasar! Menyebalkan! Jalan itu lihat-lihat dong! Kemana sih matamu!" Kata seorang lelaki dengan marah-marah.
"Na-natsu-kun!!!" Kataku kaget saat natsu-kun menggosokkan kepalanya.
Natsu-kun adalah preman disekolahku, dia terkenal sangat kejam dan akan menghabiskan orang-orang yang berani melawannya.
"Ma-ma-maafkan aku, natsu-kun! Aku benar-benar minta maaf! Tadi aku tidak melihatmu...." Kataku dengan ketakutan melihat natsu-kun yang memasang muka seram.
"Huh! Apa kamu baik-baik saja?kamu sepertinya sakit ya?" Kata natsu-kun memandangku.
"A-aku baik-baik saja kok.. Maaf telah menabrak mu..." Kataku menundukkan kepala dan langsung berlari menuju kelas.

"Hm..... Gelang apa ini?" Tanya natsu-kun sambil menggambil gelang yang terjatuh dikoridor.

"Untung.... Untung saja aku tidak dipukuli natsu-kun!" Kataku pelan saat sampai dikelasku.
"Apanya yang untung saja?!" Kata bu misaki yang sudah berdiri didepanku.
"I-ibu!! Ta-tadi aku hampir kehilangan nyawaku, bu!" Kataku tak bisa berbicara lagi.
Dan sesaat itu semua teman-temanku tertawa.
"Hahahaha.. Dasar ai-chan!"
"Kamu ini! Jangan cari alasan! Cepat berdiri diluar!" Teriak bu misaki memarahiku.
"Ba-baik bu...." Kataku pelan dan berjalan keluar kelas.

Saat aku berdiri diluar kelas, aku baru tersadar bahwa gelang pemberian ibuku hilang.
"Gawat! Gelang itu kemana? Apa terjatuh saat tadi bertabrakan sama natsu-kun?" Tanyaku sambil melihat disekelilingku mencari gelangku.
'Kalau aku pergi mencarinya.... Nanti bu misaki bisa marah besar padaku..' Kataku dalam hati.
"Akan kucari saat pulang sekolah saja deh. Semoga saja ketemu!" Kataku sambil berharap.

*teng*teng*teng*
Murid-murid semua berjalan keluar kelas dengan muka yang sangat senang dan itu bertanda sekolah telah berakhir.
Aku langsung pamit pada bu misaki dan berjalan kekoridor yang kulewati tadi untuk mencari gelangku, tetapi tetap saja tidak ketemu.
Aku sangat panik sekali. 'Gelang itu sangat berharga bagiku, kalau sampai hilang....' Kataku dalam hati dengan raut wajah yang khawatir sambil terus mencari gelang itu sampai sore.
"Hei kamu!" Teriak seseorang dari kejauhan.
"Apa yang kamu lakukan disini?! Hari sudah sore tahu!?" Kata seorang lelaki mendekatiku.
"Aku sedang mencari sesuatu pak! Tenanglah!" Kataku tak menghiraukan perkataannya.
"Hei...hei! Kamu dengar nggak sih?!" Kata lelaki itu menarik tanganku.
"Na-natsu-kun!?! Apa yang kamu lakukan disini?!" Tanyaku panik saat melihat natsu-kun.
"Harusnya aku yang menanyakan itu, bodoh! Kamu sedang mencari apa?" Tanya natsu-kun kepadaku.
"A-aku sedang mencari gelang... gelang pemberian ibuku.." Kataku sedih sambil mencari gelang itu.
"Gelang? Apa ini gelang milik mu?" Tanya natsu-kun sambil mengeluarkan gelang tersebut.
"Ge-gelangku!!" Kataku kaget saat melihat gelang itu ada pada natsu-kun.
"Kamu ketemu dimana?" Tanyaku dengan penasaran.
"Disini, waktu kita bertabrakkan.. Kamu sih, tidak hati-hati!" Kata natsu-kun menasehatiku.
"Makasih ya natsu-kun, ternyata kamu baik juga..." Kataku tersenyum memandang natsu-kun.
"A-a-aku hanya menemukannya kok!" Kata natsu-kun dengan muka merah.

Rupanya, natsu-kun itu tidak seburuk seperti dugaan teman-teman. Lalu , Akupun pamit dan pulang kerumahku.

*...*
"Ai-chan, ini gelang untuk mu, jaga baik2 ya"
"Wah! Gelangnya bagus sekali ma! aku sangat suka ini!"
"Gelang ini ada mitosnya loh?!"
"Mitos?"
"Iya, bila gelang ini ditemukan oleh orang lain selain kamu, dia akan menjadi jodohmu bila ia lelaki, dan menjadi sahabat bila ia perempuan."
"Benarkah,ma ?"
"Mungkin saja... Namanya juga mitos."
*......*
Tiba-tiba kenangan itu terlintas dikepalaku dan sambil berpikir bahwa natsu-kun adalah ......
"AH! Tidak!tidak!tidak! Dia bukan jodohku!" Teriakku menggelengkan kepala ketika aku berada diteras depan rumahku.

"Aku pulang....." Kataku memasuki ruang tamu yang kosong.
Orang tua ku telah meninggal, waktu aku kelas 6 SD dan hanya kazu yang menghiburku. Tapi, sekarang tidak mungkin lagi begitu.
"Hm... Hari ini masak apa ya enaknya?" Tanyaku sambil melihat-lihat isi kulkas.
"Kare saja deh!" Kataku senang sambil membawa bahan-bahannya.

Setelah selesai makan, aku harus kerja sambilan untuk mencukupi keuanganku.
'Oh ya! Apa aku buatkan bekal saja untuk natsu-kun? Dia kan sudah menolongku' kataku dalam hati sambil berpikir.
'Baiklah akan ku buat besok!' Kataku senang.

Esok paginya, aku bangun pagi-pagi untuk membuat bekal. Setelah itu aku langsung mandi dan pergi berangkat sekolah.

Sesampai disekolah,
"Selamat pagi , ai-chan!" Teriak mai-chan memanggilku.
Aku melihat semua murid pada ribut dan berkumpul-kumpul. Entah apa yang mereka bicarakan.
"Pagi... Loh ada apa dengan teman-teman yang lain?" Tanyaku heran melihat mereka.
"Kamu belum tahu ya? 2 hari lagi akan diadakan kemah selama 3 hari!" Kata mai-chan menjelaskan.
"Terus? Terus? Kita kelompok mana?" Tanyaku cepat.
"Sayangnya.... Kita masuk kelompok 3, ada sakura, himeni, dan kawa-chan!" Kata mai-chan lesu memandangku.
"A-A-APA?!?! Dengan geng sakura itu!?!?!" Teriakku setelah mendengar penjelasan dari mai-chan.
Geng sakura itu adalah musuh terbesarku, dia itu terkenal centil, cerewet dan sombong. Aku sangat membenci mereka sejak aku SMP.
"Bagaimana kalau kita pindah kelompok saja?" Tanyaku kepada mai-chan.
"Tadinya sih. aku juga berpikir begitu, tetapi, bu misaki tidak mengizinkan. Karena jumlah kelompok sudah terbagi rata." jelas mai-chan kepadaku.
"Yah...mau tidak mau harus seperti ini selama 3 hari dikemah...." Jawabku menggelengkan kepala.
"ngomong-ngomong, kenapa kamu membawa 2 bekal? Lagi Laper banget ya?" Tanya mai-chan binggung.
"Oh ini, bekal untuk natsu-kun sebagai tanda terima kasihku." Kataku tersenyum.
"Na-natsu-kun?! yang preman itu?! Sejak kapan kamu jadi berteman dengannya?!?!" Tanya mai-chan dengan kaget.
"Hmm.... Kemarin dia membantuku mencari gelangku, dia baik kok!" Kataku tersenyum memandang mai-chan.
"Lebih baik kamu waspada aja, ai-chan! Kamu jangan mudah percaya dengan orang seperti natsu-kun!" Kata mai-chan memberiku nasehat agar jangan mendekati natsu-kun.
"Tapi dia baik kok! Jangan menilai dari keburukkannya, dong! Lihat dari sisi baiknya!" Kataku menolak mentah-mentah pendapat mai-chan terhadap natsu-kun.
"Ya sudah deh, kalau itu pendapatmu... Aku hanya mengingatkan mu saja untuk berhati-hati.." Kata mai-chan pergi kembali ke bangkunya.
'Kenapa sih, mai-chan tak percaya kalau natsu-kun itu baik?' Kataku dalam hati dengan kesal.

Nantikan di cerita spesial: kamu dan dia2

Thx!