Selasa, 22 April 2014

cerita spesial: kamu dan dia4(end)

Akupun kembali menuju tenda dengan rasa kebinggungan. Aku tak dapat memilih semuanya.

"Ai-chan! kamu kemana saja sih?!?! Kita ini sibuk tahu!" Kata kawa-chan memarahiku.
"Iya! Besok kita harus bergegas untuk pulang!" Lanjut himeni-chan memarahiku.
"Iya deh! Iya!" Kataku kesal.

Setelah membereskan barang-barangku, tak terasa hari sudah sore.
Aku berjalan keluar tenda dan duduk didepan tenda sambil memandang langit yang mulai gelap.
'Apa yang akan aku lakukan setelah ini...' Kataku dalam hati sambil berpikir.
"Hei... Kenapa kamu sendirian saja?" Seseorang dari belakang menepuk pundakku.
"Nat---" saat aku menoleh kebelakang, rupanya bukan natsu-kun yang menepuk pundakku, melainkan kazu-kun.
"Ka-kazu-kun! Kenapa kamu disini?" Tanyaku kaget.
"Hahaha... Kaget ya? kamu lagi mikirin apa sih? Sampai kamu salah memanggilku?" Tanya kazu-kun sambil duduk disebelahku.
"Ti-tidak ada kok.... Kalian masih berantem ya?" Tanyaku menganti topik.
"Aku putus dengan seira-chan. Aku yang memintanya untuk putus, aku......." Kata kazu-kun pelan.
"Kenapa kamu putusin seira-chan? Diakan sayang sama kamu, kazu-kun...." Kataku heran memandang kazu-kun.
"Itu karena aku masih---" kata-kata kazu-kun terhenti ketika bu misaki menyuruh semua murid untuk berkumpul.
"Nanti saja kita lanjutkan! Aku pergi dulu ya!" Kata kazu-kun dengan muka yang agak merah pergi berlalu. Akupun kembali ketendaku memanggil mai-chan.

Saat berkumpul......
"Anak-anak, karena ini hari terakhir kita. Ibu harap kalian mendapat berbagai kenangan disini, buruk maupun bagus. jangan mensia-siakan kesempatan yang datang padamu, semua pilihan hidupmu ada ditanganmu dan apapun pilihanmu, kamu harus siap menanggungnya. Sekian dari ibu, hanya itu yang dapat ibu sampaikan.terima kasih." Kata bu misaki mengakhiri pidatonya.
Kamipun kembali ketenda dan bersiap-siap untuk tidur.
Saat ditendaku, aku berpikir.
'Apa maksud dari perkataan bu misaki? pilihan hidupmu ditanganmu? Apa yang harusku pilih?' Sesaat aku berpikir tentang kazu-kun dan natsu-kun. Entah kenapa aku jadi tidak bisa tidur.
Akupun berjalan didekat tendaku berada dan duduk disitu sambil memandang langit yang penuh bintang.
"Cantiknya....." Kataku sambil memandang langit.
"Andai aku bisa melihat bintang-bintang ini bersama......" Kataku tanpa sadar.
"Bersama siapa?" Kata seseorang mendekatiku.
"Ti-tidak kok!" Kataku panik.
"Hahahaha... Mukamu lucu sekali ya kalau panik!" Kata seseorang itu tertawa.
"Kazu-kun! Kamu ini! Mengkagetkanku saja!" Kataku memandang kesal kazu-kun.
"Hahahaha.. Kamu tidak bisa tidur juga ya?" Kata kazu-kun tersenyum memandang langit yang membuat mukaku merah seketika.
'Manis!manis sekali!' Teriakku dalam hati melihat muka kazu-kun.
"ai-chan, kita keliling disana yuk!" Ajak kazu-kun.
"Ta-tapi! Aku takut gelap...." Kataku trauma mengingat kejadian kemarin.
"Tidak apa-apa... Aku kan selalu disampingmu. Yuk!" Kata kazu-kun menarik tanganku.
'Selalu disampingmu?' Kata-kata itu selalu tergiang diotakku.
"lihat, ai-chan! Bulannya indah sekali!" Kata kazu-kun menyuruhku untuk melihat bulan tersebut. Akupun menoleh keatas.
Ternyata benar! Bulannya tampak indah dan dihiasi bintang- bintang yang bertaburan disekelilingnya, cahaya bulannya lembut sekali.
"I-indah sekali......" Kataku terpesona melihat bulan itu.
tiba-tiba muka kazu-kun memerah melihatku dan ia memelukku dengan erat.
"Ai-chan.... Aku.... Aku ingin selalu melihat wajahmu yang tersenyum itu... Selalu!" Kata kazu-kun sambil memelukku.
Aku sangat kaget, debaran jantungku semakin kencang. 
"Ka-kazu-kun? Kamu kenapa?" Kataku heran.
Tiba-tiba, kazu-kun langsung melepaskan pelukkannya.
"Ma-maaf ai-chan! Kebawa suasana! Hehehe.." Kata kazu-kun tersenyum memandangku dengan muka yang sangat merah.
'Apa Aku memang sangat mencintai kazu-kun? Tapi rasanya aku tak nyaman bersamanya...' Kataku dalam hati.

*sret....*
Tanpa diketahui mereka,
Ada natsu-kun yang sedang memandang mereka dari kejauhan dengan muka yang sedih dan ia langsung berlalu pergi.

Esok paginya....
"Hooaaaamm......" Aku menggosokkan mataku dan langsung cepat- cepat mandi.
 "Wah! Tumben ai-chan, bangunnya pagi?" Tanya mai-chan yang sedang menyisir rambutnya yang lurus itu.
"Hehehehe.... Ini kan saatnya pulang, kalau aku bangunnya siang, entar 3 cewek centil itu ngoceh-ngoceh." Kataku sambil tertawa kecil.

Dan  saatnya kami berangkat menuju sekolah, semua murid-murid langsung lesu mendengar bus akan berangkat. Mereka masih ingin diperkemahan ini, banyak kejadian yang tak terlupakan.
'Ya! Seperti tadi malam! Itu seperti mimpi yang sangat indah!' Kataku girang mengingat kejadian tadi malam.

Saat diperjalanan menuju sekolah aku berbincang-bincang kepada mai-chan dan bermain kartu.
"Kamu semangat sekali hari ini? Ada apa?" Tanya mai-chan heran melihatku.
"Tidak ada kok. Yuk, kita main lagi!" Kataku girang sambil menggambil kartu poker.

Tiba-tiba, natsu-kun menghampiriku.
"Sepertinya kamu sudah semanggat lagi? tawamu juga tidak dibuat-buat. Hebat ya!" Kata natsu-kun mengkagetkanku dengan senyumannya.
"Hahaha... Kamu ini! Ikut main yuk, natsu-kun!" Ajakku sambil menyuruhnya duduk disebelahku.
"Wah!wah! Serasi deh!" Kata mai-chan meledek kami.
"Apaan sih?!" Kataku memandang kesal mai-chan, dan mai-chan hanya tertawa lepas.

Disepanjang perjalanan aku merasakan hal yang sangat menyenangkan saat bersama natsu-kun.
dan kamipun tiba disekolah.
"ai-chan, usul yang aku berikan kemarin, tak perlu kau pakai lagi. karna kelihatannya kazu-kun sudah menyukaimu." Kata natsu-kun sambil tersenyum.
"Benarkah?!" Tanyaku kaget.
"Iya... Mungkin sebentar lagi dia nembak kamu." Kata natsu-kun sambil menggosokkan kepalaku.
"Wah! Terima kasih ya, natsu-kun! Selama ini kau selalu menghiburku...." Kataku senang memandang natsu-kun.
'Ya, ini semua berkat natsu-kun, dia sudah membantuku sampai sejauh ini.' Kataku dalam hati.

Akupun kembali kekelas, dan memulai pelajaranku.
"Haduh! Baru saja pulang, malah langsung belajar!" Protes teman-temanku satu kelas.
Sesampai istirahat, aku langsung mencari natsu-kun untuk makan bersamanya.
Saat kami duduk diteras atas sekolah,
Tiba-tiba kazu-kun datang mencariku.
"Ada apa kazu-kun?" Tanyaku heran.
"Aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu, Apa kamu bisa ikut aku sebentar?" Ajak kazu-kun dengan muka yang sangat merah.
"Tapi... Aku sedang--" saat aku mau menolak ajakkannya, natsu-kun langsung menepuk bahuku dengan lembut.
"Pergi saja dengannya, aku tidak keberatan kok!" Kata natsu-kun tersenyum.
Akupun menerima ajakkan kazu-kun dan pergi meninggalkan natsu-kun sendiri. Sesaat aku melihat muka natsu-kun yang sedih, aku sangat kaget melihatnya.
"Tu-tunggu...." Kataku memberhentikan langkahku.
"Ada apa ai-chan?" Tanya kazu-kun.
"Bi-bisakah kita berbicara disini saja? Aku harus....." Kataku menundukkan kepala.
"Iya.. Tidak apa-apa kok, aku hanya mau bilang ... Aku suka padamu, ai-chan. Bukan sebagai teman kecil. Tetapi sebagai sepasang kekasih...." Kata kazu-kun malu-malu memandangku dengan muka merah sekali.
Aku sangat kaget dan tak bisa berkata-kata.
'Kenapa? Kenapa tidak ada perasaan senang saat kazu-kun menyatakan perasaannya? Padahal aku suka dengannya? Kenapa?' Tiba-tiba terlintas dikepalaku senyuman natsu-kun dan tawanya. Semua ekspresianya yang membuatku bahagia, bahkan kejadian waktu aku bertemu dengannya. Semua terlintas dikepalaku.
'Ternyata....... Selama ini... Aku bukan menyukai kazu-kun tetapi natsu-kun dan aku tidak mau melihat natsu-kun pergi meninggalkanku..' Kataku tersadar dengan perasaanku sendiri.

"A-aku....a-aku....aku tak bisa karna aku menyukai natsu-kun...." Kataku terbata-bata menjawabnya.
Kazu-kun hanya memandangku dengan senyum tulusnya

*brak!*brak!*
"AI-CHAN!!!! AKU SANGAT MENCINTAIMU DAN AKU TAK MAU  KAMU PERGI DARI SISIKU!!!!" Teriak natsu-kun dari kejauhan yang membuat semua murid memandangiku dan juga kazu-kun.
"Na-natsu-kun......" Kataku kaget saat natsu-kun mendekatiku.
"Maaf kazu-kun, aku memang tak bisa menyerahkan orang yang paling berharga bagiku. Aku tahu, kamu juga menyukai ai-chan, tapi---." Kata natsu-kun menarik tanganku.
"Sudahlah natsu-kun.... Ai-chan, sudah menolakku kok. Dia bilang bahwa dia menyukai mu." Kata kazu-kun tersenyum memandangku.
"I-i-iya natsu-kun... Aku su-suka dengan natsu-kun, karna hanya natsu-kun yang selalu membuatku tertawa dan membuatku bahagia..." Kataku memandang natsu-kun.

"Makasih ya natsu-kun... Selama ini kamu selalu menyemangatiku dan aku baru menyadari sekarang, bahwa aku sayang padamu..." Kataku sambil memeluk natsu-kun.
Natsu-kun hanya terdiam menatapku dengan muka yang memerah.
"Hehehe... Semoga kalian bahagia ya..." Kata kazu-kun tersenyum kecil.
"Kazu-kun! Terima kasih ya, karena sewaktu kita masih kecil. Kamu yang selalu melingdungiku" kataku tersenyum kepada kazu-kun.

Itu terakhir kalinya, aku melihat senyuman terbaik kazu-kun dan memulai hidupku yang baru bersama natsu-kun, seperti lembaran baru yang akan kuisi bersama natsu-kun. Selalu bersama selamanya.
END


Nb : nantikan, cerita ran-chan season 2!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar