Akupun kembali menuju tenda
dengan rasa kebinggungan. Aku tak dapat memilih semuanya.
"Ai-chan! kamu kemana
saja sih?!?! Kita ini sibuk tahu!" Kata kawa-chan memarahiku.
"Iya! Besok kita harus
bergegas untuk pulang!" Lanjut himeni-chan memarahiku.
"Iya deh! Iya!"
Kataku kesal.
Setelah membereskan
barang-barangku, tak terasa hari sudah sore.
Aku berjalan keluar tenda dan
duduk didepan tenda sambil memandang langit yang mulai gelap.
'Apa yang akan aku lakukan
setelah ini...' Kataku dalam hati sambil berpikir.
"Hei... Kenapa kamu
sendirian saja?" Seseorang dari belakang menepuk pundakku.
"Nat---" saat aku
menoleh kebelakang, rupanya bukan natsu-kun yang menepuk pundakku, melainkan
kazu-kun.
"Ka-kazu-kun! Kenapa
kamu disini?" Tanyaku kaget.
"Hahaha... Kaget ya?
kamu lagi mikirin apa sih? Sampai kamu salah memanggilku?" Tanya kazu-kun
sambil duduk disebelahku.
"Ti-tidak ada kok....
Kalian masih berantem ya?" Tanyaku menganti topik.
"Aku putus dengan
seira-chan. Aku yang memintanya untuk putus, aku......." Kata kazu-kun
pelan.
"Kenapa kamu putusin
seira-chan? Diakan sayang sama kamu, kazu-kun...." Kataku heran memandang
kazu-kun.
"Itu karena aku
masih---" kata-kata kazu-kun terhenti ketika bu misaki menyuruh semua
murid untuk berkumpul.
"Nanti saja kita
lanjutkan! Aku pergi dulu ya!" Kata kazu-kun dengan muka yang agak merah
pergi berlalu. Akupun kembali ketendaku memanggil mai-chan.
Saat berkumpul......
"Anak-anak, karena ini
hari terakhir kita. Ibu harap kalian mendapat berbagai kenangan disini, buruk
maupun bagus. jangan mensia-siakan kesempatan yang datang padamu, semua pilihan
hidupmu ada ditanganmu dan apapun pilihanmu, kamu harus siap menanggungnya.
Sekian dari ibu, hanya itu yang dapat ibu sampaikan.terima kasih." Kata bu
misaki mengakhiri pidatonya.
Kamipun kembali ketenda dan
bersiap-siap untuk tidur.
Saat ditendaku, aku berpikir.
'Apa maksud dari perkataan bu
misaki? pilihan hidupmu ditanganmu? Apa yang harusku pilih?' Sesaat aku
berpikir tentang kazu-kun dan natsu-kun. Entah kenapa aku jadi tidak bisa
tidur.
Akupun berjalan didekat
tendaku berada dan duduk disitu sambil memandang langit yang penuh bintang.
"Cantiknya....."
Kataku sambil memandang langit.
"Andai aku bisa melihat
bintang-bintang ini bersama......" Kataku tanpa sadar.
"Bersama siapa?"
Kata seseorang mendekatiku.
"Ti-tidak kok!"
Kataku panik.
"Hahahaha... Mukamu lucu
sekali ya kalau panik!" Kata seseorang itu tertawa.
"Kazu-kun! Kamu ini!
Mengkagetkanku saja!" Kataku memandang kesal kazu-kun.
"Hahahaha.. Kamu tidak
bisa tidur juga ya?" Kata kazu-kun tersenyum memandang langit yang membuat
mukaku merah seketika.
'Manis!manis sekali!'
Teriakku dalam hati melihat muka kazu-kun.
"ai-chan, kita keliling
disana yuk!" Ajak kazu-kun.
"Ta-tapi! Aku takut
gelap...." Kataku trauma mengingat kejadian kemarin.
"Tidak apa-apa... Aku
kan selalu disampingmu. Yuk!" Kata kazu-kun menarik tanganku.
'Selalu disampingmu?'
Kata-kata itu selalu tergiang diotakku.
"lihat, ai-chan!
Bulannya indah sekali!" Kata kazu-kun menyuruhku untuk melihat bulan
tersebut. Akupun menoleh keatas.
Ternyata benar! Bulannya
tampak indah dan dihiasi bintang- bintang yang bertaburan disekelilingnya,
cahaya bulannya lembut sekali.
"I-indah
sekali......" Kataku terpesona melihat bulan itu.
tiba-tiba muka kazu-kun
memerah melihatku dan ia memelukku dengan erat.
"Ai-chan.... Aku.... Aku
ingin selalu melihat wajahmu yang tersenyum itu... Selalu!" Kata kazu-kun
sambil memelukku.
Aku sangat kaget, debaran
jantungku semakin kencang.
"Ka-kazu-kun? Kamu
kenapa?" Kataku heran.
Tiba-tiba, kazu-kun langsung
melepaskan pelukkannya.
"Ma-maaf ai-chan! Kebawa
suasana! Hehehe.." Kata kazu-kun tersenyum memandangku dengan muka yang
sangat merah.
'Apa Aku memang sangat
mencintai kazu-kun? Tapi rasanya aku tak nyaman bersamanya...' Kataku dalam
hati.
*sret....*
Tanpa diketahui mereka,
Ada natsu-kun yang sedang
memandang mereka dari kejauhan dengan muka yang sedih dan ia langsung berlalu
pergi.
Esok paginya....
"Hooaaaamm......"
Aku menggosokkan mataku dan langsung cepat- cepat mandi.
"Wah! Tumben ai-chan, bangunnya
pagi?" Tanya mai-chan yang sedang menyisir rambutnya yang lurus itu.
"Hehehehe.... Ini kan
saatnya pulang, kalau aku bangunnya siang, entar 3 cewek centil itu
ngoceh-ngoceh." Kataku sambil tertawa kecil.
Dan saatnya kami berangkat menuju sekolah, semua
murid-murid langsung lesu mendengar bus akan berangkat. Mereka masih ingin
diperkemahan ini, banyak kejadian yang tak terlupakan.
'Ya! Seperti tadi malam! Itu
seperti mimpi yang sangat indah!' Kataku girang mengingat kejadian tadi malam.
Saat diperjalanan menuju
sekolah aku berbincang-bincang kepada mai-chan dan bermain kartu.
"Kamu semangat sekali
hari ini? Ada apa?" Tanya mai-chan heran melihatku.
"Tidak ada kok. Yuk,
kita main lagi!" Kataku girang sambil menggambil kartu poker.
Tiba-tiba, natsu-kun
menghampiriku.
"Sepertinya kamu sudah
semanggat lagi? tawamu juga tidak dibuat-buat. Hebat ya!" Kata natsu-kun
mengkagetkanku dengan senyumannya.
"Hahaha... Kamu ini!
Ikut main yuk, natsu-kun!" Ajakku sambil menyuruhnya duduk disebelahku.
"Wah!wah! Serasi
deh!" Kata mai-chan meledek kami.
"Apaan sih?!"
Kataku memandang kesal mai-chan, dan mai-chan hanya tertawa lepas.
Disepanjang perjalanan aku
merasakan hal yang sangat menyenangkan saat bersama natsu-kun.
dan kamipun tiba disekolah.
"ai-chan, usul yang aku
berikan kemarin, tak perlu kau pakai lagi. karna kelihatannya kazu-kun sudah
menyukaimu." Kata natsu-kun sambil tersenyum.
"Benarkah?!"
Tanyaku kaget.
"Iya... Mungkin sebentar
lagi dia nembak kamu." Kata natsu-kun sambil menggosokkan kepalaku.
"Wah! Terima kasih ya,
natsu-kun! Selama ini kau selalu menghiburku...." Kataku senang memandang
natsu-kun.
'Ya, ini semua berkat
natsu-kun, dia sudah membantuku sampai sejauh ini.' Kataku dalam hati.
Akupun kembali kekelas, dan
memulai pelajaranku.
"Haduh! Baru saja
pulang, malah langsung belajar!" Protes teman-temanku satu kelas.
Sesampai istirahat, aku
langsung mencari natsu-kun untuk makan bersamanya.
Saat kami duduk diteras atas
sekolah,
Tiba-tiba kazu-kun datang
mencariku.
"Ada apa kazu-kun?"
Tanyaku heran.
"Aku ingin menyampaikan
sesuatu kepadamu, Apa kamu bisa ikut aku sebentar?" Ajak kazu-kun dengan
muka yang sangat merah.
"Tapi... Aku
sedang--" saat aku mau menolak ajakkannya, natsu-kun langsung menepuk
bahuku dengan lembut.
"Pergi saja dengannya,
aku tidak keberatan kok!" Kata natsu-kun tersenyum.
Akupun menerima ajakkan
kazu-kun dan pergi meninggalkan natsu-kun sendiri. Sesaat aku melihat muka
natsu-kun yang sedih, aku sangat kaget melihatnya.
"Tu-tunggu...."
Kataku memberhentikan langkahku.
"Ada apa ai-chan?"
Tanya kazu-kun.
"Bi-bisakah kita
berbicara disini saja? Aku harus....." Kataku menundukkan kepala.
"Iya.. Tidak apa-apa
kok, aku hanya mau bilang ... Aku suka padamu, ai-chan. Bukan sebagai teman
kecil. Tetapi sebagai sepasang kekasih...." Kata kazu-kun malu-malu
memandangku dengan muka merah sekali.
Aku sangat kaget dan tak bisa
berkata-kata.
'Kenapa? Kenapa tidak ada
perasaan senang saat kazu-kun menyatakan perasaannya? Padahal aku suka
dengannya? Kenapa?' Tiba-tiba terlintas dikepalaku senyuman natsu-kun dan
tawanya. Semua ekspresianya yang membuatku bahagia, bahkan kejadian waktu aku
bertemu dengannya. Semua terlintas dikepalaku.
'Ternyata....... Selama
ini... Aku bukan menyukai kazu-kun tetapi natsu-kun dan aku tidak mau melihat
natsu-kun pergi meninggalkanku..' Kataku tersadar dengan perasaanku sendiri.
"A-aku....a-aku....aku
tak bisa karna aku menyukai natsu-kun...." Kataku terbata-bata
menjawabnya.
Kazu-kun hanya memandangku
dengan senyum tulusnya
*brak!*brak!*
"AI-CHAN!!!! AKU SANGAT
MENCINTAIMU DAN AKU TAK MAU KAMU PERGI
DARI SISIKU!!!!" Teriak natsu-kun dari kejauhan yang membuat semua murid
memandangiku dan juga kazu-kun.
"Na-natsu-kun......"
Kataku kaget saat natsu-kun mendekatiku.
"Maaf kazu-kun, aku
memang tak bisa menyerahkan orang yang paling berharga bagiku. Aku tahu, kamu
juga menyukai ai-chan, tapi---." Kata natsu-kun menarik tanganku.
"Sudahlah natsu-kun....
Ai-chan, sudah menolakku kok. Dia bilang bahwa dia menyukai mu." Kata
kazu-kun tersenyum memandangku.
"I-i-iya natsu-kun...
Aku su-suka dengan natsu-kun, karna hanya natsu-kun yang selalu membuatku
tertawa dan membuatku bahagia..." Kataku memandang natsu-kun.
"Makasih ya natsu-kun...
Selama ini kamu selalu menyemangatiku dan aku baru menyadari sekarang, bahwa
aku sayang padamu..." Kataku sambil memeluk natsu-kun.
Natsu-kun hanya terdiam
menatapku dengan muka yang memerah.
"Hehehe... Semoga kalian
bahagia ya..." Kata kazu-kun tersenyum kecil.
"Kazu-kun! Terima kasih
ya, karena sewaktu kita masih kecil. Kamu yang selalu melingdungiku"
kataku tersenyum kepada kazu-kun.
Itu terakhir kalinya, aku
melihat senyuman terbaik kazu-kun dan memulai hidupku yang baru bersama
natsu-kun, seperti lembaran baru yang akan kuisi bersama natsu-kun. Selalu
bersama selamanya.
END♥
Nb : nantikan, cerita
ran-chan season 2!♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar