Selasa, 22 April 2014

cerita spesial: kamu dan dia3

"Rencana?! Rencana apa yang akan kamu buat?" Tanya kawa-chan penasaran.

"Begini.... Nanti kita akan pergi kehutan dengan mereka berdua sesuai perintah bu misaki. Disaat itulah kita tinggalkan mereka ditengah hutan, biar tahu rasa mereka!" Jelas himeni-chan cerdik.
"Ide yang bagus, himeni-chan! Ayo, kita langsung saja menjalankan rencana." Kata sakura-chan tak sabar untuk membalas dendam.
"Tunggu dulu! Kita juga harus ada persiapan! Jangan sampai malah kita yang tersesat." Kata himeni-chan memperingatkan mereka.

Setelah semua persiapan selesai,
Semua murid berkumpul untuk memulai permainan dari bu misaki.
"Oke anak-anak, selamat berjuang!" Kata bu misaki melangsungkan permainannya dengan cepat.

"Ayo, kita cari benda itu!" Kata kawa-chan tenang seakan-akan mereka tidak membuat sebuah rencana.
"Mai-chan.... Sudah mulai gelap nih! Akukan takut gelap...." Kataku memegang tangan mai-chan.
"Tenang saja, ai-chan. Bentar lagi juga kita selesai." Kata mai-chan mengikuti himeni,sakura,dan kawa-chan dari belakang.
"Hihihi.... Rupanya ai-chan takut sama gelap, ya? Seru, nih?!" Bisik sakura-chan.
"Hei.. Bersikap tenang! Jangan sampai ketahuan mereka!" Kata kawa-chan memperingatkan.
"Hei, ai-chan, Mai-chan! Tuh disana ada cangkir kecilnya!" Teriak himeni-chan girang sambil menjalankan rencananya.
"Iya! Disana! Ayo, ai-chan kita ambil!" Kata mai-chan berjalan menuju arah cangkir tersebut.

" Ayo, kita pergi dari sini!" Kata himeni-chan melaksanakan rencananya.
"Siip!" Mereka langsung pergi ketempat lain, dan meninggalkan mai-chan dan ai-chan.

"Ma-mai-chan.... Mereka bertiga kemana?" Kataku gemetaran.
"loh? Bukannya, mereka disana tadi?!" Tanya mai-chan kebinggungan.
"Ja-jangan-jangan, kita ditinggalkan mereka!" Kataku memastikan.
"iya! Ini pasti rencana balas dendam mereka!" Kata mai-chan kesal.
"Ayo ai-chan, kita pergi kembali ketenda! Jangan sampai kita tersesat disini!" Kata mai-chan menarik tanganku menuntun jalan.
Sudah 30 menit kami menggelilingi hutan. tetapi, kami tak sampai-sampai diperkemahan.

"Gawat! Inikan jalan yang kita lewati tadi?" Kata mai-chan kebinggungan.
"Mai-chan! Bagaimana dong?!?!" Kataku mulai menanggis ketakutan.
"Tenang saja, pasti bu misaki akan mencari kita." Kata mai-chan menenangkan.

Tetapi....
"akhirnya kita selesai juga dengan permainan bodoh ini..." Kata kawa-chan sambil duduk didekat tenda.
"Bu misaki, kita sudah menggambil cangkirnya!" Kata himeni-chan sambil memberikan cangkirnya.
"Wah! Bagus sekali.. Tapi kok, cuma kalian bertiga saja? 2 orang lagi kemana?" Tanya bu misaki.
"Anu bu, ai-chan dengan mai-chan sedang tiduran ditenda, kecapekan mereka, bu." Kata himeni-chan cerdik sambil tersenyum kecil.
"Kalau begitu, ya sudah..." Kata bu misaki berlalu melihat keadaan kelompok lain.

Sementara itu......
"Hiks...hiks.... Mai-chan.... Ini dimana?" Tanyaku sambil menanggis.
"Manaku tahu! Kalau aku tahu ini dimana, pasti kita tidak akan tersesat begini!" Kata mai-chan menuntunku.

Tiba-tiba, senter yang kami pakai mati dan kami tidak membawa batrai cadangan.
"Aduuh!!! Kenapa mati,sih!" Kata mai-chan kesal sambil membanting senternya.
"Mai-chan!mai-chan! Lihat! Lihat! Ada yang bersinar-sinar disana!" Kataku girang sambil menarik tangan mai-chan.
"I-itu...." Mai-chan melihat banyak kunang-kunang didepannya. Tetapi, saat mai-chan melihat dengan jelas....
"Tunggu!!!! Tunggu, ai-chan!!! Jangan kesana!!!!" Teriak mai-chan sekuat tenaga.
"Ayo! Cepat! Mungkin, kita bisa gunakan itu sebagai penerangan!" Kataku sambil berlari kedepan.
Tiba-tiba.....
*bruk!!!!*
Didepanku ada jurang yang sangat besar.
"MA-MA-MAI---" aku tak sempat lagi berteriak dan langsung jatuh kedalam jurang tersebut.
"AI-CHAN!!!!!! AI-CHAN!!!! Kamu dimana?!?! Cepatlah, jawab akuu!!" Teriak mai-chan panik sambil memanggilku dari atas jurang.
Kepalaku sakit sekali, kaki dan tanganku terluka. Aku takut sekali disini, gelap.... Sendirian....

"AI-CHAN!!!!! JAWAB PANGGILANKU!!" Teriak mai-chan sambil menanggis memanggilku.
*srek...*srek...*srek...*
Ada yang berlari dengan kencang kearahku. 'Apa itu?binatang buas?!?! Aku tak bisa berlari lagi!' Kataku menanggis.
'Tolong jangan....' Kataku ketakutan, semua badanku gemetaran.
"AI-CHAN!!! Apa kamu baik-baik saja?!" Kata seseorang langsung memelukku.
Pelukannya begitu hangat....
'Apa ini kazu-kun..... Apa benar begitu?'
Aku hanya bisa menanggis dipelukkannya.
"Ai-chan... Ayo, kita kembali ke perkemahan, akan kuobati luka-lukamu." Kata seseorang itu dengan lembut mengendongku dan membawaku ke perkemahan. Mai-chan juga sudah sampai, setelah bu misaki mencarinya lagi.

"Ai-chan... Ai-chan... Apa kamu sudah sadar?" Kata mai-chan memanggilku.
"Ma... Mai-chan.... Apa kita selamat?" Tanyaku pelan.
"Kita selamat, ai-chan! Kita selamat! Natsu-kun yang menemukanmu dan langsung memberi tahu bu misaki." Kata mai-chan menjelaskan.
"Na-natsu-kun?!" Kataku kaget.
"Iya! Kukira dia jahat, rupanya dia baik seperti dugaanmu!" Kata mai-chan tersenyum.
'Jadi, yang tadi menyelamatkanku adalah natsu-kun? Bukan kazu?' kataku dalam hati dengan beribu-ribu pertanyaan yang rumitku jawab.
"Dasar! Memang licik sekali mereka! Awas saja mereka itu!" Kata mai-chan mengepalkan tangannya dengan marah.
"Hahaha.... Tenang saja, mai-chan.. Nanti juga kena karma dengan sendirinya." Kataku sambil tertawa melihat tingkah mai-chan yang lucu.
"Apa kamu sudah pulih, ai-chan?!" Kata natsu-kun melihat keadaanku.
"Su-sudah.... Terima kasih banyak ya, natsu-kun.. makasih!" Kataku tersenyum memandangnya.
"E? I-iya... Ta-tadi aku hanya kebetulan lewat situ kok!" Kata natsu-kun dengan muka yang merah.
'Kebetulan lewat? Seingatku, dia berlari dengan kencang mencariku.... Apa hanya mimpi ya?' Kataku dalam hati.
"Hahaha...... Iya, natsu-kun! Aku juga berhutang budi padamu loh!" Kata mai-chan girang.
"Hahahaha... Iya..iya..." Jawab natsu-kun dengan tenang sambil tersenyum.

"Kalau begitu,Aku pergi dulu ya! Nanti kelompokku marah-marah." Kata natsu-kun melambaikan tangannya dan berlalu pergi.

"Hei!hei! Ai-chan, ternyata natsu-kun benar-benar keren ya!" Kata mai-chan tersenyum.
"Kamu ini! Sudahlah, yuk, kita tidur.. Besok kita harus bangun pagi." Kataku kembali berbaring dan tertidur.

Esok paginya,
kelompokku mendapat tugas untuk memasak.
Kami berlima pun mulai memasak dengan tenang.
Aku melihat, mai-chan sedang memandang 3 orang itu dengan tatapan yang tajam.
Aku hanya tertawa melihat mai-chan.
"Hei! Apa sih, yang kamu tertawakan?!" Tanya mai-chan heran.
"Ya, kamu lah mai!" Kataku melanjutkan tawaku.
"Hush! Jahat sekali sih! Teman sendiri ditertawai!" Kata mai-chan memarahiku.

Selesai memasak, aku pergi kepinggir danau dekat perkemahanku. Sesuai janji natsu-kun.
"Maaf, aku telat! Tadi kelompokku mendapat tugas memasak." Kataku sambil duduk disebelahnya.
"Nggak apa-apa kok, aku juga baru sampai." Kata natsu-kun tersenyum.
"Nah, gimana? Sudah dapat rencana barunya?" Kataku memandang natsu-kun.
"Hmm... Usulku sih, hanya menyuruhmu untuk bersikap baik pada kazu, dan kau harus slalu membantunya ketika dia kesulitan. Dia juga akan menilaimu dari itu." Kata natsu-kun berpikir.
"Benar juga sih.... Mungkin usulmu bisa dicoba." Kataku menyetujui.
"Makasih ya, sudah mau membantuku." Kataku tersenyum memandang natsu-kun.
"I-iya... Itu hanya usulku kok!" Kata natsu-kun malu-malu.

"Ai-chan!ai-chan!" Teriak mai-chan.
Aku langsung menoleh kearah belakang.
"Ada apa?" Kataku heran.
"Itu... Kazu mencarimu..." Kata mai-chan.
Aku langsung kaget dan memandang natsu-kun.
"Silahkan ...." Kata natsu-kun tertawa kecil.

Aku berjalan kearah kazu,
"Ada apa kazu...?" Kataku pelan.
"Aku hanya mengkhawatirkan mu, kemarin kudengar kamu tersesat dihutan, ya? Apa kamu terluka?" Kata kazu-kun memandangku cemas.
'Kok dia bisa tahu!' Kataku dalam hati.
"Iya... Tapi sudah baikkan kok!" Kataku tersenyum memandang kazu-kun.
Sesaat aku melihat wajah kazu yang memerah.
"A-aku..... Aku berantem dengan seira-chan..." Kata kazu lemas.
"Kenapa bisa?! Bukannya kalian pasangan serasi?" Kataku terkejut.
"Dia bilang, aku lebih mengkhawatirkan ai-chan, dari pada dirinya. Mau bagaimana lagi? Akukan temanmu dari kecil, siapa yang tidak khawatir kalau teman kecilnya kenapa-napa." Kata kazu-kun sedih.
'Dia mencemaskan ku! Apakah aku boleh berharap sedikit?' Kataku dalam hati sambil memandang kazu-kun.
"Tapi, tidak apa-apa deh, kalau dia mau meminta putus denganku. Aku memang tak bisa diandalkan." Kata kazu-kun memandangku tersenyum.

"Sudahlah kazu-kun, semua akan baik-baik saja kok! Jangan terlalu khawatir ya..." Kataku memandang kazu-kun sambil tersenyum.
"Makasih ya, ai-chan. Aku pergi dulu." Kata kazu-kun pergi berlalu.

'Apa benar aku bisa berada disisi kazu?! Apa aku boleh berharap sedikit?' Kataku dalam hati sambil berharap.
"Ai-chan! Bagaimana?" Kata natsu-kun yang tiba-tiba datang.
"Dia... Dia mengkhawatirkanku..." Kataku tak percaya dengan omongan kazu-kun.

"Benarkah?! Wah! Bagus sekali! Berarti, memang benar bahwa kazu-kun itu masih memikirkanmu." Kata natsu-kun girang mendengar ceritaku.
"Hehehe.... Mungkin saja begitu..." Kataku tersenyum memandang langit.

"Apa aku tetap harus mengejarnya?" Tanyaku tiba-tiba tak sadar.
"Loh? Kalau kamu masih menyayanginya, kejarlah dia." Jawab natsu-kun tenang.
"Aku........ Aku tidak tahu..." Aku tidak bisa menjawabnya, kenapa aku jadi ragu begini? Apa gara-gara ada natsu-kun? Tapi perasaan sukaku kepada kazu masih ada.
Kenapa? Kenapa perasaanku tak tenang?

Nantikan dicerita spesial: kamu dan dia 4!

Pemberitahuan:
Bila ada kesempatan, akan ada cerita ran-chan season2.

Thx sekian~ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar