"Rencana?! Rencana apa
yang akan kamu buat?" Tanya kawa-chan penasaran.
"Begini.... Nanti kita
akan pergi kehutan dengan mereka berdua sesuai perintah bu misaki. Disaat
itulah kita tinggalkan mereka ditengah hutan, biar tahu rasa mereka!"
Jelas himeni-chan cerdik.
"Ide yang bagus,
himeni-chan! Ayo, kita langsung saja menjalankan rencana." Kata
sakura-chan tak sabar untuk membalas dendam.
"Tunggu dulu! Kita juga
harus ada persiapan! Jangan sampai malah kita yang tersesat." Kata
himeni-chan memperingatkan mereka.
Setelah semua persiapan
selesai,
Semua murid berkumpul untuk
memulai permainan dari bu misaki.
"Oke anak-anak, selamat
berjuang!" Kata bu misaki melangsungkan permainannya dengan cepat.
"Ayo, kita cari benda
itu!" Kata kawa-chan tenang seakan-akan mereka tidak membuat sebuah
rencana.
"Mai-chan.... Sudah
mulai gelap nih! Akukan takut gelap...." Kataku memegang tangan mai-chan.
"Tenang saja, ai-chan.
Bentar lagi juga kita selesai." Kata mai-chan mengikuti himeni,sakura,dan
kawa-chan dari belakang.
"Hihihi.... Rupanya
ai-chan takut sama gelap, ya? Seru, nih?!" Bisik sakura-chan.
"Hei.. Bersikap tenang!
Jangan sampai ketahuan mereka!" Kata kawa-chan memperingatkan.
"Hei, ai-chan, Mai-chan!
Tuh disana ada cangkir kecilnya!" Teriak himeni-chan girang sambil
menjalankan rencananya.
"Iya! Disana! Ayo,
ai-chan kita ambil!" Kata mai-chan berjalan menuju arah cangkir tersebut.
" Ayo, kita pergi dari
sini!" Kata himeni-chan melaksanakan rencananya.
"Siip!" Mereka
langsung pergi ketempat lain, dan meninggalkan mai-chan dan ai-chan.
"Ma-mai-chan.... Mereka
bertiga kemana?" Kataku gemetaran.
"loh? Bukannya, mereka
disana tadi?!" Tanya mai-chan kebinggungan.
"Ja-jangan-jangan, kita
ditinggalkan mereka!" Kataku memastikan.
"iya! Ini pasti rencana
balas dendam mereka!" Kata mai-chan kesal.
"Ayo ai-chan, kita pergi
kembali ketenda! Jangan sampai kita tersesat disini!" Kata mai-chan
menarik tanganku menuntun jalan.
Sudah 30 menit kami
menggelilingi hutan. tetapi, kami tak sampai-sampai diperkemahan.
"Gawat! Inikan jalan
yang kita lewati tadi?" Kata mai-chan kebinggungan.
"Mai-chan! Bagaimana
dong?!?!" Kataku mulai menanggis ketakutan.
"Tenang saja, pasti bu
misaki akan mencari kita." Kata mai-chan menenangkan.
Tetapi....
"akhirnya kita selesai
juga dengan permainan bodoh ini..." Kata kawa-chan sambil duduk didekat
tenda.
"Bu misaki, kita sudah
menggambil cangkirnya!" Kata himeni-chan sambil memberikan cangkirnya.
"Wah! Bagus sekali..
Tapi kok, cuma kalian bertiga saja? 2 orang lagi kemana?" Tanya bu misaki.
"Anu bu, ai-chan dengan
mai-chan sedang tiduran ditenda, kecapekan mereka, bu." Kata himeni-chan
cerdik sambil tersenyum kecil.
"Kalau begitu, ya
sudah..." Kata bu misaki berlalu melihat keadaan kelompok lain.
Sementara itu......
"Hiks...hiks....
Mai-chan.... Ini dimana?" Tanyaku sambil menanggis.
"Manaku tahu! Kalau aku
tahu ini dimana, pasti kita tidak akan tersesat begini!" Kata mai-chan
menuntunku.
Tiba-tiba, senter yang kami
pakai mati dan kami tidak membawa batrai cadangan.
"Aduuh!!! Kenapa
mati,sih!" Kata mai-chan kesal sambil membanting senternya.
"Mai-chan!mai-chan!
Lihat! Lihat! Ada yang bersinar-sinar disana!" Kataku girang sambil
menarik tangan mai-chan.
"I-itu...."
Mai-chan melihat banyak kunang-kunang didepannya. Tetapi, saat mai-chan melihat
dengan jelas....
"Tunggu!!!! Tunggu,
ai-chan!!! Jangan kesana!!!!" Teriak mai-chan sekuat tenaga.
"Ayo! Cepat! Mungkin,
kita bisa gunakan itu sebagai penerangan!" Kataku sambil berlari kedepan.
Tiba-tiba.....
*bruk!!!!*
Didepanku ada jurang yang
sangat besar.
"MA-MA-MAI---" aku
tak sempat lagi berteriak dan langsung jatuh kedalam jurang tersebut.
"AI-CHAN!!!!!!
AI-CHAN!!!! Kamu dimana?!?! Cepatlah, jawab akuu!!" Teriak mai-chan panik
sambil memanggilku dari atas jurang.
Kepalaku sakit sekali, kaki
dan tanganku terluka. Aku takut sekali disini, gelap.... Sendirian....
"AI-CHAN!!!!! JAWAB
PANGGILANKU!!" Teriak mai-chan sambil menanggis memanggilku.
*srek...*srek...*srek...*
Ada yang berlari dengan
kencang kearahku. 'Apa itu?binatang buas?!?! Aku tak bisa berlari lagi!' Kataku
menanggis.
'Tolong jangan....' Kataku
ketakutan, semua badanku gemetaran.
"AI-CHAN!!! Apa kamu
baik-baik saja?!" Kata seseorang langsung memelukku.
Pelukannya begitu hangat....
'Apa ini kazu-kun..... Apa benar
begitu?'
Aku hanya bisa menanggis
dipelukkannya.
"Ai-chan... Ayo, kita
kembali ke perkemahan, akan kuobati luka-lukamu." Kata seseorang itu
dengan lembut mengendongku dan membawaku ke perkemahan. Mai-chan juga sudah
sampai, setelah bu misaki mencarinya lagi.
"Ai-chan... Ai-chan...
Apa kamu sudah sadar?" Kata mai-chan memanggilku.
"Ma... Mai-chan.... Apa
kita selamat?" Tanyaku pelan.
"Kita selamat, ai-chan!
Kita selamat! Natsu-kun yang menemukanmu dan langsung memberi tahu bu
misaki." Kata mai-chan menjelaskan.
"Na-natsu-kun?!"
Kataku kaget.
"Iya! Kukira dia jahat,
rupanya dia baik seperti dugaanmu!" Kata mai-chan tersenyum.
'Jadi, yang tadi
menyelamatkanku adalah natsu-kun? Bukan kazu?' kataku dalam hati dengan
beribu-ribu pertanyaan yang rumitku jawab.
"Dasar! Memang licik
sekali mereka! Awas saja mereka itu!" Kata mai-chan mengepalkan tangannya
dengan marah.
"Hahaha.... Tenang saja,
mai-chan.. Nanti juga kena karma dengan sendirinya." Kataku sambil tertawa
melihat tingkah mai-chan yang lucu.
"Apa kamu sudah pulih,
ai-chan?!" Kata natsu-kun melihat keadaanku.
"Su-sudah.... Terima
kasih banyak ya, natsu-kun.. makasih!" Kataku tersenyum memandangnya.
"E? I-iya... Ta-tadi aku
hanya kebetulan lewat situ kok!" Kata natsu-kun dengan muka yang merah.
'Kebetulan lewat? Seingatku,
dia berlari dengan kencang mencariku.... Apa hanya mimpi ya?' Kataku dalam
hati.
"Hahaha...... Iya,
natsu-kun! Aku juga berhutang budi padamu loh!" Kata mai-chan girang.
"Hahahaha...
Iya..iya..." Jawab natsu-kun dengan tenang sambil tersenyum.
"Kalau begitu,Aku pergi
dulu ya! Nanti kelompokku marah-marah." Kata natsu-kun melambaikan
tangannya dan berlalu pergi.
"Hei!hei! Ai-chan,
ternyata natsu-kun benar-benar keren ya!" Kata mai-chan tersenyum.
"Kamu ini! Sudahlah,
yuk, kita tidur.. Besok kita harus bangun pagi." Kataku kembali berbaring
dan tertidur.
Esok paginya,
kelompokku mendapat tugas
untuk memasak.
Kami berlima pun mulai
memasak dengan tenang.
Aku melihat, mai-chan sedang
memandang 3 orang itu dengan tatapan yang tajam.
Aku hanya tertawa melihat
mai-chan.
"Hei! Apa sih, yang kamu
tertawakan?!" Tanya mai-chan heran.
"Ya, kamu lah mai!"
Kataku melanjutkan tawaku.
"Hush! Jahat sekali sih!
Teman sendiri ditertawai!" Kata mai-chan memarahiku.
Selesai memasak, aku pergi
kepinggir danau dekat perkemahanku. Sesuai janji natsu-kun.
"Maaf, aku telat! Tadi
kelompokku mendapat tugas memasak." Kataku sambil duduk disebelahnya.
"Nggak apa-apa kok, aku
juga baru sampai." Kata natsu-kun tersenyum.
"Nah, gimana? Sudah dapat
rencana barunya?" Kataku memandang natsu-kun.
"Hmm... Usulku sih,
hanya menyuruhmu untuk bersikap baik pada kazu, dan kau harus slalu membantunya
ketika dia kesulitan. Dia juga akan menilaimu dari itu." Kata natsu-kun
berpikir.
"Benar juga sih.... Mungkin
usulmu bisa dicoba." Kataku menyetujui.
"Makasih ya, sudah mau
membantuku." Kataku tersenyum memandang natsu-kun.
"I-iya... Itu hanya
usulku kok!" Kata natsu-kun malu-malu.
"Ai-chan!ai-chan!"
Teriak mai-chan.
Aku langsung menoleh kearah
belakang.
"Ada apa?" Kataku
heran.
"Itu... Kazu
mencarimu..." Kata mai-chan.
Aku langsung kaget dan
memandang natsu-kun.
"Silahkan ...."
Kata natsu-kun tertawa kecil.
Aku berjalan kearah kazu,
"Ada apa kazu...?"
Kataku pelan.
"Aku hanya
mengkhawatirkan mu, kemarin kudengar kamu tersesat dihutan, ya? Apa kamu
terluka?" Kata kazu-kun memandangku cemas.
'Kok dia bisa tahu!' Kataku
dalam hati.
"Iya... Tapi sudah
baikkan kok!" Kataku tersenyum memandang kazu-kun.
Sesaat aku melihat wajah kazu
yang memerah.
"A-aku..... Aku berantem
dengan seira-chan..." Kata kazu lemas.
"Kenapa bisa?! Bukannya
kalian pasangan serasi?" Kataku terkejut.
"Dia bilang, aku lebih
mengkhawatirkan ai-chan, dari pada dirinya. Mau bagaimana lagi? Akukan temanmu
dari kecil, siapa yang tidak khawatir kalau teman kecilnya kenapa-napa."
Kata kazu-kun sedih.
'Dia mencemaskan ku! Apakah
aku boleh berharap sedikit?' Kataku dalam hati sambil memandang kazu-kun.
"Tapi, tidak apa-apa
deh, kalau dia mau meminta putus denganku. Aku memang tak bisa
diandalkan." Kata kazu-kun memandangku tersenyum.
"Sudahlah kazu-kun,
semua akan baik-baik saja kok! Jangan terlalu khawatir ya..." Kataku
memandang kazu-kun sambil tersenyum.
"Makasih ya, ai-chan.
Aku pergi dulu." Kata kazu-kun pergi berlalu.
'Apa benar aku bisa berada
disisi kazu?! Apa aku boleh berharap sedikit?' Kataku dalam hati sambil
berharap.
"Ai-chan!
Bagaimana?" Kata natsu-kun yang tiba-tiba datang.
"Dia... Dia
mengkhawatirkanku..." Kataku tak percaya dengan omongan kazu-kun.
"Benarkah?! Wah! Bagus
sekali! Berarti, memang benar bahwa kazu-kun itu masih memikirkanmu." Kata
natsu-kun girang mendengar ceritaku.
"Hehehe.... Mungkin saja
begitu..." Kataku tersenyum memandang langit.
"Apa aku tetap harus
mengejarnya?" Tanyaku tiba-tiba tak sadar.
"Loh? Kalau kamu masih
menyayanginya, kejarlah dia." Jawab natsu-kun tenang.
"Aku........ Aku tidak
tahu..." Aku tidak bisa menjawabnya, kenapa aku jadi ragu begini? Apa
gara-gara ada natsu-kun? Tapi perasaan sukaku kepada kazu masih ada.
Kenapa? Kenapa perasaanku tak
tenang?
Nantikan dicerita spesial:
kamu dan dia 4!
Pemberitahuan:
Bila ada kesempatan, akan ada
cerita ran-chan season2.♥
Thx♥
sekian~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar