Selasa, 22 April 2014

cerita spesial: kamu dan dia2

*teng*teng*teng*
"Ah! Waktunya istirahat!" Aku langsung cepat-cepat membawa bekalku ketempat natsu-kun.
"Na-natsu-kun!" Panggilku saat bertemu natsu-kun diteras atas sekolah.
"Hm? Ada apa? Kamu yang kemarin, kan?" Tanya natsu-kun dengan nada tinggi *namanya juga preman*
"Aku hanya mengucapkan terimakasih atas jasamu kemarin.... Ini aku bawakan bekal untukmu" kataku tersenyum sambil menyodorkan bekal yang kubuat tadi pagi.

Sesaat aku melihat wajah natsu-kun memerah.
"Ah...ehm... Makasih ya. Baru pertama kali ada orang yang berbuat baik padaku" Kata natsu-kun malu-malu.
"Hehehe.... Silahkan saja dicoba!" Kataku tersenyum.
"I-iya.." Natsu-kun mencoba sesendok makanan bekal ku dan...
"Wah! Apa ini?! Enak sekali loh!?! Apa kamu yang buat sendiri?!?!" Kata natsu-kun teriak girang saat memakan bekalku.
"Hahaha.... Iya, makasih. Kalau mau biar kubuatkan besok" kataku tersenyum memandang natsu-kun.

*trek....*
Tiba-tiba ada seseorang yang datang ketempat kami.
Saat aku melihat orang itu adalah kazu dan seria-chan (pacar kazu)
aku langsung menarik natsu-kun untuk bersembunyi.

"A-ada apa sih?! Kok sembunyi begini?!" Tanya natsu-kun binggung.
"Ssttss! Diam dulu.... Entar ketahuan!" Kataku berbisik sambil mengintip kazu bersama pacarnya.
Aku melihat mereka sedang berbincang-bincang dengan sangat asyik, dan kazu terlihat sangat bahagia, Lebih bahagia dibandingkan ia bersamaku. Aku hanya menatap mereka dari kejahuan dengan sedih.
"Hmm.... Itu ya? Jadi kamu suka kazu itu?" Tanya natsu-kun tiba-tiba.
"I-iya, aku suka sekali dengannya..." Kataku malu dan memandang natsu-kun dengan senyuman kesedihan.
"Kamu telah banyak berjuang ya....." Kata natsu-kun sambil menggosokkan kepalaku dengan lembut sambil tersenyum.
"Aku tahu... Pasti sakit sekali kan...." Kata natsu-kun memandang mereka.
Tiba-tiba air mataku menetes, aku tak sanggup lagi melihat mereka.
'Kenapa harus begini? Kalau begini, aku Lebih baik tidak pernah menggenalinya sama sekali!' Kataku kesal dalam hati sambil meneteskan air mataku didepan natsu-kun.
"Hei... Kamu tahu... Jangan pernah menyesali pertemuan mu dengannya... Karna kazu, kamu dapat merasakan cinta yang tulus dihadapannya." Jawab natsu-kun memandangku lembut seakan-akan ia tahu isi kepalaku.
"Ta-tapi..... Aku masih sangat sayang dengannya, dan aku tak mau ia pergi meninggalkan ku..." Kataku sedih.
"Akan ku bantu! Kamu telah berusaha untuk melupakannya, kan? Aku melihatmu saat kamu sedang berbicara dengan kazu, kamu hanya tersenyum manis didepannya tanpa memikirkan hal itu. Kupikir, kamu telah banyak berjuang" kata natsu-kun sambil tersenyum lembut, yang membuatku berdebar-debar seketika.
'A-apa ini......' Kataku panik dalam hatiku.
'Perasaan tenang apa ini, Saat aku bersama natsu-kun aku merasakan ketenangan yang sangat nyaman... Baru pertama kalinya aku merasakan hal ini' kataku dalam hati sambil memandang natsu-kun.
"Tenang saja ya... Aku akan membantu mu." Kata natsu-kun melanjutkan makannya.
"Terima kasih banyak, natsu-kun. Kau baik sekali..." Kataku menatap langit yang cerah.
"Hahaha..... Kamu ikut kemah musim panas, tidak?" Tanya natsu-kun mengganti topik, setelah kazu dan pacarnya pergi.
"Iya... kemah musim panas tahun ini aku sial sekali! Sekelompok dengan 3 geng centil itu!" Kataku kesal.
"Hahahaha... 3 cewek itu,toh! Aku juga sangat membenci mereka..." Jawab natsu-kun sambil tertawa lepas.
"Nanti waktu kemah hari ke2, kamu ke tepi sungai yang ada didekat kemah ya! Aku akan menunggu mu disana, aku akan mencoba membantumu mendekati kazu." Kata natsu-kun memandangku.
"Me-mendekati kazu? Tapi, diakan sudah punya pacar?" Jawabku heran.
"Tenang saja deh, anggap saja kamu itu orang ke3 dalam hubungan mereka. Bagaimana? 75% bisa berhasil loh!" Kata natsu-kun tersenyum jahil.
"75% berhasil? Yakin,tuh?" Tanyaku usil kepada natsu-kun sambil tertawa kecil.
"Hahaha.... Kamu tidak lihat? KeBanyak orang berpacaran, yang putus akibat orang ke3!" Kata natsu-kun dengan bangga.
"Kalau menurutmu begitu, aku setuju deh! Aku akan mencoba mengikuti saranmu." Jawabku mengacungkan jempol kepada natsu-kun.

2 hari kemudian,
Aku membereskan barang-barangku yang akan kubawa kekemah. Aku juga membuatkan bekal untuk natsu-kun, selama ini dia telah menghiburku.
Dan begitu juga mai-chan yang memarahiku habis-habisan gara-gara aku berteman dengan natsu-kun.

"Pagi!pagi!" Kataku semangat.
"Hei! Kamu! Lama banget sih datangnya, kan repot kalau kita ketinggalan bis!"   Kata sakura-chan memarahiku. 'Cih! Lagi-lagi mereka! Kenapa sih aku bisa berkelompok dengan mereka!' Kataku kesal dalam hati.
"Hehehe... Maaf,maaf. yuk, kita ke bis!" Kataku dengan wajah riang dan berpura-pura tidak mendengarkannya.
"ai-chan!!!" Teriak seseorang memanggilku.
Saat aku melihat kearah belakang, rupanya kazu yang memanggilku.
"Loh? Kazu? Ada apa?" Kataku heran.
"Begini, buku yang kemarin kau pinjamkan lupa kukembalikan. Jadi, sebagai gantinya aku membawakan biskuit kesukaanmu." Kata kazu sambil tersenyum.
"Wah! Biskuitnya imut sekali! Makasih ya, kazu!" Kataku senang menerima barang pemberiannya.
"Kalau begitu aku pergi dulu." Kata kazu berlalu pergi menuju kelompoknya sendiri.

'Bolehkah aku berharap sedikit dengannya?' Kataku dalam hati sambil tersenyum.
"Hei!hei!hei! Cepat sedikit! Bisnya sudah mau tutup, nih!" Teriak kawa-chan memarahiku.
"Em.. Baiklah." Aku berlari segera kebis.

"Hei! Ai-chan! Kamu hebat juga ya, bisa mendekati kazu seperti itu?" Kata sakura-chan melirikku sinis.
"Iya... Aku teman kecilnya kok." Kataku tersenyum memandang sakura-chan, 'sebenarnya aku ingin saja membentaknya! Tapi apa dayaku... Lebih baik diam saja dari pada mencari keributan dengannya. Tidak akan pernah selesai!' Kataku dalam hati.
"Hmm... Teman kecil, ya? Bukannya, kamu suka dengan kazu?" Kata sakura-chan melihatku sinis.
"Hahaha... Tidak, kok! Kamu salah sangka, deh!" Kataku sambil pura-pura tertawa.

"Kamu ini pintar mencari alasan ya? Saat kamu berbicara dengan kazu saja, aku sudah tahu bahwa kamu menyukainya." Kata sakura-chan sombong.
*brak!*
"Hm?hm?hm? Begitu ya menurutmu? Kalau memang menurutmu aku suka kazu... Ya nggak apa-apa sih." Kataku tersenyum sinis kepada sakura-chan.
'Lihat!lihat! Siapa yang tidak kesal?! Sakura-chan itu selalu saja mencampuri urusanku!' Kataku kesal dalam hati.
"Hebat deh! Kamu berani ya? Akan ku coba keberanianmu sampai sebatas mana?!?!" Kata sakura-chan dengan nada tinggi.

Sesampai ditempat kemah....
"Wuaah! Udaranya segar deh! sejuk lagi!" Teriakku semangat.
"Ai-chan, cepetan kita mendirikan tenda, nanti kita dimarahi lagi dengan 3 orang itu!" Kata mai-chan sambil mendirikan tenda.
"Baik.. Baik..." Kataku sambil membantu mai-chan mendirikan tenda.

*priit!!!**priit!!!*priitt!!!!*
"Anak-anak, silahkan berkumpul!" Teriak bu misaki yang memandu kami sewaktu kemah.
"Kita akan berkeliling hutan ini untuk mencari cangkir kecil yang berwarna emas ini. Siapa yang mendapatkan gelas terbanyak, ia akan mendapatkan 2 tiket gratis ke festival musim panas." Kata bu misaki menjelaskan.
"Waah!! tiket musim panas gratis!!" Kataku semangat kepada mai-chan.
"Kamu ini suka sekali ya, ke festival itu..." Kata mai-chan menggelengkan kepalanya.

"Permainan ini akan dimulai pada jam 5 sore sampai jam 9 malam, sekarang kita akan beristirahat dulu." Kata bu misaki.
"Baik bu!" Teriak semua murid dan langsung kembali ke tenda mereka masing-masing.

"Hei! Ai! Mai! Cepat kamu bereskan barang-barang ini!" Teriak kawa-chan dengan nada tinggi.
"A-apa?!?! Ini kan barang mu dan temanmu!" Kata mai-chan membantah.
"Berani sekali sih kamu! Cepat bereskan?!?!" Kata kawa-chan membentak kami berdua.
Tetapi aku dan mai-chan menolak mentah-mentah, sampai kawa-chan pun capek meladeni kami lagi.
"Terserah kalian,deh! Tanggung sendiri akibatnya kalau aku balas dendam! Ingat itu!" Kata kawa-chan mengancam kami.

"Hei, girls! Kenapa murung semua?" Tanya himeni melihat kawa-chan dan sakura-chan depresi dengan muka penuh dendam.
"Ini semua gara-gara mai-chan dan ai-chan, mereka membantah semua perintahku!" Kata kawa-chan kesal.
"Aku juga begitu! Ai-chan tak mempedulikan ancamanku! Mereka sepertinya sudah terbiasa dengan kita!" Teriak sakura-chan dengan penuh dendam.
"Kalau begitu... Kita buat rencana biar mereka takut lagi dengan kita." Kata himeni-chan cerdik.

Apa yang akan direncanakan himeni-chan?!
Apa yang akan dilakukan mereka?!?!
Nantikan di cerita spesial: kamu dan dia3~

Thx~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar