Namaku ai hinata, Aku
mempunyai teman kecil bernama kazu, dan juga dia orang yang kusuka. Tahun
berganti tahun, aku dan kazu sudah kelas 1 SMA...
"Apaa!!!! Kazu-kun sudah
punya pacar?!?!" Teriakku terkejut mendengar berita itu dari temanku
mai-chan.
"Aduuhh!! Berisik deh!
Kamu kan teman kecilnya! Kok kamu sendiri yang nggak tahu?" Tanya mai-chan
sambil menutup kuping.
"Aku nggak berani
menanyakan hal itu, dan kazu-kun juga tidak membicarakannya...." Jawabku
pelan memandang langit.
"Haduh..haduh.... Kazu-kun
itu sudah 3 bulan pacaran dengan cewek itu!" Kata mai-chan menggelengkan
kepala.
"Hmm..... Begitu ya.....
Padahal aku teman kecilnya.. Tapi dia kelihatannya tidak pernah mau
menceritakan kepadaku....." Kataku tetap memandang langit dengan mata
berkaca-kaca. Aku berteman dengan kazu sewaktu kami kelas 1 SD, cuma dia
tempatku bercerita banyak tentang masalahku dan aku sangat sayang padanya.
"Sudahlah ai-chan....
Ada yang lebih baik kok dari kazu-kun, kamu jangan terpaku pada kazu-kun
saja..." Kata mai-chan menenangkanku.
"Iya.... Kamu memang
benar... Aku mau kekelas dulu ya.." Kataku berlalu meninggalkan mai-chan
dan berjalan menuju kekelas.
'Kazu-kun.... Selama ini kamu
menganggap aku ini apa sih?! Padahal aku selalu ingin membuatmu tertawa...
Tapi, sepertinya kamu sudah ada orang yang mampu membuatmu tertawa lebih......'
Kataku dalam hati sambil merintikkan airmata saat berjalan dikoridor yang sepi.
'Bodohnya aku masih tetap
mencintaimu... Padahal kamu sudah punya perempuan yang lebih baik dariku. Tapi,
kenapa ?... Aku tetap ingin slalu bersamamu?....' Kataku dalam hati dengan
perlahan aku berjalan agak cepat.
Tiba-tiba...
*bruk!!!*
"Ma-maafkan aku...." Aku langsung
menunduk minta maaf tanpa melihat orang yang kutabrak.
"Dasar! Menyebalkan!
Jalan itu lihat-lihat dong! Kemana sih matamu!" Kata seorang lelaki dengan
marah-marah.
"Na-natsu-kun!!!"
Kataku kaget saat natsu-kun menggosokkan kepalanya.
Natsu-kun adalah preman
disekolahku, dia terkenal sangat kejam dan akan menghabiskan orang-orang yang berani
melawannya.
"Ma-ma-maafkan aku,
natsu-kun! Aku benar-benar minta maaf! Tadi aku tidak melihatmu...."
Kataku dengan ketakutan melihat natsu-kun yang memasang muka seram.
"Huh! Apa kamu baik-baik
saja?kamu sepertinya sakit ya?" Kata natsu-kun memandangku.
"A-aku baik-baik saja
kok.. Maaf telah menabrak mu..." Kataku menundukkan kepala dan langsung
berlari menuju kelas.
"Hm..... Gelang apa
ini?" Tanya natsu-kun sambil menggambil gelang yang terjatuh dikoridor.
"Untung.... Untung saja
aku tidak dipukuli natsu-kun!" Kataku pelan saat sampai dikelasku.
"Apanya yang untung
saja?!" Kata bu misaki yang sudah berdiri didepanku.
"I-ibu!! Ta-tadi aku
hampir kehilangan nyawaku, bu!" Kataku tak bisa berbicara lagi.
Dan sesaat itu semua
teman-temanku tertawa.
"Hahahaha.. Dasar
ai-chan!"
"Kamu ini! Jangan cari
alasan! Cepat berdiri diluar!" Teriak bu misaki memarahiku.
"Ba-baik bu...."
Kataku pelan dan berjalan keluar kelas.
Saat aku berdiri diluar
kelas, aku baru tersadar bahwa gelang pemberian ibuku hilang.
"Gawat! Gelang itu
kemana? Apa terjatuh saat tadi bertabrakan sama natsu-kun?" Tanyaku sambil
melihat disekelilingku mencari gelangku.
'Kalau aku pergi
mencarinya.... Nanti bu misaki bisa marah besar padaku..' Kataku dalam hati.
"Akan kucari saat pulang
sekolah saja deh. Semoga saja ketemu!" Kataku sambil berharap.
*teng*teng*teng*
Murid-murid semua berjalan
keluar kelas dengan muka yang sangat senang dan itu bertanda sekolah telah
berakhir.
Aku langsung pamit pada bu
misaki dan berjalan kekoridor yang kulewati tadi untuk mencari gelangku, tetapi
tetap saja tidak ketemu.
Aku sangat panik sekali.
'Gelang itu sangat berharga bagiku, kalau sampai hilang....' Kataku dalam hati
dengan raut wajah yang khawatir sambil terus mencari gelang itu sampai sore.
"Hei kamu!" Teriak
seseorang dari kejauhan.
"Apa yang kamu lakukan
disini?! Hari sudah sore tahu!?" Kata seorang lelaki mendekatiku.
"Aku sedang mencari
sesuatu pak! Tenanglah!" Kataku tak menghiraukan perkataannya.
"Hei...hei! Kamu dengar
nggak sih?!" Kata lelaki itu menarik tanganku.
"Na-natsu-kun!?! Apa
yang kamu lakukan disini?!" Tanyaku panik saat melihat natsu-kun.
"Harusnya aku yang
menanyakan itu, bodoh! Kamu sedang mencari apa?" Tanya natsu-kun kepadaku.
"A-aku sedang mencari
gelang... gelang pemberian ibuku.." Kataku sedih sambil mencari gelang
itu.
"Gelang? Apa ini gelang
milik mu?" Tanya natsu-kun sambil mengeluarkan gelang tersebut.
"Ge-gelangku!!"
Kataku kaget saat melihat gelang itu ada pada natsu-kun.
"Kamu ketemu
dimana?" Tanyaku dengan penasaran.
"Disini, waktu kita
bertabrakkan.. Kamu sih, tidak hati-hati!" Kata natsu-kun menasehatiku.
"Makasih ya natsu-kun,
ternyata kamu baik juga..." Kataku tersenyum memandang natsu-kun.
"A-a-aku hanya
menemukannya kok!" Kata natsu-kun dengan muka merah.
Rupanya, natsu-kun itu tidak
seburuk seperti dugaan teman-teman. Lalu , Akupun pamit dan pulang kerumahku.
*...*
"Ai-chan, ini gelang
untuk mu, jaga baik2 ya"
"Wah! Gelangnya bagus
sekali ma! aku sangat suka ini!"
"Gelang ini ada mitosnya
loh?!"
"Mitos?"
"Iya, bila gelang ini
ditemukan oleh orang lain selain kamu, dia akan menjadi jodohmu bila ia lelaki,
dan menjadi sahabat bila ia perempuan."
"Benarkah,ma ?"
"Mungkin saja... Namanya
juga mitos."
*......*
Tiba-tiba kenangan itu
terlintas dikepalaku dan sambil berpikir bahwa natsu-kun adalah ......
"AH! Tidak!tidak!tidak!
Dia bukan jodohku!" Teriakku menggelengkan kepala ketika aku berada
diteras depan rumahku.
"Aku pulang....."
Kataku memasuki ruang tamu yang kosong.
Orang tua ku telah meninggal,
waktu aku kelas 6 SD dan hanya kazu yang menghiburku. Tapi, sekarang tidak
mungkin lagi begitu.
"Hm... Hari ini masak
apa ya enaknya?" Tanyaku sambil melihat-lihat isi kulkas.
"Kare saja deh!"
Kataku senang sambil membawa bahan-bahannya.
Setelah selesai makan, aku
harus kerja sambilan untuk mencukupi keuanganku.
'Oh ya! Apa aku buatkan bekal
saja untuk natsu-kun? Dia kan sudah menolongku' kataku dalam hati sambil
berpikir.
'Baiklah akan ku buat besok!'
Kataku senang.
Esok paginya, aku bangun
pagi-pagi untuk membuat bekal. Setelah itu aku langsung mandi dan pergi
berangkat sekolah.
Sesampai disekolah,
"Selamat pagi ,
ai-chan!" Teriak mai-chan memanggilku.
Aku melihat semua murid pada
ribut dan berkumpul-kumpul. Entah apa yang mereka bicarakan.
"Pagi... Loh ada apa
dengan teman-teman yang lain?" Tanyaku heran melihat mereka.
"Kamu belum tahu ya? 2
hari lagi akan diadakan kemah selama 3 hari!" Kata mai-chan menjelaskan.
"Terus? Terus? Kita
kelompok mana?" Tanyaku cepat.
"Sayangnya.... Kita
masuk kelompok 3, ada sakura, himeni, dan kawa-chan!" Kata mai-chan lesu
memandangku.
"A-A-APA?!?! Dengan geng
sakura itu!?!?!" Teriakku setelah mendengar penjelasan dari mai-chan.
Geng sakura itu adalah musuh
terbesarku, dia itu terkenal centil, cerewet dan sombong. Aku sangat membenci
mereka sejak aku SMP.
"Bagaimana kalau kita
pindah kelompok saja?" Tanyaku kepada mai-chan.
"Tadinya sih. aku juga
berpikir begitu, tetapi, bu misaki tidak mengizinkan. Karena jumlah kelompok
sudah terbagi rata." jelas mai-chan kepadaku.
"Yah...mau tidak mau
harus seperti ini selama 3 hari dikemah...." Jawabku menggelengkan kepala.
"ngomong-ngomong, kenapa
kamu membawa 2 bekal? Lagi Laper banget ya?" Tanya mai-chan binggung.
"Oh ini, bekal untuk
natsu-kun sebagai tanda terima kasihku." Kataku tersenyum.
"Na-natsu-kun?! yang
preman itu?! Sejak kapan kamu jadi berteman dengannya?!?!" Tanya mai-chan
dengan kaget.
"Hmm.... Kemarin dia
membantuku mencari gelangku, dia baik kok!" Kataku tersenyum memandang
mai-chan.
"Lebih baik kamu waspada
aja, ai-chan! Kamu jangan mudah percaya dengan orang seperti natsu-kun!"
Kata mai-chan memberiku nasehat agar jangan mendekati natsu-kun.
"Tapi dia baik kok!
Jangan menilai dari keburukkannya, dong! Lihat dari sisi baiknya!" Kataku
menolak mentah-mentah pendapat mai-chan terhadap natsu-kun.
"Ya sudah deh, kalau itu
pendapatmu... Aku hanya mengingatkan mu saja untuk berhati-hati.." Kata
mai-chan pergi kembali ke bangkunya.
'Kenapa sih, mai-chan tak
percaya kalau natsu-kun itu baik?' Kataku dalam hati dengan kesal.
Nantikan di cerita spesial:
kamu dan dia2♥
Thx!♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar