Selasa, 22 April 2014

cerita spesial: kamu dan dia1

Namaku ai hinata, Aku mempunyai teman kecil bernama kazu, dan juga dia orang yang kusuka. Tahun berganti tahun, aku dan kazu sudah kelas 1 SMA...

"Apaa!!!! Kazu-kun sudah punya pacar?!?!" Teriakku terkejut mendengar berita itu dari temanku mai-chan.
"Aduuhh!! Berisik deh! Kamu kan teman kecilnya! Kok kamu sendiri yang nggak tahu?" Tanya mai-chan sambil menutup kuping.
"Aku nggak berani menanyakan hal itu, dan kazu-kun juga tidak membicarakannya...." Jawabku pelan memandang langit.
"Haduh..haduh.... Kazu-kun itu sudah 3 bulan pacaran dengan cewek itu!" Kata mai-chan menggelengkan kepala.
"Hmm..... Begitu ya..... Padahal aku teman kecilnya.. Tapi dia kelihatannya tidak pernah mau menceritakan kepadaku....." Kataku tetap memandang langit dengan mata berkaca-kaca. Aku berteman dengan kazu sewaktu kami kelas 1 SD, cuma dia tempatku bercerita banyak tentang masalahku dan aku sangat sayang padanya.
"Sudahlah ai-chan.... Ada yang lebih baik kok dari kazu-kun, kamu jangan terpaku pada kazu-kun saja..." Kata mai-chan menenangkanku.
"Iya.... Kamu memang benar... Aku mau kekelas dulu ya.." Kataku berlalu meninggalkan mai-chan dan berjalan menuju kekelas.

'Kazu-kun.... Selama ini kamu menganggap aku ini apa sih?! Padahal aku selalu ingin membuatmu tertawa... Tapi, sepertinya kamu sudah ada orang yang mampu membuatmu tertawa lebih......' Kataku dalam hati sambil merintikkan airmata saat berjalan dikoridor yang sepi.
'Bodohnya aku masih tetap mencintaimu... Padahal kamu sudah punya perempuan yang lebih baik dariku. Tapi, kenapa ?... Aku tetap ingin slalu bersamamu?....' Kataku dalam hati dengan perlahan aku berjalan agak cepat.

Tiba-tiba...
*bruk!!!*
 "Ma-maafkan aku...." Aku langsung menunduk minta maaf tanpa melihat orang yang kutabrak.
"Dasar! Menyebalkan! Jalan itu lihat-lihat dong! Kemana sih matamu!" Kata seorang lelaki dengan marah-marah.
"Na-natsu-kun!!!" Kataku kaget saat natsu-kun menggosokkan kepalanya.
Natsu-kun adalah preman disekolahku, dia terkenal sangat kejam dan akan menghabiskan orang-orang yang berani melawannya.
"Ma-ma-maafkan aku, natsu-kun! Aku benar-benar minta maaf! Tadi aku tidak melihatmu...." Kataku dengan ketakutan melihat natsu-kun yang memasang muka seram.
"Huh! Apa kamu baik-baik saja?kamu sepertinya sakit ya?" Kata natsu-kun memandangku.
"A-aku baik-baik saja kok.. Maaf telah menabrak mu..." Kataku menundukkan kepala dan langsung berlari menuju kelas.

"Hm..... Gelang apa ini?" Tanya natsu-kun sambil menggambil gelang yang terjatuh dikoridor.

"Untung.... Untung saja aku tidak dipukuli natsu-kun!" Kataku pelan saat sampai dikelasku.
"Apanya yang untung saja?!" Kata bu misaki yang sudah berdiri didepanku.
"I-ibu!! Ta-tadi aku hampir kehilangan nyawaku, bu!" Kataku tak bisa berbicara lagi.
Dan sesaat itu semua teman-temanku tertawa.
"Hahahaha.. Dasar ai-chan!"
"Kamu ini! Jangan cari alasan! Cepat berdiri diluar!" Teriak bu misaki memarahiku.
"Ba-baik bu...." Kataku pelan dan berjalan keluar kelas.

Saat aku berdiri diluar kelas, aku baru tersadar bahwa gelang pemberian ibuku hilang.
"Gawat! Gelang itu kemana? Apa terjatuh saat tadi bertabrakan sama natsu-kun?" Tanyaku sambil melihat disekelilingku mencari gelangku.
'Kalau aku pergi mencarinya.... Nanti bu misaki bisa marah besar padaku..' Kataku dalam hati.
"Akan kucari saat pulang sekolah saja deh. Semoga saja ketemu!" Kataku sambil berharap.

*teng*teng*teng*
Murid-murid semua berjalan keluar kelas dengan muka yang sangat senang dan itu bertanda sekolah telah berakhir.
Aku langsung pamit pada bu misaki dan berjalan kekoridor yang kulewati tadi untuk mencari gelangku, tetapi tetap saja tidak ketemu.
Aku sangat panik sekali. 'Gelang itu sangat berharga bagiku, kalau sampai hilang....' Kataku dalam hati dengan raut wajah yang khawatir sambil terus mencari gelang itu sampai sore.
"Hei kamu!" Teriak seseorang dari kejauhan.
"Apa yang kamu lakukan disini?! Hari sudah sore tahu!?" Kata seorang lelaki mendekatiku.
"Aku sedang mencari sesuatu pak! Tenanglah!" Kataku tak menghiraukan perkataannya.
"Hei...hei! Kamu dengar nggak sih?!" Kata lelaki itu menarik tanganku.
"Na-natsu-kun!?! Apa yang kamu lakukan disini?!" Tanyaku panik saat melihat natsu-kun.
"Harusnya aku yang menanyakan itu, bodoh! Kamu sedang mencari apa?" Tanya natsu-kun kepadaku.
"A-aku sedang mencari gelang... gelang pemberian ibuku.." Kataku sedih sambil mencari gelang itu.
"Gelang? Apa ini gelang milik mu?" Tanya natsu-kun sambil mengeluarkan gelang tersebut.
"Ge-gelangku!!" Kataku kaget saat melihat gelang itu ada pada natsu-kun.
"Kamu ketemu dimana?" Tanyaku dengan penasaran.
"Disini, waktu kita bertabrakkan.. Kamu sih, tidak hati-hati!" Kata natsu-kun menasehatiku.
"Makasih ya natsu-kun, ternyata kamu baik juga..." Kataku tersenyum memandang natsu-kun.
"A-a-aku hanya menemukannya kok!" Kata natsu-kun dengan muka merah.

Rupanya, natsu-kun itu tidak seburuk seperti dugaan teman-teman. Lalu , Akupun pamit dan pulang kerumahku.

*...*
"Ai-chan, ini gelang untuk mu, jaga baik2 ya"
"Wah! Gelangnya bagus sekali ma! aku sangat suka ini!"
"Gelang ini ada mitosnya loh?!"
"Mitos?"
"Iya, bila gelang ini ditemukan oleh orang lain selain kamu, dia akan menjadi jodohmu bila ia lelaki, dan menjadi sahabat bila ia perempuan."
"Benarkah,ma ?"
"Mungkin saja... Namanya juga mitos."
*......*
Tiba-tiba kenangan itu terlintas dikepalaku dan sambil berpikir bahwa natsu-kun adalah ......
"AH! Tidak!tidak!tidak! Dia bukan jodohku!" Teriakku menggelengkan kepala ketika aku berada diteras depan rumahku.

"Aku pulang....." Kataku memasuki ruang tamu yang kosong.
Orang tua ku telah meninggal, waktu aku kelas 6 SD dan hanya kazu yang menghiburku. Tapi, sekarang tidak mungkin lagi begitu.
"Hm... Hari ini masak apa ya enaknya?" Tanyaku sambil melihat-lihat isi kulkas.
"Kare saja deh!" Kataku senang sambil membawa bahan-bahannya.

Setelah selesai makan, aku harus kerja sambilan untuk mencukupi keuanganku.
'Oh ya! Apa aku buatkan bekal saja untuk natsu-kun? Dia kan sudah menolongku' kataku dalam hati sambil berpikir.
'Baiklah akan ku buat besok!' Kataku senang.

Esok paginya, aku bangun pagi-pagi untuk membuat bekal. Setelah itu aku langsung mandi dan pergi berangkat sekolah.

Sesampai disekolah,
"Selamat pagi , ai-chan!" Teriak mai-chan memanggilku.
Aku melihat semua murid pada ribut dan berkumpul-kumpul. Entah apa yang mereka bicarakan.
"Pagi... Loh ada apa dengan teman-teman yang lain?" Tanyaku heran melihat mereka.
"Kamu belum tahu ya? 2 hari lagi akan diadakan kemah selama 3 hari!" Kata mai-chan menjelaskan.
"Terus? Terus? Kita kelompok mana?" Tanyaku cepat.
"Sayangnya.... Kita masuk kelompok 3, ada sakura, himeni, dan kawa-chan!" Kata mai-chan lesu memandangku.
"A-A-APA?!?! Dengan geng sakura itu!?!?!" Teriakku setelah mendengar penjelasan dari mai-chan.
Geng sakura itu adalah musuh terbesarku, dia itu terkenal centil, cerewet dan sombong. Aku sangat membenci mereka sejak aku SMP.
"Bagaimana kalau kita pindah kelompok saja?" Tanyaku kepada mai-chan.
"Tadinya sih. aku juga berpikir begitu, tetapi, bu misaki tidak mengizinkan. Karena jumlah kelompok sudah terbagi rata." jelas mai-chan kepadaku.
"Yah...mau tidak mau harus seperti ini selama 3 hari dikemah...." Jawabku menggelengkan kepala.
"ngomong-ngomong, kenapa kamu membawa 2 bekal? Lagi Laper banget ya?" Tanya mai-chan binggung.
"Oh ini, bekal untuk natsu-kun sebagai tanda terima kasihku." Kataku tersenyum.
"Na-natsu-kun?! yang preman itu?! Sejak kapan kamu jadi berteman dengannya?!?!" Tanya mai-chan dengan kaget.
"Hmm.... Kemarin dia membantuku mencari gelangku, dia baik kok!" Kataku tersenyum memandang mai-chan.
"Lebih baik kamu waspada aja, ai-chan! Kamu jangan mudah percaya dengan orang seperti natsu-kun!" Kata mai-chan memberiku nasehat agar jangan mendekati natsu-kun.
"Tapi dia baik kok! Jangan menilai dari keburukkannya, dong! Lihat dari sisi baiknya!" Kataku menolak mentah-mentah pendapat mai-chan terhadap natsu-kun.
"Ya sudah deh, kalau itu pendapatmu... Aku hanya mengingatkan mu saja untuk berhati-hati.." Kata mai-chan pergi kembali ke bangkunya.
'Kenapa sih, mai-chan tak percaya kalau natsu-kun itu baik?' Kataku dalam hati dengan kesal.

Nantikan di cerita spesial: kamu dan dia2

Thx!  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar