Selasa, 08 April 2014

cerita ran-chan9: akhir yang...(end)

Sudah 5 jam heiro-kun menungguku dirumah sakit. Hingga...
"Dik... Lebih baik kamu pulang saja dulu, besok kamu juga harus sekolah.." Kata suster dengan cemas memandang heiro-kun yang terduduk memandangku berbaring.
"Baik lah.. Aku akan pulang.. Bila ada perubahan tentang keadaannya tolong kabarkan saja.." Kata heiro-kun berlalu pulang kerumahnya.

"KAK!!! Ada apa dengan ran-chan!" Tanya echika tiba-tiba didepan pintu yang mengejutkan kak heiro-kun.
"Ritsu... Ritsu mendorong ran-chan hingga mengenai besi dihalaman belakang sekolah, kepalanya terkoyak besar dan ia dalam kondiri koma.." Kata kak heiro-kun lesu.
"Apa?!?! Kak ritsu yang melakukannya?!?!" Tanya echika tak percaya.
"Iya.. Selama ini kak ritsu lah ketua geng 3 fans alay itu.... Aku sampai tidak tahu harus berbuat apa lagi akibat tipu muslihat sahabat sendiri yang bermuka dua itu...." Kata kak heiro menyesal.
Dan kak heiro-kun langsung masuk kekamarnya.

Esok paginya...
Kak heiro tidak masuk sekolah.....
Ia langsung pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan ran-chan.
"Bagaimana, dok kondisinya?" Tanya kak heiro kepada dokter.
"Belum ada perubahan dik... Kami sudah mengoperasikan ulang tetapi tidak membawa hasil...maaf..." Kata dokter memandang kak heiro-kun dengan sedih.
"Begitu ya dok......." Kata kak heiro lesu setelah mendengar kata-kata dari dokter tersebut.

Kak heiro tetap menungguku disebelah tempat tidurku. Ia hanya memandangku sedih dan berdoa.
'Apa yang harus kulakukan? Selama ini aku telah banyak berbuat salah kepada ran-chan...' Kata kak heiro-kun dalam hati dengan pandangan yang sangat sedih.

Beberapa jam berlalu.... Kak heiro-kun tetap menungguku hingga sekolah usai dan echika datang menjengkuk ku.
"Kak! Kenapa kakak tadi tidak masuk sekolah?" Tanya echika mendekati kak heiro yang sedang memandangku.
"Maaf echika... Aku tadi pagi langsung kesini untuk melihat keadaan ran-chan, tapi ia tidak ada perubahan..." Kata kak heiro-kun lesu.
"Apa tak ada cara lain kak agar ran-chan sembuh?" Kata echika yang sepikiran dengan kak heiro-kun.
"Dokter belum memastikan....." Kata kak heiro-kun memandangku lesu.

Tiba..tiba....
*tok*tok*tok*
"Permisi dik...." Kata dokter sambil mendekati kak heiro-kun dan echika.
"Ada apa ya dok?" Tanya kak heiro.
"Hm.. Begini kami telah berdiskusi untuk mengambil cara lain agar adik ini sembuh... Kami membutuhkan golongan darah A, untuk didonorkan kepada adik ini, kemungkinan saat dioperasi adik ini dapat sembuh..." Jelas dokter tersebut.
"Do-donor darah A? Aku bergolongan AB...." Kata echika lesu.
"Biar aku saja dok. Yang mendonorkan..." Kata kak heiro-kun memandang dokter tersebut dengan yakin.
"Tetapi.. Darah yang dibutuhkan cukup banyak dan kemungkinan kecil pasien yang mendonorkan darah tersebut dapat bertahan..." Kata dokter mencemaskan keadaan heiro-kun.
"Tak apa dok! Ini semua salahku... Biar aku yang bertanggung jawab, walaupun harus pergi....." Kata kak heiro-kun berani.
"Kak! Apa kakak yakin dengan semua ini? Bagaimana dengan masa depan kakak?" Tanya echika cemas.
"Tidak apa-apa, Asalkan hidup ran-chan bahagia.. Aku tak apa walau mempertaruhkan nyawaku ini." Kata kak heiro tersenyum tulus kepada echika.
"Baiklah kita akan mulai operasinya. Silahkan anda berbaring dikasur sebelahnya." Kata dokter itu memulai operasinya.
Echika hanya terdiam menanggis melihat kakaknya dan ran-chan.
'Apakah kekuatan cinta mereka akan menang?'
"Ran-chan.... Maafkan kesalahanku selama ini dan  semoga kamu hidup berbahagia.... Aku akan selalu mencintaimu sampai kapan pun....." Kata kak heiro-kun sambil mengenggam tanganku dengan senyuman terakhirnya yang tulus itu.
Dan memulai operasi tersebut
.
.
Setelah 3 jam melakukan operasi,
Operasipun berjalan sukses. Aku sudah mulai pulih, tetapi... Kak heiro-kun yang tidak dapat berbuat apa-apa, karena darah yang didonorkan cukup banyak.

2 bulan berlalu......
Echika yang selalu menjenguk mereka berdua dengan perasaan yang sangat sedih. 'Mengapa perjuangan cinta sangat lah sulit.?'

Saat echika membawakan bunga-bunga untuk ran-chan...
Tiba-tiba tangan ran-chan bergerak perlahan- lahan.
"Ran-chan! Kamu sudah sadar?!?!" Kata echika berteriak senang memandang ku.
"Aku.....a-aku......dimana...?" Kataku memandang echika dengan binggung.
"Kamu ada dirumah sakit, akibat ulah kak ritsu itu." Kata echika dengan senyum manisnya.
Mengingat kejadian itu
Aku langsung teringat pada kak heiro-kun. Dan langsung berdiri.
"Di-dimana kak heiro-kun?!" Tanyaku berteriak.
"Dia ada disebelahmu kok, Dari kamu koma ia selalu menemanimu...." Kata echika kepada ku dengan senyum lembutnya.
"Kak..kak.... Heiro-kun.... A-apa yang terjadi dengannya...?" Tanyaku dengan heran melihat kak heiro yang tak bangun-bangun.

"Kakak mendonorkan darahnya untukmu agar kamu sembuh,ran....." Kata echika yang mulai meneteskan air matanya.
"Ke-kenapa! Kenapa! Kenapa kak heiro bertindak ceroboh begini!!aku... Aku...." Kataku menanggis melihat kondisi kak heiro yang sedang berbaring.
"Kak heiro! Kak heiro-kun! Aku tak mau! Aku tak mau kak heiro menyelamatkan ku dengan mempertaruhkan nyawamu seperti ini! Kak!" Teriakku memegang tangan kak heiro.
"Kakak sudah menggambil pilihannya ran.... Dia sangat mencintaimu....." Kata echika memelukku dan menenangkanku.
"KAK!!! KAK HEIRO!!! Bangun lah kak!!!!! Aku tak mau kakak pergi!!!!!! KAKAK!!!!!!!" Teriakku sekuat tenanga sambil menanggis.
"Tenanglah ran-chan! Kamu baru pulih dari penyakitmu....! Tenanglah!" Kata echika menenangkanku.
Aku pun terduduk disebelahnya memandangnya sedih.
"Kakak bodoh! Kenapa kakak berbuat bodoh seperti ini!! Aku tak mau kakak pergi meninggalkanku sendirian......." Kataku dengan nada tinggi kepada kak heiro yang masih memejamkan mata.
"Sudahlah ran-chan, lebih baik kamu beristirahat dan makan agar kamu pulih sepenuhnya.." Kata echika memandangku.
"Aku tak butuh! Aku akan tetap duduk disini sampai kak heiro sadar!" Kataku keras kepala yang tetap duduk disamping kak heiro.
"Ran-chan.... Aku tahu ini begitu berat.... Tapi..... Kakak sudah tak akan ada lagi......." Kata echika yang membuatku semakin menanggis dihadapan kak heiro. Aku tak tahu harus bagaimana lagi.
Aku terus menanggis dihadapannya.
"Aku sangat mencintai kakak.... Tolonglah jangan tinggalkan aku sendiri kak...." Kataku memandang kak heiro memohon.
Echika pun menanggis dengan kencang disampingku.
Dan sampai malam aku menemani kak heiro,
Aku terus berbicara sendiri dengan kak heiro, "kakak pasti bisa sadar kok.... Aku yakin..." Kataku memandang lesu kak heiro. Melihat  Muka kak heiro yang pucat sekali.

"Kak...... Aku.... Ingin kakak hidup lagi... Agar kita bisa bercanda dan bercerita seperti dulu lagi, saat kita pertama kali bertemu... Kak heiro telah menyelamatkanku.... Apa kakak ingat? Aku sangat senang sekali bisa bertemu dengan mu, kak......." Kataku sambil menanggis tiada hentinya dihadapan kak heiro.

tiba-tiba.. Suatu keajaiban muncul...
Kak heiro membuka matanya perlahan- lahan dan memandangku yang sedang menanggis sambil memegang tangannya.
"Ka-ka-kak heiro!!!!" Kataku terbata-bata melihat kak heiro yang tiba-tiba sadar secara ajaib.
'Apakah ini keajaiban tuhan untuk mempersatukan kami kembali? Kalau iya, aku sangat berterima kasih pada-Nya' kataku dalam hati sambil memeluk kak heiro yang sudah sadar.

"KAK!!!! Aku kangen kak heiroo!!!!" Kataku senang dengan air mataku yang masih menetes.
"Hehehe..... Sudahlah ran-chan.... Aku tidak apa- apa kok...." Kata kak heiro sambil menghapuskan air mataku.
"kak heiro membuatku sangat ketakutan dan juga echika!" Kataku kesal.
"Iya deh.... Iya deh.. Maaf ya hahahaha"
Kata kak heiro-kun tertawa.

2 hari kemudian,
Aku dan kak heiro diperbolehkan untuk pulang kerumah.

'Akhirnya cinta kami tersampaikan......'

Sewaktu kami masuk sekolah.
tak ku sangka rombongan geng 3 fans alay itu berserta ketuanya kak ritsu, meminta maaf kepadaku dan kepada kak heiro.

Hari ini aku memulai hidup yang baru bersama orang-orang yang kusayangi.
Hidup berbahagia, bercanda- canda bersama orang yang kusayangi...
Betapa bahagianya hidupku.....
Terimakasih semua......
End
*ambil tisu*

Selepas cerita akan ada cerita spesial dari ran-chan

Thx ya  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar