Sudah 5 jam heiro-kun
menungguku dirumah sakit. Hingga...
"Dik... Lebih baik kamu
pulang saja dulu, besok kamu juga harus sekolah.." Kata suster dengan
cemas memandang heiro-kun yang terduduk memandangku berbaring.
"Baik lah.. Aku akan
pulang.. Bila ada perubahan tentang keadaannya tolong kabarkan saja.."
Kata heiro-kun berlalu pulang kerumahnya.
"KAK!!! Ada apa dengan
ran-chan!" Tanya echika tiba-tiba didepan pintu yang mengejutkan kak
heiro-kun.
"Ritsu... Ritsu
mendorong ran-chan hingga mengenai besi dihalaman belakang sekolah, kepalanya
terkoyak besar dan ia dalam kondiri koma.." Kata kak heiro-kun lesu.
"Apa?!?! Kak ritsu yang
melakukannya?!?!" Tanya echika tak percaya.
"Iya.. Selama ini kak
ritsu lah ketua geng 3 fans alay itu.... Aku sampai tidak tahu harus berbuat
apa lagi akibat tipu muslihat sahabat sendiri yang bermuka dua itu...."
Kata kak heiro menyesal.
Dan kak heiro-kun langsung
masuk kekamarnya.
Esok paginya...
Kak heiro tidak masuk
sekolah.....
Ia langsung pergi kerumah
sakit untuk melihat keadaan ran-chan.
"Bagaimana, dok
kondisinya?" Tanya kak heiro kepada dokter.
"Belum ada perubahan
dik... Kami sudah mengoperasikan ulang tetapi tidak membawa
hasil...maaf..." Kata dokter memandang kak heiro-kun dengan sedih.
"Begitu ya
dok......." Kata kak heiro lesu setelah mendengar kata-kata dari dokter
tersebut.
Kak heiro tetap menungguku
disebelah tempat tidurku. Ia hanya memandangku sedih dan berdoa.
'Apa yang harus kulakukan?
Selama ini aku telah banyak berbuat salah kepada ran-chan...' Kata kak
heiro-kun dalam hati dengan pandangan yang sangat sedih.
Beberapa jam berlalu.... Kak
heiro-kun tetap menungguku hingga sekolah usai dan echika datang menjengkuk ku.
"Kak! Kenapa kakak tadi
tidak masuk sekolah?" Tanya echika mendekati kak heiro yang sedang
memandangku.
"Maaf echika... Aku tadi
pagi langsung kesini untuk melihat keadaan ran-chan, tapi ia tidak ada
perubahan..." Kata kak heiro-kun lesu.
"Apa tak ada cara lain
kak agar ran-chan sembuh?" Kata echika yang sepikiran dengan kak heiro-kun.
"Dokter belum
memastikan....." Kata kak heiro-kun memandangku lesu.
Tiba..tiba....
*tok*tok*tok*
"Permisi dik...."
Kata dokter sambil mendekati kak heiro-kun dan echika.
"Ada apa ya dok?"
Tanya kak heiro.
"Hm.. Begini kami telah
berdiskusi untuk mengambil cara lain agar adik ini sembuh... Kami membutuhkan
golongan darah A, untuk didonorkan kepada adik ini, kemungkinan saat dioperasi
adik ini dapat sembuh..." Jelas dokter tersebut.
"Do-donor darah A? Aku
bergolongan AB...." Kata echika lesu.
"Biar aku saja dok. Yang
mendonorkan..." Kata kak heiro-kun memandang dokter tersebut dengan yakin.
"Tetapi.. Darah yang
dibutuhkan cukup banyak dan kemungkinan kecil pasien yang mendonorkan darah
tersebut dapat bertahan..." Kata dokter mencemaskan keadaan heiro-kun.
"Tak apa dok! Ini semua
salahku... Biar aku yang bertanggung jawab, walaupun harus pergi....."
Kata kak heiro-kun berani.
"Kak! Apa kakak yakin
dengan semua ini? Bagaimana dengan masa depan kakak?" Tanya echika cemas.
"Tidak apa-apa, Asalkan
hidup ran-chan bahagia.. Aku tak apa walau mempertaruhkan nyawaku ini."
Kata kak heiro tersenyum tulus kepada echika.
"Baiklah kita akan mulai
operasinya. Silahkan anda berbaring dikasur sebelahnya." Kata dokter itu
memulai operasinya.
Echika hanya terdiam menanggis
melihat kakaknya dan ran-chan.
'Apakah kekuatan cinta mereka
akan menang?'
"Ran-chan.... Maafkan
kesalahanku selama ini dan semoga kamu
hidup berbahagia.... Aku akan selalu mencintaimu sampai kapan pun....."
Kata kak heiro-kun sambil mengenggam tanganku dengan senyuman terakhirnya yang
tulus itu.
Dan memulai operasi tersebut
.
.
Setelah 3 jam melakukan
operasi,
Operasipun berjalan sukses.
Aku sudah mulai pulih, tetapi... Kak heiro-kun yang tidak dapat berbuat
apa-apa, karena darah yang didonorkan cukup banyak.
2 bulan berlalu......
Echika yang selalu menjenguk
mereka berdua dengan perasaan yang sangat sedih. 'Mengapa perjuangan cinta
sangat lah sulit.?'
Saat echika membawakan
bunga-bunga untuk ran-chan...
Tiba-tiba tangan ran-chan
bergerak perlahan- lahan.
"Ran-chan! Kamu sudah
sadar?!?!" Kata echika berteriak senang memandang ku.
"Aku.....a-aku......dimana...?"
Kataku memandang echika dengan binggung.
"Kamu ada dirumah sakit,
akibat ulah kak ritsu itu." Kata echika dengan senyum manisnya.
Mengingat kejadian itu
Aku langsung teringat pada
kak heiro-kun. Dan langsung berdiri.
"Di-dimana kak
heiro-kun?!" Tanyaku berteriak.
"Dia ada disebelahmu
kok, Dari kamu koma ia selalu menemanimu...." Kata echika kepada ku dengan
senyum lembutnya.
"Kak..kak....
Heiro-kun.... A-apa yang terjadi dengannya...?" Tanyaku dengan heran
melihat kak heiro yang tak bangun-bangun.
"Kakak mendonorkan
darahnya untukmu agar kamu sembuh,ran....." Kata echika yang mulai
meneteskan air matanya.
"Ke-kenapa! Kenapa!
Kenapa kak heiro bertindak ceroboh begini!!aku... Aku...." Kataku
menanggis melihat kondisi kak heiro yang sedang berbaring.
"Kak heiro! Kak
heiro-kun! Aku tak mau! Aku tak mau kak heiro menyelamatkan ku dengan
mempertaruhkan nyawamu seperti ini! Kak!" Teriakku memegang tangan kak
heiro.
"Kakak sudah menggambil
pilihannya ran.... Dia sangat mencintaimu....." Kata echika memelukku dan
menenangkanku.
"KAK!!! KAK HEIRO!!!
Bangun lah kak!!!!! Aku tak mau kakak pergi!!!!!! KAKAK!!!!!!!" Teriakku
sekuat tenanga sambil menanggis.
"Tenanglah ran-chan!
Kamu baru pulih dari penyakitmu....! Tenanglah!" Kata echika
menenangkanku.
Aku pun terduduk disebelahnya
memandangnya sedih.
"Kakak bodoh! Kenapa
kakak berbuat bodoh seperti ini!! Aku tak mau kakak pergi meninggalkanku sendirian......."
Kataku dengan nada tinggi kepada kak heiro yang masih memejamkan mata.
"Sudahlah ran-chan,
lebih baik kamu beristirahat dan makan agar kamu pulih sepenuhnya.." Kata
echika memandangku.
"Aku tak butuh! Aku akan
tetap duduk disini sampai kak heiro sadar!" Kataku keras kepala yang tetap
duduk disamping kak heiro.
"Ran-chan.... Aku tahu
ini begitu berat.... Tapi..... Kakak sudah tak akan ada lagi......." Kata
echika yang membuatku semakin menanggis dihadapan kak heiro. Aku tak tahu harus
bagaimana lagi.
Aku terus menanggis
dihadapannya.
"Aku sangat mencintai
kakak.... Tolonglah jangan tinggalkan aku sendiri kak...." Kataku
memandang kak heiro memohon.
Echika pun menanggis dengan
kencang disampingku.
Dan sampai malam aku menemani
kak heiro,
Aku terus berbicara sendiri
dengan kak heiro, "kakak pasti bisa sadar kok.... Aku yakin..."
Kataku memandang lesu kak heiro. Melihat
Muka kak heiro yang pucat sekali.
"Kak...... Aku.... Ingin
kakak hidup lagi... Agar kita bisa bercanda dan bercerita seperti dulu lagi,
saat kita pertama kali bertemu... Kak heiro telah menyelamatkanku.... Apa kakak
ingat? Aku sangat senang sekali bisa bertemu dengan mu, kak......." Kataku
sambil menanggis tiada hentinya dihadapan kak heiro.
tiba-tiba.. Suatu keajaiban muncul...
Kak heiro membuka matanya
perlahan- lahan dan memandangku yang sedang menanggis sambil memegang
tangannya.
"Ka-ka-kak
heiro!!!!" Kataku terbata-bata melihat kak heiro yang tiba-tiba sadar
secara ajaib.
'Apakah ini keajaiban tuhan
untuk mempersatukan kami kembali? Kalau iya, aku sangat berterima kasih
pada-Nya' kataku dalam hati sambil memeluk kak heiro yang sudah sadar.
"KAK!!!! Aku kangen kak
heiroo!!!!" Kataku senang dengan air mataku yang masih menetes.
"Hehehe..... Sudahlah
ran-chan.... Aku tidak apa- apa kok...." Kata kak heiro sambil
menghapuskan air mataku.
"kak heiro membuatku
sangat ketakutan dan juga echika!" Kataku kesal.
"Iya deh.... Iya deh..
Maaf ya hahahaha"
Kata kak heiro-kun tertawa.
2 hari kemudian,
Aku dan kak heiro diperbolehkan
untuk pulang kerumah.
'Akhirnya cinta kami
tersampaikan......'
Sewaktu kami masuk sekolah.
tak ku sangka rombongan geng
3 fans alay itu berserta ketuanya kak ritsu, meminta maaf kepadaku dan kepada
kak heiro.
Hari ini aku memulai hidup
yang baru bersama orang-orang yang kusayangi.
Hidup berbahagia, bercanda-
canda bersama orang yang kusayangi...
Betapa bahagianya
hidupku.....
Terimakasih semua......
End♥
*ambil tisu*
Selepas cerita akan ada
cerita spesial dari ran-chan♥
Thx ya♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar