Dipagi yang cerah ini, aku
akan menghadapi masa sulit ku. Aku akan berusaha sekuat mungkin menghadapinya.
Apakah aku bisa membuat kak heiro-kun percaya padaku?
Aku berpikir sambil berjalan
menuju sekolah. Sesampai aku dikelas.....
"Pagi echika...."
Kataku tersenyum.
"Hehehe... Pagi
ran-chan, sepertinya hari ini kamu semangat sekali?" Kata echika
memandangku.
"Iya... Aku akan bilang
kepada kak heiro-kun hari ini." Kataku dengan berani.
"Kau sudah siap,
ran?" Tanya echika ragu.
"Sudah... Terima kasih
untuk semua bantuan mu ,echika." Kataku tersenyum memandang echika.
"Iya.. Semoga berhasil
ya." Kata echika sambil melambaikan tangannya ketika aku pergi.
Dipagi ini, aku langsung
menemui kak heiro dikelasnya.
"Permisi.... Apa Ada kak
heiro-kun?" Tanyaku kepada salah satu murid.
"Maaf dik, kak heiro
sedang pergi bersama ritsu-chan, mungkin mereka kekantin." Kata salah satu
murid itu kepadaku.
"Kalau begitu, terima
kasih ya kak." Kataku pamit dan langsung pergi kekantin. Aku terus mencari
keberadaan kak heiro-kun.
Dan akhirnya......
"Kak
heiro-kun!!...." Teriak ku dari kejauhan sambil berlari menuju kak
heiro-kun yang bersama dengan kak ritsu sedang membeli roti.
"Ada apa lagi
ran-chan?" Kata kak heiro-kun dengan nada tinggi.
"Aku.... Aku ingin
berbicara lagi dengan kak heiro-kun, aku tak mau seperti ini....." Kataku
memandang kak heiro-kun.
"Aduh... Ran-chan, kamu
kan sudah bilang agar heiro-kun tidak berbicara lagi dengan ran-chan!"
Kata kak ritsu yang licik memanaskan suasana.
"Aku tak pernah bilang,
kak ritsu! Apa jangan- jangan kak ritsu yang dengan sengaja menjauhi-ku dari
kak heiro-kun?!" Kataku menatap kak ritsu, aku tahu bahwa kak ritsu ketua
geng 3 fans alay itu.
"Kamu jangan sembarangan
ya! Ritsu-chan adalah sahabatku! Aku mempercayainya dan dia tidak mungkin
melakukan hal bodoh itu!" Kata kak heiro-kun membela kak ritsu.
"Kakak jangan dikelabui
oleh kak ritsu dong! Lihat baik-baik sikap kak ritsu, kak!" Kataku kesal
memandang kak heiro-kun.
"Ritsu-chan adalah
sahabatku, ia tetap sama seperti dulu, selalu membantuku! Sudahlah! Jangan cari
alasan lagi!" Kata kak heiro-kun menarik tangan kak ritsu pergi dari
hadapanku.
'Hehehe... Bagus sekali
pemandangan tadi! Tapi apa ran-chan sudah tahu siapa aku sebenernya?' Tanya
ritsu dalam hati sambil berjalan bersama kak heiro-kun menuju kekelasnya.
"Apakah berhasil,
ran?" Tanya echika dengan penasaran saat aku duduk dibangkuku, aku merubah
raut wajahku menjadi lesu tanda aku telah gagal.
"Jangan khawatir! Masih
ada peluang kok!" Kata echika menyemangatiku.
"Ya.... Aku akan
berjuang" kataku sambil tersenyum pahit menahan kesedihan.
Sesampai istirahat, aku pergi
kehalaman belakang untuk berpikir sejenak.
Saat aku tiba dihalaman
belakang.....
*brak!*brak!*
Aku langsung ditangkap oleh 3
fans alay itu.
"A-apa-apaan ini!"
Kataku marah.
"Hm... Kamu sudah berani
ya rupanya..." Kata kak keishia menatapku tajam.
"Apa yang kalian
lakukan!" Kataku kesal.
"Ketua... Dia sudah kami
tangkap." Kata kak keishia menyuruh ketuanya datang.
Tak lama kak ritsu datang
kehalaman belakang.
"Bagus sekali.... Nah,
ran-chan.. Sepertinya kamu sudah tahu siapa aku sebenarnya?" Tanya kak
ritsu menatapku dengan marah.
"Ya.. Aku tahu, kak
ritsu adalah ketua geng ini..." Kataku memandang kak ritsu.
"Jangan coba-coba kamu
menggagalkan rencanaku! Aku yang akan mendapatkan hati heiro-kun! Dan kau
sebagai penggangu akan kuhabiskan disini!" Kata kak ritsu mengepalkan
tangannya. Dan 3 fans itu hanya tertawa melihatku yang ketakutan.
"Ingat ya ran-chan! Aku
yang telah menggagalkan semua rencanamu! Hahahaha!dan heiro-kun tak akan
percaya lagi padamu! " Kata kak ritsu tertawa senang.
"Kamu jahat kak!!
Bermuka dua seperti ini! Belum tentu kak heiro-kun mau denganmu!" Kataku
kesal kepada kak ritsu.
"Keishia! Beri pelajaran
padanya!" Kata kak ritsu dengan marah.
Aku yang diikat dengan
kencang,langsung dipukuli dan rambutku
tarik-tarik oleh 3 fans itu.
Hingga tangan kiriku
berdarah.
"Rasakan itu murid baru!
Hahahaha!" Kata 3 fans itu tertawa lepas sambil menyiksaku dan kak ritsu
hanya tersenyum memandangku.
*krek*krek*
"Hei! ada apa
ini!!" Teriak seseorang dari depan halaman.
"He-heiro-kun!!"
Kata kak ritsu yang terkejut ketika kak heiro datang mendekati kak ritsu.
" Apa-apaan ini
ritsu-chan! Apa yang kau lakukan terhadap ran-chan sampai ia berdarah-darah
begini?" Tanya kak heiro-kun sambil membantuku berdiri.
"A-a-aku... A-aku
hanya..." Kak ritsu menjawab dengan terbata-bata hingga, Kak heiro-kun
menampar pipi kak ritsu.
"Jadi... Selama ini kau
yang sebagai pengganguku! Aku tak percaya kamu adalah orang yang menjadi
penghalangku sendiri! Selama ini aku hanya percaya padamu! Tetapi! Kau malah
membuatku seperti ini! Kamu licik ritsu!" Kata kak heiro-kun dengan marah.
Kak ritsu hanya bisa berdiam
menundukkan kepala sambil menanggis.
"Maafkan aku ran-chan...
Apa kamu baik-baik saja?" Tanya kak heiro-kun lembut.
"Iya aku baik-baik saja
kok kak, terima kasih telah menolongku" kataku tersenyum kepada kak
heiro-kun.
"Maaf, selama ini aku
selalu menghindarimu... Aku takut hubunganmu dengan tetsu jadi berantakkan
gara-gara aku.." Kata kak heiro memandangku sedih.
"Kak.... Aku tak punya
hubungan apa-apa sama tetsu! Ia hanya teman SD-ku saja! Apa kakak selalu
percaya omongan kak ritsu?!" Kataku memandang kak heiro dengan kesal.
"Maaf ya... Selama ini
aku tak percaya padamu. Aku memang bodoh sekali mempercayai sahabatku yang
bermuka dua itu" kata kak heiro menyesal.
"Sudahlah kak.... Yang
penting kakak tahu yang sebenarnya... Dan aku juga ingin berbicara sesuatu
kepada kak heiro.." Kataku berani.
"Aku... Aku selama ini
suka kepada kak heiro-kun.." Kataku malu-malu mengatakan perasaanku
sesungguhnya.
Tiba-tiba kak heiro-kun
tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.
"Tutuplah matamu
sebentar ran-chan" kata kak heiro-kun tersenyum.
Akupun menutup mataku, dan
kak heiro-kun memasang sesuatu dileherku.
"Silahkan buka
ran-chan...." Kata kak heiro lembut.
Saat aku membuka mata,
terlihat kalung yang berbentuk love kecil yang sangat cantik.
"Wah... Bagus sekali
kak......" Kataku dengan senang
"Akhirnya kamu
menyatakan perasaanmu juga ran-chan... Aku sangat senang sekali." Kata kak
heiro tersenyum lembut melihatku.
Akhirnya.. Aku dapat
menyatakan perasaanku kepada kak heiro-kun. Tapi...
*bruk!!*
Tiba-tiba kak ritsu dengan
kesal mendorongku hingga kepalaku mengenai dinding besi yang berada dihalaman
belakang ini dengan keras, hingga aku pingsan dan mengeluarkan banyak sekali
darah.
Kak heiro-kun langsung
membawaku kerumah sakit dengan segera dan tidak memedulikan omongan kak ritsu.
sesampai dirumah sakit aku
dioperasi karena kepalaku terkoyak sangat besar.
Kak heiro-kun menunggu ku
diruang tunggu hingga aku selesai dioperasi
Tak berapa lama....
"Maaf apakah anda teman
anak ini?" Tanya seorang dokter keluar dari ruang operasi tersebut
"Iya dok, bagaimana
keadaannya?" Tanya kak heiro-kun ketakutan.
"Maaf dik..... Ia tak
bisa sepenuhnya kami pulihkan.... Darahnya terkuras habis sewaktu ia terluka
dikepalanya.. Dan lukanya cukup parah..." Kata dokter itu dengan sedih
memandang kak kak heiro-kun.
"Apa tak ada cara
lain,dok! agar ia bisa sembuh!" Kata kak heiro-kun dengan panik memandang
dokter itu.
"Maaf dik.. Kami sedang
memikirkan cara itu... Tapi kami belum memastikan..." Kata dokter itu.
"Kami akan mencoba
memikirkan bagaimana caranya agar anak ini bisa sembuh.." Lanjut dokter
itu pelan.
" Baiklah dok.... Terima
kasih...." Kata kak heiro-kun pelan. Ia langsung berjalan ketempat ku dan
memasang raut wajah yang sangat sedih padaku.
"Aku bahkan belum
membalas penyataanmu ran-chan...." Kata kak heiro-kun menangis memandangku
yang tak bangun-bangun dikamar operasi.
'Kenapa cinta begitu rumit?'
Nantikan diran-chan9!
Apa yang terjadi dengan
ran-chan selanjutnya?!♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar