Selasa, 08 April 2014

cerita ran-chan8 :Perasaanku

Dipagi yang cerah ini, aku akan menghadapi masa sulit ku. Aku akan berusaha sekuat mungkin menghadapinya. Apakah aku bisa membuat kak heiro-kun percaya padaku?
Aku berpikir sambil berjalan menuju sekolah. Sesampai aku dikelas.....

"Pagi echika...." Kataku tersenyum.
"Hehehe... Pagi ran-chan, sepertinya hari ini kamu semangat sekali?" Kata echika memandangku.
"Iya... Aku akan bilang kepada kak heiro-kun hari ini." Kataku dengan berani.
"Kau sudah siap, ran?" Tanya echika ragu.
"Sudah... Terima kasih untuk semua bantuan mu ,echika." Kataku tersenyum memandang echika.
"Iya.. Semoga berhasil ya." Kata echika sambil melambaikan tangannya ketika aku pergi.

Dipagi ini, aku langsung menemui kak heiro dikelasnya.
"Permisi.... Apa Ada kak heiro-kun?" Tanyaku kepada salah satu murid.
"Maaf dik, kak heiro sedang pergi bersama ritsu-chan, mungkin mereka kekantin." Kata salah satu murid itu kepadaku.
"Kalau begitu, terima kasih ya kak." Kataku pamit dan langsung pergi kekantin. Aku terus mencari keberadaan kak heiro-kun.
Dan akhirnya......

"Kak heiro-kun!!...." Teriak ku dari kejauhan sambil berlari menuju kak heiro-kun yang bersama dengan kak ritsu sedang membeli roti.
"Ada apa lagi ran-chan?" Kata kak heiro-kun dengan nada tinggi.
"Aku.... Aku ingin berbicara lagi dengan kak heiro-kun, aku tak mau seperti ini....." Kataku memandang kak heiro-kun.
"Aduh... Ran-chan, kamu kan sudah bilang agar heiro-kun tidak berbicara lagi dengan ran-chan!" Kata kak ritsu yang licik memanaskan suasana.
"Aku tak pernah bilang, kak ritsu! Apa jangan- jangan kak ritsu yang dengan sengaja menjauhi-ku dari kak heiro-kun?!" Kataku menatap kak ritsu, aku tahu bahwa kak ritsu ketua geng 3 fans alay itu.
"Kamu jangan sembarangan ya! Ritsu-chan adalah sahabatku! Aku mempercayainya dan dia tidak mungkin melakukan hal bodoh itu!" Kata kak heiro-kun membela kak ritsu.
"Kakak jangan dikelabui oleh kak ritsu dong! Lihat baik-baik sikap kak ritsu, kak!" Kataku kesal memandang kak heiro-kun.
"Ritsu-chan adalah sahabatku, ia tetap sama seperti dulu, selalu membantuku! Sudahlah! Jangan cari alasan lagi!" Kata kak heiro-kun menarik tangan kak ritsu pergi dari hadapanku.
'Hehehe... Bagus sekali pemandangan tadi! Tapi apa ran-chan sudah tahu siapa aku sebenernya?' Tanya ritsu dalam hati sambil berjalan bersama kak heiro-kun menuju kekelasnya.

"Apakah berhasil, ran?" Tanya echika dengan penasaran saat aku duduk dibangkuku, aku merubah raut wajahku menjadi lesu tanda aku telah gagal.
"Jangan khawatir! Masih ada peluang kok!" Kata echika menyemangatiku.
"Ya.... Aku akan berjuang" kataku sambil tersenyum pahit menahan kesedihan.

Sesampai istirahat, aku pergi kehalaman belakang untuk berpikir sejenak.
Saat aku tiba dihalaman belakang.....
*brak!*brak!*
Aku langsung ditangkap oleh 3 fans alay itu.
"A-apa-apaan ini!" Kataku marah.
"Hm... Kamu sudah berani ya rupanya..." Kata kak keishia menatapku tajam.
"Apa yang kalian lakukan!" Kataku kesal.
"Ketua... Dia sudah kami tangkap." Kata kak keishia menyuruh ketuanya datang.
Tak lama kak ritsu datang kehalaman belakang.
"Bagus sekali.... Nah, ran-chan.. Sepertinya kamu sudah tahu siapa aku sebenarnya?" Tanya kak ritsu menatapku dengan marah.
"Ya.. Aku tahu, kak ritsu adalah ketua geng ini..." Kataku memandang kak ritsu.
"Jangan coba-coba kamu menggagalkan rencanaku! Aku yang akan mendapatkan hati heiro-kun! Dan kau sebagai penggangu akan kuhabiskan disini!" Kata kak ritsu mengepalkan tangannya. Dan 3 fans itu hanya tertawa melihatku yang ketakutan.
"Ingat ya ran-chan! Aku yang telah menggagalkan semua rencanamu! Hahahaha!dan heiro-kun tak akan percaya lagi padamu! " Kata kak ritsu tertawa senang.
"Kamu jahat kak!! Bermuka dua seperti ini! Belum tentu kak heiro-kun mau denganmu!" Kataku kesal kepada kak ritsu.
"Keishia! Beri pelajaran padanya!" Kata kak ritsu dengan marah. 
Aku yang diikat dengan kencang,langsung  dipukuli dan rambutku tarik-tarik oleh 3 fans itu.
Hingga tangan kiriku berdarah.
"Rasakan itu murid baru! Hahahaha!" Kata 3 fans itu tertawa lepas sambil menyiksaku dan kak ritsu hanya tersenyum memandangku.

*krek*krek*
"Hei! ada apa ini!!" Teriak seseorang dari depan halaman.
"He-heiro-kun!!" Kata kak ritsu yang terkejut ketika kak heiro datang mendekati kak ritsu.
" Apa-apaan ini ritsu-chan! Apa yang kau lakukan terhadap ran-chan sampai ia berdarah-darah begini?" Tanya kak heiro-kun sambil membantuku berdiri.
"A-a-aku... A-aku hanya..." Kak ritsu menjawab dengan terbata-bata hingga, Kak heiro-kun menampar pipi kak ritsu.
"Jadi... Selama ini kau yang sebagai pengganguku! Aku tak percaya kamu adalah orang yang menjadi penghalangku sendiri! Selama ini aku hanya percaya padamu! Tetapi! Kau malah membuatku seperti ini! Kamu licik ritsu!" Kata kak heiro-kun dengan marah.
Kak ritsu hanya bisa berdiam menundukkan kepala sambil menanggis.
"Maafkan aku ran-chan... Apa kamu baik-baik saja?" Tanya kak heiro-kun lembut.
"Iya aku baik-baik saja kok kak, terima kasih telah menolongku" kataku tersenyum kepada kak heiro-kun.
"Maaf, selama ini aku selalu menghindarimu... Aku takut hubunganmu dengan tetsu jadi berantakkan gara-gara aku.." Kata kak heiro memandangku sedih.
"Kak.... Aku tak punya hubungan apa-apa sama tetsu! Ia hanya teman SD-ku saja! Apa kakak selalu percaya omongan kak ritsu?!" Kataku memandang kak heiro dengan kesal.
"Maaf ya... Selama ini aku tak percaya padamu. Aku memang bodoh sekali mempercayai sahabatku yang bermuka dua itu" kata kak heiro menyesal.
"Sudahlah kak.... Yang penting kakak tahu yang sebenarnya... Dan aku juga ingin berbicara sesuatu kepada kak heiro.." Kataku berani.
"Aku... Aku selama ini suka kepada kak heiro-kun.." Kataku malu-malu mengatakan perasaanku sesungguhnya.
Tiba-tiba kak heiro-kun tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.
"Tutuplah matamu sebentar ran-chan" kata kak heiro-kun tersenyum.
Akupun menutup mataku, dan kak heiro-kun memasang sesuatu dileherku.
"Silahkan buka ran-chan...." Kata kak heiro lembut.
Saat aku membuka mata, terlihat kalung yang berbentuk love kecil yang sangat cantik.
"Wah... Bagus sekali kak......" Kataku dengan senang
"Akhirnya kamu menyatakan perasaanmu juga ran-chan... Aku sangat senang sekali." Kata kak heiro tersenyum lembut melihatku.
Akhirnya.. Aku dapat menyatakan perasaanku kepada kak heiro-kun. Tapi...
*bruk!!*
Tiba-tiba kak ritsu dengan kesal mendorongku hingga kepalaku mengenai dinding besi yang berada dihalaman belakang ini dengan keras, hingga aku pingsan dan mengeluarkan banyak sekali darah.
Kak heiro-kun langsung membawaku kerumah sakit dengan segera dan tidak memedulikan omongan kak ritsu.

sesampai dirumah sakit aku dioperasi karena kepalaku terkoyak sangat besar.
Kak heiro-kun menunggu ku diruang tunggu hingga aku selesai dioperasi

Tak berapa lama....
"Maaf apakah anda teman anak ini?" Tanya seorang dokter keluar dari ruang operasi tersebut
"Iya dok, bagaimana keadaannya?" Tanya kak heiro-kun ketakutan.
"Maaf dik..... Ia tak bisa sepenuhnya kami pulihkan.... Darahnya terkuras habis sewaktu ia terluka dikepalanya.. Dan lukanya cukup parah..." Kata dokter itu dengan sedih memandang kak kak heiro-kun.
"Apa tak ada cara lain,dok! agar ia bisa sembuh!" Kata kak heiro-kun dengan panik memandang dokter itu.
"Maaf dik.. Kami sedang memikirkan cara itu... Tapi kami belum memastikan..." Kata dokter itu.
"Kami akan mencoba memikirkan bagaimana caranya agar anak ini bisa sembuh.." Lanjut dokter itu pelan.
" Baiklah dok.... Terima kasih...." Kata kak heiro-kun pelan. Ia langsung berjalan ketempat ku dan memasang raut wajah yang sangat sedih padaku.
"Aku bahkan belum membalas penyataanmu ran-chan...." Kata kak heiro-kun menangis memandangku yang tak bangun-bangun dikamar operasi.

'Kenapa cinta begitu rumit?'

Nantikan diran-chan9!

Apa yang terjadi dengan ran-chan selanjutnya?!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar