Selasa, 08 April 2014

cerita special: rich and poor2(end)

"Hoooaam......" Aku mengusapkan mataku dan bergegas pergi berbelanja bersama haruna.
"Ayo putri kita pergi..." Kata haruna membawa keranjang besar untuk mengisi barang-barang belanjaan.
"Iya....." Kataku sambil berjalan keluar rumah,
Udara pagi dikota paris sangat sejuk sekali, dipagi itu aku pergi ke pasar, dan bertemu seorang lelaki  muda yang tampan sedang menjual berbagai bunga.
"Permisi, aku mencari bunga mawar... Ada tidak ya?" Tanya haruna yang akan membeli bunga mawar.
"Em... Ada... Mau berapa tangkai?" Tanya seorang lelaki muda itu.
saat aku sedang melihat-lihat bunga, tidak sengaja aku terinjak sebuah kayu yang cukup besar sehingga membuat ku terjatuh.
*BRUK!!!* 'lho kok tidak sakit?' Tanyaku dalam hati sambil memejamkan mataku.
"Hei...hei... Kamu nggak apa-apa?." Panggil seseorang dengan lembut. Sewaktu aku membuka mata aku telah dipeluk dengan lelaki muda itu, dan aku langsung berdiri,
"Ma-maafkan aku..." Aku menundukkan kepala dengan malu. "Nggak apa-apa kok, yang penting kamu nggak kenapa-napa nona." Kata pemuda itu sambil tersenyum lembut kepadaku. 'Baik sekali... Pemuda ini....' Kataku dalam hati sambil membalas senyumnya.
"Putri... kamu nggak kenapa-napa kan?" Kata haruna dengan khawatir.
"Nggak, makasih ya... Em..." Kataku mengucapkan terima kasih kepada pemuda itu.
"Namaku itaro..." Kata itaro dengan lembut.
"Em... Itaro-kun, bolehkah besok aku kesini lagi untuk membalas jasaku..." Kata ku malu-malu kepada itaro-kun.
"Silahkan non... Datang saja, kapan saja..." Kata itaro-kun dengan senyum yang tulus
"Makasih ya... Aku permisi dulu." Kataku dan haruna sambil pergi membeli belanjaan yang lainnya.
"Haru.. Itaro-kun baik ya.." Kataku dengan senang.
"Putri suka ya dengan itaro-kun?hehehe.." Kata haruna dengan senyum sinis.
"Mungkin deh! Hahahaha... Yuk! Kita kesana haru!" Kataku sambil menarik tangan haruna ke toko sayuran.
Setelah membeli perlengkapan belanjaan, aku dan haruna memasak soup dan escargot (makanan khas paris dari daging bekicot)
selesai memasak aku,ibu haruna,dan haruna makan bersama, sangat menyenangkan hidup seperti ini.

Sementara diistana......
"DIMANA HEIRA-CHAN?!?!?!" Kata Ayah dengan panik mencari heira yang hilang bersama haruna.
"Tuan, kami sudah mencari diseluruh rumah ini dan mencari di kota sekitar tetapi tidak ditemukan tuan..."Kata salah satu prajurit ayah heira.
"Cepat suruh prajurit yang lainnya untuk mencari heira sampai ketemu!! Dalam 1 minggu ini harus ketemu!" Teriak ayah heira yang panik mencari heira-chan yang hilang.
"Baiklah tuan!" Kata salah satu prajurit itu dengan tegas.

"Selamat datang...." Kataku menundukkan kepala mempersilahkan tamu-tamu masuk, sekarang aku sedang berkerja direstoran milik bibi haruna.
tugas haruna mengantarkan makanan dan aku menyapa para tamu yang masuk.
"Haru.. Meja 3 memesan es cappucino dan spageti." Kataku sambil memberikan kertas pesanan.
"Baiklah putri..." Kata haruna langsung kedapur memberikan kertas pesanan tersebut.
*kring*kring*
"Ah... Selamat---" kataku terhenti dengan wajah terkejut.
" I-i-itaro-kun!" Jeritku terkejut.
"Loh.. Nona yang tadi, kamu berkerja disini ya?" Kata itaro-kun dengan lembut.
"Hehehe.. Iya.. Itaro-kun mau pesan apa? Baru pulang kerja?" Kataku lembut sambil mempersilahkan ia duduk.
"Iya... Aku mau pesan macarons saja sama teh manis..." Kata itaro-kun lembut.
"Oke.. Aku akan kembali,sebentar ya.." Kataku mengantar pesanan kepada haruna.
"Wah, putri bertemu lagi dengan pangeran tadi pagi itu!" Kata haruna senang.
"Hehehe... Jodoh mungkin ya? Hahaha..." Kataku tertawa dan berjalan menuju itaro-kun.
"Itaro-kun, boleh aku duduk disini?" Kataku lembut.
"Silahkan non..." Kata itaro-kun sambil mengambil kursi dan mempersilahkan ku untuk duduk.
"Trima kasih... Em.. Kamu kerja ditoko itu sudah lama ya ,itaro-kun?" Tanyaku kepada itaro-kun.
"Baru 3 bulan kok, aku dari keluarga yang lumayan susah... Jadi aku harus berkerja keras." Kata itaro-kun memandangku dengan sedih.
"Begitu ya..... Sedih juga mendengarnya... Tapi kamu pekerja keras ya, aku senang melihatnya.." Kataku menyemangati itaro-kun.
Tiba-tiba muka itaro-kun, menjadi merah padam.
"Hahahaha.... E-enggak juga kok, kamu rupanya baik ya nona" kata itaro-kun dengan lembut.
Kami berbincang-bincang dengan hangatnya sampai aku merasa nyaman berada didekatnya. walaupun ia orang kalagan bawah, bagiku ia sangat baik padaku,orang yang pekerja keras dan rajin.
Sewaktu selesai makan, itaro-kun pamit untuk pulang. Saat itaro-kun pergi keluar, aku langsung berlari mengejarnya.. Aku tidak tahu kenapa aku terus mengejarnya.
"Itaro-kuuunn!!!!!!!!" Teriakku sambil mengejarnya.
"Loh? Ada apa nona?" Kata itaro-kun dengan heran.
"Be-besok datang lagi ya kesini.... Aku ingin ngobrol lagi dengan mu dan akan kumasakan makanan untuk itaro-kun untuk membalas jasamu tadi pagi...." Kataku malu-malu.
"Iya... Tenang saja aku akan datang tiap hari.... Cepatlah kamu kembali kerestoran itu, nanti kamu kena marah sama ketua kamu." Kata itaro-kun dengan pandangan lembut. Aku pun tersenyum dan pergi kembali kerestoran tersebut.

Hari berganti hari, dan tak terasa sudah 7 hari aku berada dikota paris ini. Aku juga semakin dekat dengan itaro-kun. Aku mencintai itaro-kun, 'apakah ayah akan merestui hubungan ini...' Tanyaku dalam hati.
"Putri! Nggak baik loh melamun disiang hari.." Kata haruna menyadarkanku.
"Hahaha...sorry deh!sorry... Aku akan mengambil pesanan.." Kataku bergegas kembali berkerja. Tetapi.... Siapa sangka...
*brak!*
"Apa disini ada tuan putri heira tatsuki?!?!?!" Kata seseorang dengan nada tinggi.
aku terkejut dan langsung bersembunyi didapur bersama haruna.
"Bagaimana ini putri...." Kata haruna ketakutan memandangku.
"Kita lihat saja dulu dari sini haru..." Kataku tegang melihat kejadian ini. 'Kenapa prajurit itu bisa tahu bahwa aku disini!?!?! Ini bisa gawat!' Kataku dalam hati ketakutan.
"JAWAB AKU!HEI! KALIAN PEMILIK RESTORAN INI!" Kata salah satu prajurit itu dengan marah.
"A-a-aku tidak tahu tuan... Aku tak tahu..." Kata pemilik restoran itu dengan ketakutan.
"Kamu pasti berbohong! Cepat katakan yang sebenarnya! Atau akan ku hancurkan restoran ini!" Kata prajurit itu mempersiapkan alat-alat untuk menghancurkan restoran ini.
"Saya...tidak tahu... Tuan...ampuni lah saya...." Kata pemilik restoran itu dengan tangan yang gemeteran menundukkan kepalanya.
'Gawat! Ini gawat sekali! Kalau restoran ini sampai hancur.... Keluarga haruna akan bertambah susah!' Bisikku dalam hati.
*kring*kring*
Tiba-tiba seorang lelaki memasuki restoran.
"Maaf.... Ada apa ini ya....... " Kata seorang  pemuda itu dengan kebinggungan.
"Apa kamu juga tahu tentang keberadaan tuan putri heira tatsuki!?!" Tanya salah satu prajurit itu sambil membidikkan senjatanya kearah pemuda tersebut.

"Itu itaro-kun!" Bisikku kepada haruna dengan kaget.
"Ini gawat putri! Bisa-bisa itaro-kun jadi korbannya!" Kata haruna ketakutan.
"Aku tak mau ia sampai jadi korban! Aku... Aku...... Maafkan aku haruna...." Kataku tersenyum lembut kepada haruna dan langsung pergi ke tempat prajurit itu.
"TUAN PUTRI!!!" Teriak haruna dari dapur memanggilku. Tetapi aku tidak menghiraukannya. Aku tetap berlari kedepan untuk menyelamatkan orang yang kucintai.
"Itaro-kuun!!!!!!!" Teriakku memanggil itaro-kun.
"Nona...... Kenapa kamu kesini! Ini berbahaya!" Kata itaro-kun melindungiku.
"Tuan putri! Akhirnya kami menemukan mu... Sekarang kembalilah keistana..." Kata prajurit itu menarik tanganku.
"Jangan sembarangan! Nona ini sangat berharga bagiku! Aku tak mau kamu menyentuhnya!" Kata itaro-kun melindungiku.
"Apa yang kamu lakukan!! Kamu mau cari mati ya!!" Kata prajurit itu dengan marah.
Aku tambah semakin ketakutan dengan semua ini seluruh tubuhku gemetaran.
"Aku akan pergi keistanamu... Dan aku akan berbicara kepada tuan mu!" Kata itaro-kun dengan berani.
"Apa maksud mu itu! Kamu itu orang tersingkir! Sana pergi! " Kata prajurit itu mendorong itaro-kun untuk pergi dariku, tetapi itaro-kun tetap terus mempertahankan ku. Walaupun ia dipukul-pukuli.
"HENTIKAN!!!!HENTIKAN SEMUA INI!!!!" Teriakku sambil menanggis tidak tahan melihat prajurit itu memukul itaro-kun.
"Aku akan pulang! Tetapi bawa aku bersama itaro-kun!" Kataku dengan tegas kepada prajurit itu.
"Apa tuan putri yakin akan membawa orang tersingkir ini keistana tuan? Ayah tuan putri akan marah..." Kata prajurit itu melarang.
"Cepat bawa aku dan itaro-kun, SEKARANG!!" Kataku marah sambil membantu itaro-kun berdiri.
"Ba-baik tuan putri...." Prajurit itu pun langsung membawa kami pulang keistanaku.
"Haru.... Aku akan datang menjemputmu, setelah semua ini selesai...." Kataku tersenyum mengucapkan salam perpisahan kepada haruna. "Baik tuan putri, aku akan menunggu mu..." Kata haruna menanggis.

Sesampai diistana aku menyuruh pelayan-pelanyanku untuk menyembuhkan luka itaro-kun dan aku pergi ke ruangan ayahku.
Dengan berani aku mengetuk pintu ayahku yang besar itu.
*tok*tok*tok*
"Ayah... Biarkan lah saya masuk..." Kataku dengan lembut.
"Silahkan masuk heira-chan... Aku sudah menunggu mu..." Kata ayahku membuka pintu dan menyuruhku masuk.
"Kenapa kamu kabur dari rumah?" Tanya ayahku dengan sabar.
"Maafkan aku ayah... Aku ada masalah lain yang ingin ku bicarakan kepada ayah, soal pertunangan.." Kataku menjelaskan kepada ayah madsudku.
"Ada apa dengan pertunangan mu?kamu ingin membatalkannya?" Tanya ayahku binggung.
"Iya ... Aku telah memilih pasanganku sendiri yah!" Kataku dengan berani.
"Keluarga dari mana lelaki itu? Dan dari perusahaan mana?" Kata ayahku dengan cepat.
"Ia dari kalangan bawah ayah... Tetapi dia sangat baik kepadaku, ia sangat pekerja keras....." Kataku menjelaskan sambil tersenyum memandang itaro-kun dipikiranku.
"Ayah tak terima dari kalangan bawah, heira-chan! Kau tahukan identitasmu ini! Kita ini kalangan atas! Kamu yang akan mewariskan itu! ayah akan malu nak! Bila kamu berpasangan dengan kalangan bawah!" Kata ayaku dengan marah.
"Ayah! Dengarkanlah aku! Dia pemuda yang baik-baik ayah!" Kataku membela itaro-kun.
"Tidak! Pokoknya ayah tidak setuju! Kamu harus batalkan rencana mu!" Kata ayahku membentaku. Tiba-tiba...
*tok*tok*tok*tok*
"Silahkan masuk...." Kata ayahku menenangkan diri.
"Permisi pak...." Kata itaro-kun memasuki ruangan ayah dengan pakaian mewah.
"I-itaro-kun! Kenapa kamu datang kemari!nanti ayahku bisa...." Kataku panik.

"K-KAMU!!!!!! I-ITSUKI HOTARO!! Kenapa anda kesini...." Tanya ayahku kaget.
"Apa?!?! Itsuki hotaro?!?!tapi dia itaro-kun!?!?!" Tanyaku kepada ayah dengan wajah sangat kaget.
"Iya ,aku datang kesini untuk meresmikan pertunanganku dengan heira satsuki...." Kata itaro-kun dengan tenang.
"Dan Sebenarnya.... Itu nama singkatanku, itaro dan nama asli ku itsuki hotaro, aku memakai nama singkatan itu agar tidak ada yang tahu tentang identitasku sebagai pewaris terkenal itu." Kata itaro-kun menjelaskan ku dengan lembut.
"Ja-ja-jadi.... Selama ini kamu adalah tunanganku.?" Tanyaku kaget sampai tak bisa berkata-kata lagi.
"Iya heira-chan.. Dan akhirnya kita resmi sebagai sepasang kekasih... Iyakan pak satsuki?" Tanya itaro-kun kepada ayahku yang kaget.
"Iya.... Anda benar.... Saya akan meresmikan kalian sebagai sepasang kekasih...semoga kalian akan berbahagia..acara pertunangan akan diadakan besok...." Kata ayahku dengan tersenyum dan meresmikan kami sebagai pasangan kekasih.
Aku yang sekarang sangat bahagia bersama tunanganku yang kukira ia dari kalangan bawah .ternyata, ia seorang pewaris yang terkenal diseluruh dunia.
Dan tak lama kami menikah disebuah gedung yang sangat mewah yang dihadiri masyarakat kalangan bawah dan atas serta hidup berbahagia selamanya......end

Tidak ada komentar:

Posting Komentar