"Hoooaam......" Aku
mengusapkan mataku dan bergegas pergi berbelanja bersama haruna.
"Ayo putri kita
pergi..." Kata haruna membawa keranjang besar untuk mengisi barang-barang
belanjaan.
"Iya....." Kataku
sambil berjalan keluar rumah,
Udara pagi dikota paris
sangat sejuk sekali, dipagi itu aku pergi ke pasar, dan bertemu seorang
lelaki muda yang tampan sedang menjual
berbagai bunga.
"Permisi, aku mencari
bunga mawar... Ada tidak ya?" Tanya haruna yang akan membeli bunga mawar.
"Em... Ada... Mau berapa
tangkai?" Tanya seorang lelaki muda itu.
saat aku sedang melihat-lihat
bunga, tidak sengaja aku terinjak sebuah kayu yang cukup besar sehingga membuat
ku terjatuh.
*BRUK!!!* 'lho kok tidak
sakit?' Tanyaku dalam hati sambil memejamkan mataku.
"Hei...hei... Kamu nggak
apa-apa?." Panggil seseorang dengan lembut. Sewaktu aku membuka mata aku
telah dipeluk dengan lelaki muda itu, dan aku langsung berdiri,
"Ma-maafkan aku..."
Aku menundukkan kepala dengan malu. "Nggak apa-apa kok, yang penting kamu
nggak kenapa-napa nona." Kata pemuda itu sambil tersenyum lembut kepadaku.
'Baik sekali... Pemuda ini....' Kataku dalam hati sambil membalas senyumnya.
"Putri... kamu nggak
kenapa-napa kan?" Kata haruna dengan khawatir.
"Nggak, makasih ya...
Em..." Kataku mengucapkan terima kasih kepada pemuda itu.
"Namaku itaro..."
Kata itaro dengan lembut.
"Em... Itaro-kun,
bolehkah besok aku kesini lagi untuk membalas jasaku..." Kata ku malu-malu
kepada itaro-kun.
"Silahkan non... Datang
saja, kapan saja..." Kata itaro-kun dengan senyum yang tulus
"Makasih ya... Aku
permisi dulu." Kataku dan haruna sambil pergi membeli belanjaan yang
lainnya.
"Haru.. Itaro-kun baik
ya.." Kataku dengan senang.
"Putri suka ya dengan
itaro-kun?hehehe.." Kata haruna dengan senyum sinis.
"Mungkin deh!
Hahahaha... Yuk! Kita kesana haru!" Kataku sambil menarik tangan haruna ke
toko sayuran.
Setelah membeli perlengkapan
belanjaan, aku dan haruna memasak soup dan escargot (makanan khas paris dari
daging bekicot)
selesai memasak aku,ibu
haruna,dan haruna makan bersama, sangat menyenangkan hidup seperti ini.
Sementara diistana......
"DIMANA
HEIRA-CHAN?!?!?!" Kata Ayah dengan panik mencari heira yang hilang bersama
haruna.
"Tuan, kami sudah
mencari diseluruh rumah ini dan mencari di kota sekitar tetapi tidak ditemukan
tuan..."Kata salah satu prajurit ayah heira.
"Cepat suruh prajurit
yang lainnya untuk mencari heira sampai ketemu!! Dalam 1 minggu ini harus
ketemu!" Teriak ayah heira yang panik mencari heira-chan yang hilang.
"Baiklah tuan!"
Kata salah satu prajurit itu dengan tegas.
"Selamat
datang...." Kataku menundukkan kepala mempersilahkan tamu-tamu masuk,
sekarang aku sedang berkerja direstoran milik bibi haruna.
tugas haruna mengantarkan
makanan dan aku menyapa para tamu yang masuk.
"Haru.. Meja 3 memesan
es cappucino dan spageti." Kataku sambil memberikan kertas pesanan.
"Baiklah putri..."
Kata haruna langsung kedapur memberikan kertas pesanan tersebut.
*kring*kring*
"Ah... Selamat---"
kataku terhenti dengan wajah terkejut.
" I-i-itaro-kun!"
Jeritku terkejut.
"Loh.. Nona yang tadi,
kamu berkerja disini ya?" Kata itaro-kun dengan lembut.
"Hehehe.. Iya..
Itaro-kun mau pesan apa? Baru pulang kerja?" Kataku lembut sambil
mempersilahkan ia duduk.
"Iya... Aku mau pesan
macarons saja sama teh manis..." Kata itaro-kun lembut.
"Oke.. Aku akan
kembali,sebentar ya.." Kataku mengantar pesanan kepada haruna.
"Wah, putri bertemu lagi
dengan pangeran tadi pagi itu!" Kata haruna senang.
"Hehehe... Jodoh mungkin
ya? Hahaha..." Kataku tertawa dan berjalan menuju itaro-kun.
"Itaro-kun, boleh aku
duduk disini?" Kataku lembut.
"Silahkan non..."
Kata itaro-kun sambil mengambil kursi dan mempersilahkan ku untuk duduk.
"Trima kasih... Em..
Kamu kerja ditoko itu sudah lama ya ,itaro-kun?" Tanyaku kepada itaro-kun.
"Baru 3 bulan kok, aku
dari keluarga yang lumayan susah... Jadi aku harus berkerja keras." Kata
itaro-kun memandangku dengan sedih.
"Begitu ya..... Sedih
juga mendengarnya... Tapi kamu pekerja keras ya, aku senang melihatnya.."
Kataku menyemangati itaro-kun.
Tiba-tiba muka itaro-kun,
menjadi merah padam.
"Hahahaha.... E-enggak
juga kok, kamu rupanya baik ya nona" kata itaro-kun dengan lembut.
Kami berbincang-bincang
dengan hangatnya sampai aku merasa nyaman berada didekatnya. walaupun ia orang
kalagan bawah, bagiku ia sangat baik padaku,orang yang pekerja keras dan rajin.
Sewaktu selesai makan,
itaro-kun pamit untuk pulang. Saat itaro-kun pergi keluar, aku langsung berlari
mengejarnya.. Aku tidak tahu kenapa aku terus mengejarnya.
"Itaro-kuuunn!!!!!!!!"
Teriakku sambil mengejarnya.
"Loh? Ada apa
nona?" Kata itaro-kun dengan heran.
"Be-besok datang lagi ya
kesini.... Aku ingin ngobrol lagi dengan mu dan akan kumasakan makanan untuk
itaro-kun untuk membalas jasamu tadi pagi...." Kataku malu-malu.
"Iya... Tenang saja aku
akan datang tiap hari.... Cepatlah kamu kembali kerestoran itu, nanti kamu kena
marah sama ketua kamu." Kata itaro-kun dengan pandangan lembut. Aku pun
tersenyum dan pergi kembali kerestoran tersebut.
Hari berganti hari, dan tak
terasa sudah 7 hari aku berada dikota paris ini. Aku juga semakin dekat dengan
itaro-kun. Aku mencintai itaro-kun, 'apakah ayah akan merestui hubungan ini...'
Tanyaku dalam hati.
"Putri! Nggak baik loh
melamun disiang hari.." Kata haruna menyadarkanku.
"Hahaha...sorry
deh!sorry... Aku akan mengambil pesanan.." Kataku bergegas kembali
berkerja. Tetapi.... Siapa sangka...
*brak!*
"Apa disini ada tuan
putri heira tatsuki?!?!?!" Kata seseorang dengan nada tinggi.
aku terkejut dan langsung
bersembunyi didapur bersama haruna.
"Bagaimana ini
putri...." Kata haruna ketakutan memandangku.
"Kita lihat saja dulu
dari sini haru..." Kataku tegang melihat kejadian ini. 'Kenapa prajurit
itu bisa tahu bahwa aku disini!?!?! Ini bisa gawat!' Kataku dalam hati
ketakutan.
"JAWAB AKU!HEI! KALIAN
PEMILIK RESTORAN INI!" Kata salah satu prajurit itu dengan marah.
"A-a-aku tidak tahu
tuan... Aku tak tahu..." Kata pemilik restoran itu dengan ketakutan.
"Kamu pasti berbohong!
Cepat katakan yang sebenarnya! Atau akan ku hancurkan restoran ini!" Kata
prajurit itu mempersiapkan alat-alat untuk menghancurkan restoran ini.
"Saya...tidak tahu...
Tuan...ampuni lah saya...." Kata pemilik restoran itu dengan tangan yang
gemeteran menundukkan kepalanya.
'Gawat! Ini gawat sekali!
Kalau restoran ini sampai hancur.... Keluarga haruna akan bertambah susah!'
Bisikku dalam hati.
*kring*kring*
Tiba-tiba seorang lelaki
memasuki restoran.
"Maaf.... Ada apa ini
ya....... " Kata seorang pemuda itu
dengan kebinggungan.
"Apa kamu juga tahu
tentang keberadaan tuan putri heira tatsuki!?!" Tanya salah satu prajurit
itu sambil membidikkan senjatanya kearah pemuda tersebut.
"Itu itaro-kun!"
Bisikku kepada haruna dengan kaget.
"Ini gawat putri!
Bisa-bisa itaro-kun jadi korbannya!" Kata haruna ketakutan.
"Aku tak mau ia sampai
jadi korban! Aku... Aku...... Maafkan aku haruna...." Kataku tersenyum
lembut kepada haruna dan langsung pergi ke tempat prajurit itu.
"TUAN PUTRI!!!"
Teriak haruna dari dapur memanggilku. Tetapi aku tidak menghiraukannya. Aku
tetap berlari kedepan untuk menyelamatkan orang yang kucintai.
"Itaro-kuun!!!!!!!"
Teriakku memanggil itaro-kun.
"Nona...... Kenapa kamu
kesini! Ini berbahaya!" Kata itaro-kun melindungiku.
"Tuan putri! Akhirnya
kami menemukan mu... Sekarang kembalilah keistana..." Kata prajurit itu
menarik tanganku.
"Jangan sembarangan!
Nona ini sangat berharga bagiku! Aku tak mau kamu menyentuhnya!" Kata
itaro-kun melindungiku.
"Apa yang kamu lakukan!!
Kamu mau cari mati ya!!" Kata prajurit itu dengan marah.
Aku tambah semakin ketakutan
dengan semua ini seluruh tubuhku gemetaran.
"Aku akan pergi
keistanamu... Dan aku akan berbicara kepada tuan mu!" Kata itaro-kun
dengan berani.
"Apa maksud mu itu! Kamu
itu orang tersingkir! Sana pergi! " Kata prajurit itu mendorong itaro-kun
untuk pergi dariku, tetapi itaro-kun tetap terus mempertahankan ku. Walaupun ia
dipukul-pukuli.
"HENTIKAN!!!!HENTIKAN
SEMUA INI!!!!" Teriakku sambil menanggis tidak tahan melihat prajurit itu
memukul itaro-kun.
"Aku akan pulang! Tetapi
bawa aku bersama itaro-kun!" Kataku dengan tegas kepada prajurit itu.
"Apa tuan putri yakin
akan membawa orang tersingkir ini keistana tuan? Ayah tuan putri akan
marah..." Kata prajurit itu melarang.
"Cepat bawa aku dan
itaro-kun, SEKARANG!!" Kataku marah sambil membantu itaro-kun berdiri.
"Ba-baik tuan
putri...." Prajurit itu pun langsung membawa kami pulang keistanaku.
"Haru.... Aku akan
datang menjemputmu, setelah semua ini selesai...." Kataku tersenyum
mengucapkan salam perpisahan kepada haruna. "Baik tuan putri, aku akan
menunggu mu..." Kata haruna menanggis.
Sesampai diistana aku
menyuruh pelayan-pelanyanku untuk menyembuhkan luka itaro-kun dan aku pergi ke
ruangan ayahku.
Dengan berani aku mengetuk
pintu ayahku yang besar itu.
*tok*tok*tok*
"Ayah... Biarkan lah
saya masuk..." Kataku dengan lembut.
"Silahkan masuk
heira-chan... Aku sudah menunggu mu..." Kata ayahku membuka pintu dan
menyuruhku masuk.
"Kenapa kamu kabur dari
rumah?" Tanya ayahku dengan sabar.
"Maafkan aku ayah... Aku
ada masalah lain yang ingin ku bicarakan kepada ayah, soal pertunangan.."
Kataku menjelaskan kepada ayah madsudku.
"Ada apa dengan
pertunangan mu?kamu ingin membatalkannya?" Tanya ayahku binggung.
"Iya ... Aku telah
memilih pasanganku sendiri yah!" Kataku dengan berani.
"Keluarga dari mana lelaki
itu? Dan dari perusahaan mana?" Kata ayahku dengan cepat.
"Ia dari kalangan bawah
ayah... Tetapi dia sangat baik kepadaku, ia sangat pekerja keras....."
Kataku menjelaskan sambil tersenyum memandang itaro-kun dipikiranku.
"Ayah tak terima dari
kalangan bawah, heira-chan! Kau tahukan identitasmu ini! Kita ini kalangan
atas! Kamu yang akan mewariskan itu! ayah akan malu nak! Bila kamu berpasangan
dengan kalangan bawah!" Kata ayaku dengan marah.
"Ayah! Dengarkanlah aku!
Dia pemuda yang baik-baik ayah!" Kataku membela itaro-kun.
"Tidak! Pokoknya ayah
tidak setuju! Kamu harus batalkan rencana mu!" Kata ayahku membentaku.
Tiba-tiba...
*tok*tok*tok*tok*
"Silahkan
masuk...." Kata ayahku menenangkan diri.
"Permisi pak...."
Kata itaro-kun memasuki ruangan ayah dengan pakaian mewah.
"I-itaro-kun! Kenapa
kamu datang kemari!nanti ayahku bisa...." Kataku panik.
"K-KAMU!!!!!! I-ITSUKI
HOTARO!! Kenapa anda kesini...." Tanya ayahku kaget.
"Apa?!?! Itsuki
hotaro?!?!tapi dia itaro-kun!?!?!" Tanyaku kepada ayah dengan wajah sangat
kaget.
"Iya ,aku datang kesini
untuk meresmikan pertunanganku dengan heira satsuki...." Kata itaro-kun
dengan tenang.
"Dan Sebenarnya.... Itu
nama singkatanku, itaro dan nama asli ku itsuki hotaro, aku memakai nama
singkatan itu agar tidak ada yang tahu tentang identitasku sebagai pewaris
terkenal itu." Kata itaro-kun menjelaskan ku dengan lembut.
"Ja-ja-jadi.... Selama
ini kamu adalah tunanganku.?" Tanyaku kaget sampai tak bisa berkata-kata
lagi.
"Iya heira-chan.. Dan
akhirnya kita resmi sebagai sepasang kekasih... Iyakan pak satsuki?" Tanya
itaro-kun kepada ayahku yang kaget.
"Iya.... Anda benar....
Saya akan meresmikan kalian sebagai sepasang kekasih...semoga kalian akan
berbahagia..acara pertunangan akan diadakan besok...." Kata ayahku dengan
tersenyum dan meresmikan kami sebagai pasangan kekasih.
Aku yang sekarang sangat
bahagia bersama tunanganku yang kukira ia dari kalangan bawah .ternyata, ia
seorang pewaris yang terkenal diseluruh dunia.
Dan tak lama kami menikah
disebuah gedung yang sangat mewah yang dihadiri masyarakat kalangan bawah dan
atas serta hidup berbahagia selamanya......♥end
Tidak ada komentar:
Posting Komentar