Ini
cerita spesial dari ran-chan untuk kalian♥selamat membaca♥
Namaku heira tatsuki,
keluargaku memiliki perusahaan yang sangat besar, kaya raya dan juga terhormat.
Tetapi, aku tak suka dengan semua ini. Kemana-mana aku pergi selalu diawasi,
dihormati oleh orang- orang banyak. Hingga suatu saat...
"APAA!?!?!
PERTUNANGAN!?!?!" Jerikku terkejut.
"Iya.. Kamu akan
ditunangkan dengan teman ayah, keluarganya memiliki perusahaan di paris."
Kata ayah sambil menjelaskan padaku.
"Nama laki-laki itu
adalah itsuki hatoru, anak sulung dari perusahaan PCA, dan menjadi pewaris yang
terkenal diseluruh dunia.." Lanjut ayahku dengan meyakinkan ku.
"Ini bukan zaman batu
ayah! Dizaman sekarang tidak ada lagi yang namanya pertunangan! Biar aku saja yang memilih pasangan hidup ku
sendiri!" Kataku kesal dengan sikap ayahku ini.
"Ayah takut nanti kamu
tidak dapat memilih pasangan mu dengan baik dan pertunangan ini akan
diberlangsungkan 3 hari lagi, jadi ayah harap kamu sudah siap diacara peresmian
tersebut!" Kata ayah yang membuatku tidak membantah ucapannya tersebut,
dan aku pergi memasuki kamar dengan hati yang sangat kesal.
"Dasar ayah egois! Anak
sendiri mau dijodohkan!" Kataku kesal sambil melempar bantal kekasur.
*tok*tok*tok*
"putri...." Teriak seorang pelayan dari luar kamarku.
"Iya.. Masuk...."
Kata ku mempersilahkan ia masuk.
"Putri.... Apa putri
sebaiknya mengikuti nasihat ayah?" Kata haruna,dia pelayan pribadiku.
"Jadi kamu juga
menyetujui pertunangan bodoh ini?!?!" Kataku kesal kepada haruna.
"Bukan putri.. Saya
hanya berpikir, perusahaan ayah putri sangat terkenal,dan saya takut
orang-orang disekitar kita hanya mengincar kekayaan tuan putri dan berpura-pura
bersikap baik kepada putri agar putri mau menikahinya....." Jelas haruna
dengan pelan.
"Memang betul sih....
Tapi aku tak suka dengan pertunangan ini! Kalau mau jadi pasangan harus saling
suka terlebih dahulu!dan akhirnya saling mencintai..." Kataku dengan
memandang pelayan pribadiku ini.
"Hmm..... Rumah mu
dimana haru?" Lanjutku.
"Dipinggiran kota paris
putri.... Ada apa ya?" Tanya haruna yang binggung melihatku.
"Oke! Kita ambil cuti
selama 1 minggu..." Kataku langsung menggambil tas besar dan memasukan
semua barang-barangku.
"A-apa madsud
putri?" Kata haruna kebinggunan melihatku.
"Aku akan pergi dari
rumah ini bersamamu.." Kataku membereskan barang-barangku.
"Tu-tuan putri serius?
Nanti saya kena marah dengan ayah tuan putri...." Kata haruna dengan
takut.
"biar aku yang hadapi,
karena ini kemauanku sendiri untuk pergi kerumah mu.." Kataku dengan merangkul
tas besarku dan siap pergi.
"Tapi... Tapi... Tapi
non!" Kata haruna ketakutan.
"Sudahlah! Ayo kita
pergi nanti malam jam 1 tepat, lewat gedung sebelah." Kataku merencanakan.
"Apa anda yakin dengan
semua ini? putri...saya takut nanti anda dimarahi" kata haruna khawatir.
"Kamu ini selalu takut
ya? Tenang saja haru, bila kita ketahuan biar aku yang berbicara." Kataku
menenangkan, kemudian haruna menyetujui rencanaku.
Aku bersiap-siap dikamarku
membereskan barang, tiba-tiba...
*tok*tok*tok* "heira-chan....."
Panggil ayahku memasuki kamarku. Aku langsung menyimpan semua barang-barangku
dibawah ranjangku yang besar.
"Ada apa yah?"
Tanyaku dengan tenang.
"Kamu sedang ngapain
dari tadi? Sekarang waktunya makan malam." Kata ayahku datar.
"Iya yah.. Aku akan
segera kesana." Ayahku langsung keluar dari kamarku dan aku langsung
segera bergegas untuk pergi makan malam.
"Selamat
malam....." Kataku dengan anggun, dikeluargaku aku diajarkan tentang cara
hormat dengan anggun dan nenekku melatih dari kecil.
"Malam heira... Silahkan
duduk". Kata nenekku dengan senyuman lembutnya. Aku sangat sayang sama
nenekku, dia yang menggurusku sewaktu ibuku meninggal dunia.
Setelah makan malam, aku
memanggil haruna agar pastikan waktu jam 1 malam ayahku dan nenekku telah tertidur
lelap.
Aku menggambil beberapa uang
tabunganku untuk dirumah haruna, dengar-dengar keluarga haruna sangat susah.
Aku juga berniat untuk
membantu keluarganya.
Tepat jam 1 malam, aku
mengendap-endap keluar dari kamarku dan menunggu sinyal dari haruna.
Tak lama haruna berjalan
kearahku dengan membawa tas yang lumayan besar,
"Sudah aman
putri.." Kata haruna memastikan.
"Oke! Ayo kita kegedung
sebelah..." Aku berjalan kearah gedung sebelah, rumahku besar seperti
istana dengan 10 lantai, bila kalian baru pertama kali ke rumahku kalian pasti
akan nyasar entah kemana. Aku saja belum sangat hafal dengan isi rumahku
sendiri.
"Non... Lewat
sini..." Bisik haruna menunjukan jalan keluar dari rumahku.
"I-iyaa.. Tunggu.."
balasku sambil menggangkat tasku ini.
Dan akhirnya kami keluar dari
rumahku.
Aku dan haruna langsung pergi
ke stasiun kereta menuju paris.
Untung saja distasiun sepi,
karena stasiun kereta ini milik ayahku. Bila aku ketahuan oleh kepala kereta
aku akan dilaporkan ke ayah.
"Pak... Saya mau berangkat
ke paris." Kata haruna kepada seorang petugas distasiun itu.
"Baiklah, keretanya akan
berangkat 5 menit lagi.. Silahkan tunggu disana ya dik." Kata petugas
kereta tersebut.
Saat kereta mau berangkat,
kami langsung memasuki kereta tersebut. Dengan sunyi kereta berjalan ke paris,
dan aku tertidur dipundak haruna.
"Non...non..... Ada-ada
saja deh..." Kata haruna mengelengkan kepalanya saat aku tertidur.
Sewaktu jam 6 pagi kereta
akhirnya sampai di kota paris.
Haruna langsung membangunkan
ku,
"Non waktunya turun...
Non..." Kata haruna membangunkan ku.
Sewaktu aku membuka mata,
pemandangan disekitarku terasa sejuk dan sangat indah, banyak burung-burung berterbangan kesana
kemari.
"Waah... Ini ya kota
paris! Indah sekalii!" Kataku memandang kesekeliling kota paris.
"Yuk putri, kita
kerumahku, rumahku tak jauh dari pusat kota." Kata haruna menarik tanganku
dan menuntun ku kerumahnya.
Saat diperjalanan menggunakan
taksi, aku melihat kesekeliling ku melalui jendela sambil terpesona dengan kota
paris ini.
"Putri baru pertama kali
ya ke paris?" Tanya haruna sambil tersenyum.
"Iya haru! Walaupun kota
ini kecil, tapi pemandangannya sangat indah.." Kata ku terpana melihat
pemandangan sekitar kota.
Sesampai dirumah haruna yang
lumayan kecil, tidak bertingkat dan sederhana.
"Permisi...."
Kataku angun sambil memasuki rumah haruna.
"Wah.. Ini kehormatan
bagi saya,anda bisa datang kesini putri.." Kata ibu haruna menundukkan
kepala kepadaku.
"Hehehe... Nggak usah
terlalu formal padaku bi, aku belum jadi pewaris sepenuhnya." Kataku
dengan riang.
"Kalau begitu silahkan
bincang-bincang dulu deh, aku akan menggambilkan teh.." Kata haruna sambil
berjalan ke dapur.
"Em... Tuan putri, bila
anakku merepotkan mu.. Maafkan lah dia ya... Dia belum terlatih." Kata ibu
haruna kepadaku.
"Enggak kok bi,
haru-chan sangat bisa dipercaya kok." Kataku dengan senang, aku sangat
nyaman berada dengan keluarga haruna yang ramah dan penuh kasih sayang.
Kalau keluargaku, semua pada
sibuk kerja dan aku hanya bermain sama haruna.
"Nih... Ayo dimunum
putri." Kata haruna memberikan ku teh.
"Eh.. Haruna, apa
kebiasaanmu saat diparis ini ?" Kataku penasaran.
"Em... Aku biasanya
berbelanja dipagi hari dan berkerja direstoran bibi ku." Katanya sambil
berpikir.
"Kalau begitu aku ikut
juga ya! Aku mau bantu- bantu kamu haru-chan!" Kataku dengan semangat.
"Em... Baiklah kalau
begitu, anda bisa siap-siap besok, aku akan bangun jam 4 pagi untuk berbelanja
dan jam 9 sampai 5 sore untuk berkerja, " kata haruna menjelaskan.
"Asiiikkk!!!! Oke!oke! Aku akan mencoba bangun pagi!" Dengan semangat
aku merapikan barang-barangku dikamar haruna yang lumayan kecil.
"Putri, anda yakin bisa
tidur ditempat yang kecil ini ?" Tanya haruna khawatir.
"Bisa dong... Aku kan
tidak seperti ayahku yang serba mewah!" Kataku tertawa dan tak lama Aku
pun tertidur langsung karena kecapekan membereskan barang-barangku sendiri.
Nah... Apa yang akan terjadi
besok?
Nantikan cerita special: poor
and rich 2♥
Nb: cerita ran-chan8 ditunda
dulu ya. Hehehe...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar