Selasa, 08 April 2014

cerita special: rich and poor1

 Ini cerita spesial dari ran-chan untuk kalianselamat membaca

Namaku heira tatsuki, keluargaku memiliki perusahaan yang sangat besar, kaya raya dan juga terhormat. Tetapi, aku tak suka dengan semua ini. Kemana-mana aku pergi selalu diawasi, dihormati oleh orang- orang banyak. Hingga suatu saat...
                     
"APAA!?!?! PERTUNANGAN!?!?!" Jerikku terkejut.
"Iya.. Kamu akan ditunangkan dengan teman ayah, keluarganya memiliki perusahaan di paris." Kata ayah sambil menjelaskan padaku.
"Nama laki-laki itu adalah itsuki hatoru, anak sulung dari perusahaan PCA, dan menjadi pewaris yang terkenal diseluruh dunia.." Lanjut ayahku dengan meyakinkan ku.
"Ini bukan zaman batu ayah! Dizaman sekarang tidak ada lagi yang namanya pertunangan!  Biar aku saja yang memilih pasangan hidup ku sendiri!" Kataku kesal dengan sikap ayahku ini.
"Ayah takut nanti kamu tidak dapat memilih pasangan mu dengan baik dan pertunangan ini akan diberlangsungkan 3 hari lagi, jadi ayah harap kamu sudah siap diacara peresmian tersebut!" Kata ayah yang membuatku tidak membantah ucapannya tersebut, dan aku pergi memasuki kamar dengan hati yang sangat kesal.

"Dasar ayah egois! Anak sendiri mau dijodohkan!" Kataku kesal sambil melempar bantal kekasur.
*tok*tok*tok* "putri...." Teriak seorang pelayan dari luar kamarku.
"Iya.. Masuk...." Kata ku mempersilahkan ia masuk.
"Putri.... Apa putri sebaiknya mengikuti nasihat ayah?" Kata haruna,dia pelayan pribadiku.
"Jadi kamu juga menyetujui pertunangan bodoh ini?!?!" Kataku kesal kepada haruna.
"Bukan putri.. Saya hanya berpikir, perusahaan ayah putri sangat terkenal,dan saya takut orang-orang disekitar kita hanya mengincar kekayaan tuan putri dan berpura-pura bersikap baik kepada putri agar putri mau menikahinya....." Jelas haruna dengan pelan.
"Memang betul sih.... Tapi aku tak suka dengan pertunangan ini! Kalau mau jadi pasangan harus saling suka terlebih dahulu!dan akhirnya saling mencintai..." Kataku dengan memandang pelayan pribadiku ini.
"Hmm..... Rumah mu dimana haru?" Lanjutku.
"Dipinggiran kota paris putri.... Ada apa ya?" Tanya haruna yang binggung melihatku.
"Oke! Kita ambil cuti selama 1 minggu..." Kataku langsung menggambil tas besar dan memasukan semua barang-barangku.
"A-apa madsud putri?" Kata haruna kebinggunan melihatku.
"Aku akan pergi dari rumah ini bersamamu.." Kataku membereskan barang-barangku.
"Tu-tuan putri serius? Nanti saya kena marah dengan ayah tuan putri...." Kata haruna dengan takut.
"biar aku yang hadapi, karena ini kemauanku sendiri untuk pergi kerumah mu.." Kataku dengan merangkul tas besarku dan siap pergi.
"Tapi... Tapi... Tapi non!" Kata haruna ketakutan.
"Sudahlah! Ayo kita pergi nanti malam jam 1 tepat, lewat gedung sebelah." Kataku merencanakan.
"Apa anda yakin dengan semua ini? putri...saya takut nanti anda dimarahi" kata haruna khawatir.
"Kamu ini selalu takut ya? Tenang saja haru, bila kita ketahuan biar aku yang berbicara." Kataku menenangkan, kemudian haruna menyetujui rencanaku.
Aku bersiap-siap dikamarku membereskan barang, tiba-tiba...
*tok*tok*tok* "heira-chan....." Panggil ayahku memasuki kamarku. Aku langsung menyimpan semua barang-barangku dibawah ranjangku yang besar.
"Ada apa yah?" Tanyaku dengan tenang.
"Kamu sedang ngapain dari tadi? Sekarang waktunya makan malam." Kata ayahku datar.
"Iya yah.. Aku akan segera kesana." Ayahku langsung keluar dari kamarku dan aku langsung segera bergegas untuk pergi makan malam.
"Selamat malam....." Kataku dengan anggun, dikeluargaku aku diajarkan tentang cara hormat dengan anggun dan nenekku melatih dari kecil.
"Malam heira... Silahkan duduk". Kata nenekku dengan senyuman lembutnya. Aku sangat sayang sama nenekku, dia yang menggurusku sewaktu ibuku meninggal dunia.
Setelah makan malam, aku memanggil haruna agar pastikan waktu jam 1 malam ayahku dan nenekku telah tertidur lelap.

Aku menggambil beberapa uang tabunganku untuk dirumah haruna, dengar-dengar keluarga haruna sangat susah.
Aku juga berniat untuk membantu keluarganya.
Tepat jam 1 malam, aku mengendap-endap keluar dari kamarku dan menunggu sinyal dari haruna.
Tak lama haruna berjalan kearahku dengan membawa tas yang lumayan besar,
"Sudah aman putri.." Kata haruna memastikan.
"Oke! Ayo kita kegedung sebelah..." Aku berjalan kearah gedung sebelah, rumahku besar seperti istana dengan 10 lantai, bila kalian baru pertama kali ke rumahku kalian pasti akan nyasar entah kemana. Aku saja belum sangat hafal dengan isi rumahku sendiri.
"Non... Lewat sini..." Bisik haruna menunjukan jalan keluar dari rumahku.
"I-iyaa.. Tunggu.." balasku sambil menggangkat tasku ini.
Dan akhirnya kami keluar dari rumahku.
Aku dan haruna langsung pergi ke stasiun kereta menuju paris.
Untung saja distasiun sepi, karena stasiun kereta ini milik ayahku. Bila aku ketahuan oleh kepala kereta aku akan dilaporkan ke ayah.
"Pak... Saya mau berangkat ke paris." Kata haruna kepada seorang petugas distasiun itu.
"Baiklah, keretanya akan berangkat 5 menit lagi.. Silahkan tunggu disana ya dik." Kata petugas kereta tersebut.
Saat kereta mau berangkat, kami langsung memasuki kereta tersebut. Dengan sunyi kereta berjalan ke paris, dan aku tertidur dipundak haruna.
"Non...non..... Ada-ada saja deh..." Kata haruna mengelengkan kepalanya saat aku tertidur.
Sewaktu jam 6 pagi kereta akhirnya sampai di kota paris.
Haruna langsung membangunkan ku,
"Non waktunya turun... Non..." Kata haruna membangunkan ku.
Sewaktu aku membuka mata, pemandangan disekitarku terasa sejuk dan sangat indah,  banyak burung-burung berterbangan kesana kemari.
"Waah... Ini ya kota paris! Indah sekalii!" Kataku memandang kesekeliling kota paris.
"Yuk putri, kita kerumahku, rumahku tak jauh dari pusat kota." Kata haruna menarik tanganku dan menuntun ku kerumahnya.
Saat diperjalanan menggunakan taksi, aku melihat kesekeliling ku melalui jendela sambil terpesona dengan kota paris ini.
"Putri baru pertama kali ya ke paris?" Tanya haruna sambil tersenyum.
"Iya haru! Walaupun kota ini kecil, tapi pemandangannya sangat indah.." Kata ku terpana melihat pemandangan sekitar kota.

Sesampai dirumah haruna yang lumayan kecil, tidak bertingkat dan sederhana.
"Permisi...." Kataku angun sambil memasuki rumah haruna.
"Wah.. Ini kehormatan bagi saya,anda bisa datang kesini putri.." Kata ibu haruna menundukkan kepala kepadaku.
"Hehehe... Nggak usah terlalu formal padaku bi, aku belum jadi pewaris sepenuhnya." Kataku dengan riang.
"Kalau begitu silahkan bincang-bincang dulu deh, aku akan menggambilkan teh.." Kata haruna sambil berjalan ke dapur.
"Em... Tuan putri, bila anakku merepotkan mu.. Maafkan lah dia ya... Dia belum terlatih." Kata ibu haruna kepadaku.
"Enggak kok bi, haru-chan sangat bisa dipercaya kok." Kataku dengan senang, aku sangat nyaman berada dengan keluarga haruna yang ramah dan penuh kasih sayang.
Kalau keluargaku, semua pada sibuk kerja dan aku hanya bermain sama haruna.

"Nih... Ayo dimunum putri." Kata haruna memberikan ku teh.
"Eh.. Haruna, apa kebiasaanmu saat diparis ini ?" Kataku penasaran.
"Em... Aku biasanya berbelanja dipagi hari dan berkerja direstoran bibi ku." Katanya sambil berpikir.
"Kalau begitu aku ikut juga ya! Aku mau bantu- bantu kamu haru-chan!" Kataku dengan semangat.
"Em... Baiklah kalau begitu, anda bisa siap-siap besok, aku akan bangun jam 4 pagi untuk berbelanja dan jam 9 sampai 5 sore untuk berkerja, " kata haruna menjelaskan. "Asiiikkk!!!! Oke!oke! Aku akan mencoba bangun pagi!" Dengan semangat aku merapikan barang-barangku dikamar haruna yang lumayan kecil.
"Putri, anda yakin bisa tidur ditempat yang kecil ini ?" Tanya haruna khawatir.
"Bisa dong... Aku kan tidak seperti ayahku yang serba mewah!" Kataku tertawa dan tak lama Aku pun tertidur langsung karena kecapekan membereskan barang-barangku sendiri.
Nah... Apa yang akan terjadi besok?

Nantikan cerita special: poor and rich 2


Nb: cerita ran-chan8 ditunda dulu ya. Hehehe...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar