"Kak.... Kak
heiro....." Kata echika sambil mengetuk pintu.'Aku pasti bisa ngomong
dengan kakak!'Kata echika penuh semangat dalam hati.
"Ada apa echika? Mau
nanya PR ya?" Tanya kak heiro yang tampang lesu.
"Kak...em.. Soal
ran-chan.. Itu hanya kesalah pahaman kak.." Kata echika pelan
menjelaskannnya.
"Terserah deh apa mau
mu! Aku sudah tak peduli lagi dengan ran-chan." Kata kak heiro kesal
sambil mengunci pintu kamarnya.
"Kaakk!!! Dengerin
dehh!!! Nggak ada salahnya kaan KAK!" teriak echika dari luar kamar kak
heiro.
"BERISIK! Aku mau
belajar!" Teriak kak heiro membalas teriakan echika.
"Huh! Dasar
egoiiss!!!" Echika dengan kesal pergi dari kamar kakak nya dan kembali
berpikir.
"Bagaimana sih caranya!
Aku baru tahu kakak ku itu keras kepala banget!" Sambil berpikir ia
menonton TV diruang tamu.
*ting tong..... Ting
tong......*
Suara bel rumah berbunyi..
"Iya.. Siapa?"
Echika pun membukakan pintu.
"Hai echika... Aku bawa
kue kesukaanmu nih!" Kata kak ritsu sambil menyodorkan pie cake
kesukaannya.
"Waaahh!♥
kak ritsu tahu aja deh, aku suka pie cake!" Kata echika dengan girang
sambil mempersilahkan kak ritsu duduk diruang tamu.
"Ada kakak mu
nggak?" Tanya kak ritsu.
"Ada dikamar, tapi lagi
bete tuh! Kakak ku memang nyebelin deh!" Kata echika sambil memakan pie
cakenya.
"Memangnya ada apa
dengan kakakmu, echika?" Tanya kak ritsu dengan senyuman khasnya.
Tiba-tiba echika berpikir untuk memberitahukan tentang masalah ran-chan kepada
kak ritsu agar kak ritsu membicarakan ini kepada kakak.
'Kakak pasti mau dengarin,
kak ritsu kan sahabatnya yang dia percaya' bisik echika dalam hati memulai
rencana barunya.
"Begini kak ritsu, aku
ingin kak ritsu membantu ran-chan... Tolong bilangin sama kakak, ran-chan dan
tetsu tidak ada hubungan apa-apa, tetsu hanya temannya waku sd dan semua ini
hanya kesalah pahaman... Apa kak ritsu bisa menjelaskan ini kepada kak
heiro?" Kata echika dengan pandangan memohon kepada kak ritsu.
"Oke deh, aku akan
membantu ran-chan. Ran-chan kan sahabat aku juga.." Kata kak ritsu dengan
tersenyum. "Makasih ya kak ritsu! Kak ritsu baik deh!" Kata echika
memeluk kak ritsu.
"Kalau begitu, aku
langsung saja ya bicara dengannya..." Kata kak ritsu berjalan menuju kamar
kak heiro.
"Oke kak!" Dengan
tenang echika menyantap pie cake-nya sambil menunggu kak ritsu.
*tok*tok*tok*
"heiro-kun, ini aku ritsu..." Kata kak ritsu. "Iya.... Buka
saja..." Kata kak heiro dari dalam kamarnya.
"Ada apa kamu kesini
ritsu-chan? Tumben?" Tanya kak heiro dengan tersenyum.
"Begini nih, tadi echika
menyuruhku menceritakan tentang ran-chan... Katanya, hubungan tetsu dan
ran-chan itu memang sedang berpacaran, dan ia meminta mu untuk tidak menggangu
hubungan mereka, karena ran-chan sangat mencintai tetsu..." Kata kak ritsu
dengan licik.
"Be-begitu ya..... Jadi
mereka memang pacaran, kalau begitu... Aku tidak akan menggangu mereka lagi....
Ini demi kebahagiaan ran-chan......" Kata kak heiro lesu memandang atap
rumahnya dengan perasaan sedih. "Mungkin memang sepertinya ran-chan mau
membicarakan sesuatu kepadaku dari kemarin, tapi tak kuhiraukan... apa itu yang
ingin ia bicarakan?" Tanya kak heiro kepada kak ritsu dengan raut wajahnya
yang sedih.
"Iya..... Begitu lah
kata echika... Aku tahu kamu pasti terpukul ya heiro-kun..." Kata kak
ritsu dengan lembut menyemangati kak heiro.
"Kamu memang baik
ritsu-chan, aku bersyukur mendapatkan sahabat sebaik kamu..." Kata kak
heiro yang tersenyum pahit menahan kesedihannya.
"Ingat ya aku selalu ada
untuk mu heiro-kun...." Kata kak ritsu menenangkan heiro-kun.
"Sudah deh heiro-kun, jangan
pikirin soal ran-chan terus, nanti nilai mu bisa turun gara-gara anak itu...
" Kata kak ritsu sambil membuka buku pelajaran kak heiro.
"Iya ya.. Hahahaha.. Aku
memang bodoh memikirkan hal itu terus... Padahal ran-chan sudah punya
pacar..." Kata kak heiro dengan tawa. "Ayo ritsu-chan kita
belajar!" Kata kak heiro langsung dengan semangat menggambil buku-buku
pelajarannya. *yahh... Kakak adik sama-sama aneh deh...*
30 menit kemudian.....
"Hei, heiro-kun, aku
kebawah ya ambil teh sama kue yang kubawa dari rumah." Kata kak ritsu
dengan senyuman tulus.
"Hehehe... Sorry deh
ngerepotin..." Kata kak heiro tertawa kecil.
"Enggak apa-apa
kok..." Kata kak ritsu sambil berlalu keruang tamu.
"YA AMPUN!!!!
Echikaaa!!! Kenapa kamu habiskan semuanya..... " teriak kak ritsu
memandang echika yang kekenyangan memakan 1 kotak pie cake-nya.
"Hehehehe.... Sorry...
Sorry..enak sih kuenya" kata echika sambil tertawa.
"Dan bagaimana kak soal
ran-chan? Bisa?" Lanjut echika.
"kalau soal itu.....
Heiro-kun tidak mau mempedulikannya, katanya 'aku tidak suka sama ran-chan,
jangan pernah berbicara lagi denganku!' Begitu katanya..." Kata kak ritsu
menjelaskan kepada echika.
"Begitu ya kak.....
Kupikir kak heiro suka kepada ran-chan.. Rupanya bertepuk sebelah
tangan..." Kata echika menghela napas.
"Kalau begitu aku
membuat teh dulu ya untuk heiro-kun..." Kata kak ritsu dengan senyum.
"Hehehe.... Buatkan aku
juga ya kak!" Teriak echika dengan tertawa.
'Dasar goblok! Percaya saja
sama aku! Hahahaha.... Ini lah saat nya aku merebut hati heiro-kun' bisik kak
ritsu dalam hati sambil menyeduhkan teh.
Semua terlihat percaya saja
dengan omongan kak ritsu, setelah kak ritsu menyeduhkan teh, ia langsung menuju
kamar kak heiro-kun.
"Hei.. Hei... Ini
teh-nya...." Kata kak ritsu sambil menaruh teh diatas meja belajar kak
heiro-kun.
"Makasih ya ritsu-chan..
Coba kalau nggak ada kamu... Pasti aku kesepian terus..." Kata kak heiro
meminum teh tersebut.
"Hehehehe.....yuk!
Belajar lagi..." Ajak kak ritsu.
Esok paginya, aku berjalan
kesekolah penuh dengan rasa penasaran dan bertanya-tanya dalam hati 'apakah
rencana echika ini dapat berhasil dengan lancar?'
Saat aku memasuki ruang
kelas, echika terlihat depresi ditempat duduknya.
"A-ada apa echika? Kok
murung sekali?" Tanyaku ragu-ragu.
"Semua.. Semua sudah
gagal ran-chan! Kakak bilang 'aku tidak suka sama ran-chan, jangan pernah
berbicara lagi kepadaku'" kata echika dengan lesu.
"Sepertinya semua sudah
tidak ada lagi yang dapat kita lakukan untuk memastikan kakak...." Kata
echika memandangku.
"Enggak.... Aku tidak
mau berakhir hanya sebatas ini! aku yang akan membuatnya percaya! Walau kak
heiro memarahiku habis-habisan aku tak akan menyerah! Ini belum berakhir kan
echika!" Aku menyemangati echika yang selama ini telah membantuku, aku
yang kali ini berjuang untuk menyatakan 'rasa sukaku' pada kak heiro agar ia
mau mengerti... Walau ditolak pun tak apa....
Bersambung....
Nantikan diran-chan8 yaa... ♥
bila ada saran/kritikan silahkan comment ya~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar