Sabtu, 05 April 2014

cerita ran-chan7: belum berakhir

"Kak.... Kak heiro....." Kata echika sambil mengetuk pintu.'Aku pasti bisa ngomong dengan kakak!'Kata echika penuh semangat dalam hati.
"Ada apa echika? Mau nanya PR ya?" Tanya kak heiro yang tampang lesu.
"Kak...em.. Soal ran-chan.. Itu hanya kesalah pahaman kak.." Kata echika pelan menjelaskannnya.
"Terserah deh apa mau mu! Aku sudah tak peduli lagi dengan ran-chan." Kata kak heiro kesal sambil mengunci pintu kamarnya.
"Kaakk!!! Dengerin dehh!!! Nggak ada salahnya kaan KAK!" teriak echika dari luar kamar kak heiro.
"BERISIK! Aku mau belajar!" Teriak kak heiro membalas teriakan echika.
"Huh! Dasar egoiiss!!!" Echika dengan kesal pergi dari kamar kakak nya dan kembali berpikir.
"Bagaimana sih caranya! Aku baru tahu kakak ku itu keras kepala banget!" Sambil berpikir ia menonton TV diruang tamu.
*ting tong..... Ting tong......*
Suara bel rumah berbunyi..
"Iya.. Siapa?" Echika pun membukakan pintu.
"Hai echika... Aku bawa kue kesukaanmu nih!" Kata kak ritsu sambil menyodorkan pie cake kesukaannya.
"Waaahh! kak ritsu tahu aja deh, aku suka pie cake!" Kata echika dengan girang sambil mempersilahkan kak ritsu duduk diruang tamu.
"Ada kakak mu nggak?" Tanya kak ritsu.
"Ada dikamar, tapi lagi bete tuh! Kakak ku memang nyebelin deh!" Kata echika sambil memakan pie cakenya.
"Memangnya ada apa dengan kakakmu, echika?" Tanya kak ritsu dengan senyuman khasnya. Tiba-tiba echika berpikir untuk memberitahukan tentang masalah ran-chan kepada kak ritsu agar kak ritsu membicarakan ini kepada kakak.
'Kakak pasti mau dengarin, kak ritsu kan sahabatnya yang dia percaya' bisik echika dalam hati memulai rencana barunya.
"Begini kak ritsu, aku ingin kak ritsu membantu ran-chan... Tolong bilangin sama kakak, ran-chan dan tetsu tidak ada hubungan apa-apa, tetsu hanya temannya waku sd dan semua ini hanya kesalah pahaman... Apa kak ritsu bisa menjelaskan ini kepada kak heiro?" Kata echika dengan pandangan memohon kepada kak ritsu.
"Oke deh, aku akan membantu ran-chan. Ran-chan kan sahabat aku juga.." Kata kak ritsu dengan tersenyum. "Makasih ya kak ritsu! Kak ritsu baik deh!" Kata echika memeluk kak ritsu.
"Kalau begitu, aku langsung saja ya bicara dengannya..." Kata kak ritsu berjalan menuju kamar kak heiro.
"Oke kak!" Dengan tenang echika menyantap pie cake-nya sambil menunggu kak ritsu.

*tok*tok*tok* "heiro-kun, ini aku ritsu..." Kata kak ritsu. "Iya.... Buka saja..." Kata kak heiro dari dalam kamarnya.
"Ada apa kamu kesini ritsu-chan? Tumben?" Tanya kak heiro dengan tersenyum.
"Begini nih, tadi echika menyuruhku menceritakan tentang ran-chan... Katanya, hubungan tetsu dan ran-chan itu memang sedang berpacaran, dan ia meminta mu untuk tidak menggangu hubungan mereka, karena ran-chan sangat mencintai tetsu..." Kata kak ritsu dengan licik.
"Be-begitu ya..... Jadi mereka memang pacaran, kalau begitu... Aku tidak akan menggangu mereka lagi.... Ini demi kebahagiaan ran-chan......" Kata kak heiro lesu memandang atap rumahnya dengan perasaan sedih. "Mungkin memang sepertinya ran-chan mau membicarakan sesuatu kepadaku dari kemarin, tapi tak kuhiraukan... apa itu yang ingin ia bicarakan?" Tanya kak heiro kepada kak ritsu dengan raut wajahnya yang sedih.
"Iya..... Begitu lah kata echika... Aku tahu kamu pasti terpukul ya heiro-kun..." Kata kak ritsu dengan lembut menyemangati kak heiro.
"Kamu memang baik ritsu-chan, aku bersyukur mendapatkan sahabat sebaik kamu..." Kata kak heiro yang tersenyum pahit menahan kesedihannya.
"Ingat ya aku selalu ada untuk mu heiro-kun...." Kata kak ritsu menenangkan heiro-kun.
"Sudah deh heiro-kun, jangan pikirin soal ran-chan terus, nanti nilai mu bisa turun gara-gara anak itu... " Kata kak ritsu sambil membuka buku pelajaran kak heiro.
"Iya ya.. Hahahaha.. Aku memang bodoh memikirkan hal itu terus... Padahal ran-chan sudah punya pacar..." Kata kak heiro dengan tawa. "Ayo ritsu-chan kita belajar!" Kata kak heiro langsung dengan semangat menggambil buku-buku pelajarannya. *yahh... Kakak adik sama-sama aneh deh...*

30 menit kemudian.....
"Hei, heiro-kun, aku kebawah ya ambil teh sama kue yang kubawa dari rumah." Kata kak ritsu dengan senyuman tulus.
"Hehehe... Sorry deh ngerepotin..." Kata kak heiro tertawa kecil.
"Enggak apa-apa kok..." Kata kak ritsu sambil berlalu keruang tamu.
"YA AMPUN!!!! Echikaaa!!! Kenapa kamu habiskan semuanya..... " teriak kak ritsu memandang echika yang kekenyangan memakan 1 kotak pie cake-nya.
"Hehehehe.... Sorry... Sorry..enak sih kuenya" kata echika sambil tertawa.
"Dan bagaimana kak soal ran-chan? Bisa?" Lanjut echika.
"kalau soal itu..... Heiro-kun tidak mau mempedulikannya, katanya 'aku tidak suka sama ran-chan, jangan pernah berbicara lagi denganku!' Begitu katanya..." Kata kak ritsu menjelaskan kepada echika.
"Begitu ya kak..... Kupikir kak heiro suka kepada ran-chan.. Rupanya bertepuk sebelah tangan..." Kata echika menghela napas.
"Kalau begitu aku membuat teh dulu ya untuk heiro-kun..." Kata kak ritsu dengan senyum.
"Hehehe.... Buatkan aku juga ya kak!" Teriak echika dengan tertawa.

'Dasar goblok! Percaya saja sama aku! Hahahaha.... Ini lah saat nya aku merebut hati heiro-kun' bisik kak ritsu dalam hati sambil menyeduhkan teh.
Semua terlihat percaya saja dengan omongan kak ritsu, setelah kak ritsu menyeduhkan teh, ia langsung menuju kamar kak heiro-kun.
"Hei.. Hei... Ini teh-nya...." Kata kak ritsu sambil menaruh teh diatas meja belajar kak heiro-kun.
"Makasih ya ritsu-chan.. Coba kalau nggak ada kamu... Pasti aku kesepian terus..." Kata kak heiro meminum teh tersebut.
"Hehehehe.....yuk! Belajar lagi..." Ajak kak ritsu.


Esok paginya, aku berjalan kesekolah penuh dengan rasa penasaran dan bertanya-tanya dalam hati 'apakah rencana echika ini dapat berhasil dengan lancar?'
Saat aku memasuki ruang kelas, echika terlihat depresi ditempat duduknya.
"A-ada apa echika? Kok murung sekali?" Tanyaku ragu-ragu.
"Semua.. Semua sudah gagal ran-chan! Kakak bilang 'aku tidak suka sama ran-chan, jangan pernah berbicara lagi kepadaku'" kata echika dengan lesu.
"Sepertinya semua sudah tidak ada lagi yang dapat kita lakukan untuk memastikan kakak...." Kata echika memandangku.
"Enggak.... Aku tidak mau berakhir hanya sebatas ini! aku yang akan membuatnya percaya! Walau kak heiro memarahiku habis-habisan aku tak akan menyerah! Ini belum berakhir kan echika!" Aku menyemangati echika yang selama ini telah membantuku, aku yang kali ini berjuang untuk menyatakan 'rasa sukaku' pada kak heiro agar ia mau mengerti... Walau ditolak pun tak apa....

Bersambung....

Nantikan diran-chan8 yaa...
bila ada saran/kritikan silahkan comment ya~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar