"Jadi.. Itu sebabnya
kakak kelihatan kecewa kepadamu?!?!" Kata echika yang sedang panik
memikirkan masalah ini.
"Ya... Padahal... Aku...
Aku kan su-su-suka dengan kak heiro..." Aku menundukan kepala dengan malu.
"Akhirnya, ran-chan...
Kau tahu perasaanmu sesungguhnya..."Kata echika dengan tersenyum
memandangku.
"E-em.. Aku tidak mau
kak heiro jadi benci padaku..." Aku hampir mau menanggis melihat semua
kejadian yang kualami, dan echika langsung menepuk bahuku dengan lembut.
"Sudahlah ran-chan,
bagaimana kalau kamu bicarakan semua kesalah pahaman yang terjadi itu kepada
kakak? Kakak pasti mau mendengarkan alasan ran-chan kok..."
Dengan senyuman tulus echika
aku memberanikan diri untuk berbicara dengan kak heiro soal kesalah pahaman
ini.
"Iya...aku akan berusaha..."
"Nah gitu dong!ini baru
yang namanya ran-chan! Harus berani!" Kata echika menyemangatiku.
"Terima kasih ya echika,
aku pasti akan berusaha..." aku tersenyum dan bersyukur sekali mempunyai
teman seperti echika yang selalu mendukungku
Sewaktu pulang sekolah, aku
menunggu dipintu gerbang sekolahku untuk menunggu kak heiro. Tak berapa lama
kak heiro datang bersama kak ritsu dan melihatku.
"Kak... Kak... A-aku mau
bicara..." Teriakku memberanikan diri, tetapi kak heiro pura- pura tidak
tahu dan melewatiku saja tanpa bicara apapun.
'Ini memang salahku.... Pada
akhirnya kak heiro tak mau lagi mempedulikan ku' kataku dalam hati sambil
berjalan pulang kerumahku...
"Loh? Tadi kan ran-chan
memanggilmu? Kenapa tidak jawab?" Tanya ritsu kepada heiro.
"Biarkan saja lah dia...
Aku tak punya urusan lagi dengannya." kata heiro dengan datar. "Ada
masalah apa sih heiro-kun?" Tanya ritsu dengan penasaran,
"Tidak ada apa-apa kok..
Sudahlah aku malas membicarakan soal itu lagi." Kata heiro dengan kesal
sambil berjalan dengan sedikit cepat. "Akhirnya... Tanpa perlu rencana
lagi. Heiro-kun sudah membenci ran-chan..!yes!" Bisik ritsu dalam hati.
"Kenapa kamu senyum-
senyum sendiri ritsu?" Kata heiro keheranan melihat ritsu.
"E-enggak ada kok,
hehehehe..." Jawab ritsu dengan senyum.
"Maa.... Aku
pulaang" teriakku dari luar rumah. "Waahh ran-chan sudah pulang
ya..." Kata mama dengan senyum yang hangat.
"Hehehe.. Iya ma.Ma..
Mama masak apa hari ni?" Kataku sambil memasuki ruang dapur.
"Taaraaanngg!!!
Mama masak makanan kesukaanmu sop
kare!" kata mamaku dengan penuh semanggat sambil menyodorkan ku sop kare.
"Asiiikkk.... Sop
karee!!" Aku segera duduk dikursi makan, "itadakimasu~" *selamat
makan* dengan lahap aku memakan semua sop kare itu, sekalian menghilangkan
masalahku itu.
Esok paginya, *pip... Pip....
Pip.... Pip..* "aduuhh.... Masih ngantuk tau! Berisik deh!" Aku
mematikan alaram jam yang berbentuk love dan melanjutkan tidur.
Tak beberapa lama....
"Ran-chan!!! Ran-chan!!! Ran-chan ayo banguunn!!! Udah siang nihh!!!"
Teriak seseorang yang membangunkan ku.
"Emm.... Sekarang jam
berapa ya?" Kataku sambil menggusapkan mataku yang masih pingin tidur.
"Aduhh!!! Sekarang sudah
setengah 7 ran-chan!" Teriak mamaku dengan panik yang langsung
menyadarkanku. "APA!!!! JAM SETENGAH 7!!!" Aku berlari langsung
kekamar mandi dan memakai seragam sekolahku dengan cepat, dan langsung berlari
menuju sekolah tanpa sarapan.
"Aduuhh gawaatt deh!!
Ketiduran!! Kukira masih malam!!" *ngawur toh!* aku berlari dengan kencang
yang kecepatannya setara dengan pelari-
pelari internasional *hehehe* terdengar lonceng sekolah ku yang bertanda sudah
waktunya memulai pelajaran.
"Aaaaahh!!!!
Jangaann!!!!! Tunggu sebentar!!!" Aku berlari terus tanpa memedulikan yang
lain sampai menuju kelas.
Untung saja gurunya belum
datang, aku menaruh tasku dibangku. "Eh! Ran-chan! Kok tumben banget kamu
telat! Datangnya lebih telat dariku lagi..." Tanya echika dengan heran.
"I-iya..i-iya....ta.. Tadi... Ketiduran..." Kataku sambil mengatur
napas setelah berlari tadi.
"Hahahaha...kamu ini!
Bagaimana kemarin? Sudah menjelaskannya?" Tanya echika menganti topik.
"Maaf, kemarin kak heiro tidak memedulikan ku dan langsung berlalu pulang
bersama kak ritsu..." Kataku sedih dan tak bisa berkata lagi memandang
kejadian kemarin. Apakah aku telah dibencinya?dan ini perpisahannya? Padahal
aku baru saja suka dan ingin lebih mengenal kak heiro.
"Tenang saja! Jangan
sedih! Nih, aku sudah susun beberapa rencana untuk itu!" Kata echika
sambil mengeluarkan sebuah kertas yang berisi rencana-rencana aneh yang
disusunnya.
"Hmm... Berarti kita
memasuki rencana ke-2, yaitu memanggilnya langsung didepan kelasnya." Kata
echika sambil melihat kertas itu.
"Apa mungkin kak heiro
mau bicara kalau aku langsung ke kelasnya?" Tanya ku ragu.
"Wah! Kamu meragukan
rencana superku ya! Dijamin deh! 10 rencana ini pasti bisa! Hohohoho...."
Kata echika dengan bangganya akan rencana anehnya.
"Baiklah aku akan
mencobanya. Nanti waktu istirahat aku akan kesana bersamamu." Kataku
dengan pelan.
"Okeh deh!tenang saja
pasti ku bantu kok"
Kata echika memastikanku.
Sehabis pelajaran killer
yaitu matematika, bunyi lonceng pun berdentang tanda 'istirahat', aku dan
echika berjalan menuju kelas kak heiro.
"Apa ada kak heiro ya
kak?" Kataku kepada salah satu murid dikelas itu.
"Hm.. Ada, tunggu ya ..
Aku akan memanggilnya" seorang laki-laki yang tak kukenal itu memanggil
kak heiro, dan kak heiro menuju ke luar kelas. 'Wah, mungkin kali ini bakalan
berhasil' kataku dalam hati. "Ada apa ran-chan?" Kata kak heiro dengan
datar. "A-anu.. Bisa kita bicara sebentar saja mengenai kemarin?" Aku
memberanikan diri untuk bicara kepadanya tapi... "Maaf ya.. Aku ada urusan
lain, aku tak punya waktu dengan hal yang begituan. Kamu kan sudah ada tetsu..
Jangan mendekatiku. Ntar cowok mu marah..." Kata kak heiro dengan datar
sambil berlalu pergi keluar kelas.
aku langsung terdiam
memandang sosok kak heiro yang berlalu pergi. "Te-te-tenang saja ya....
Ma-masih ada rencana ke3 kok.. He..he..he..." Kata echika sambil menarikku
kekelas dengan tangannya yang gemetaran.
"Maaf echika, sepertinya
memang tak ada lagi yang harus kuucapkan kepadanya.." Kataku pelan dan
memasang raut muka yang hampir menanggis, ini sudah diluar dugaanku. Aku tak
menyangka kak heiro bisa berbicara begitu kepadaku.
"Su-sudah lah ran-chan!
Jangan pedulikan omongannya ya...." Kata echika yang menyemangati ku
dengan senyuman kesedihannya.
"Kenapa... Kenapa kamu
selalu saja mau membantuku? Padahal kamu sampai ketakutan melihat kejadian
ini..." Kataku sambil memandang echika.
"Aku membantu mu bukan
karna masalah mu,bukan karna kebaikan ku! Tapi aku membantu mu sebagai teman,
walau kamu mengangapku sebagai teman biasa, walau kamu mengangapku bukan
sahabat.... Aku rela... Aku rela menemani mu, aku rela menghabiskan waktuku
bersamamu asalkan kamu senang... Aku..." Kata-kata echika terhenti sambil
meneteskan air matanya.
Dengan mataku yang
berkaca-kaca aku memeluk echika dengan erat.
"Maafkan aku yang tidak
mengerti perasaan mu ini echika.. Aku memang sangat egois yang hanya memikirkan
masalahku sendiri" aku pun juga
ikut menanggis bersama echika.
"Echika.... Aku selalu
menganggap mu sahabat sejati ku kok... Aku selalu sayang padamu... Maafkan atas
keegoisan ku ini ya..." Kataku dengan lembut kepada echika.
"Nah! Sudah deh
sedih-sedihnya! Kembali ke pokok masalah! Kita akan jalankan rencana 3, disini
aku sebagai adik yang akan menanyakannya langsung!" Kata echika yang
langsung semangat sambil mengepalkan tangannya.
"Kamu memang aneh
echika....." Kataku dengan kebinggungan, baru saja galau.
"Bagaimana? Sewaktu
pulang akan ku tanyakan habis- habisan kepada kakak ku yang super sombong itu!
Hohohoho" kata echika berapi- api penuh semangat. Aku hanya menggelengkan
kepala dan berkata dalam hati 'kenapa ceritanya jadi begini?'
Bersambung..
Jangan lewatkan ya di cerita
ran-chan yang ke-7!♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar