pagi hari yang cerah,
matahari bersinar dengan malu- malu.
"Hoooaaaammm...ngantuk
banget gara- gara mikirin soal kemarin..." Aku mengusapkan mataku sambil
berjalan menuju sekolah.
waktu aku sampai didepan
gerbang, aku melihat kak ritsu sedang berdiri didepan gerbang.
"Ohayou ran-chan *pagi*
masuk bareng yuk!" Sapa kak ritsu dengan senyumnya yang manis, 'kak ritsu
memang sangat baik' kataku dalam hati.
"Pagi juga kak,
iya.." Aku berjalan disampingnya sambil bercerita dengannya.
"Ran-chan, kapan kamu
kenalan dengan heiro-kun?" Tanya kak ritsu kepadaku.
"Em... Waktu MOS kak
heiro menyelamatkanku dari anak- anak yang usil, sejak itu aku berteman dengan
kak heiro.."
Kataku sambil menjelaskan
kejadian waktu MOS itu.
"Hmm.. Berteman ya?oh
ya.. Mana echika? Belum datang ya?" Tanya kak ritsu lagi.
"Hehehe... Echika itu
lama datangnya kak, mungkin waktu lonceng dia baru datang." Kataku sambil
tertawa..
"Hahahaha.. Kamu rupanya
lucu juga ya...
Aku ada bawa kue, mau cicip 1
nggak?" Dengan senyum kak ritsu, ia mengeluarkan kotak bekalnya yang
berwarna pink polos itu dan menyodorkannya kepadaku.
"Wah.. Makasih ya kak
ritsu.. Kuenya enak! Kakak bawa banyak ya....?" Kataku sambil memakan kue
kak ritsu.
"Iya... Yang 2 ini untuk
heiro-kun hehehe..."
Kata kak ritsu sambil
tersenyum memandang kue- kue itu.
kak ritsu sepertinya suka
sekali dengan kak heiro..... Pikirku sambil berjalan bersama kak ritsu.
"Kak aku kekelas dulu
ya..." Pamitku kepada kak ritsu.
"Iya... Hati-hati ya
ran-chan.." Kata kak ritsu sambil tersenyum.
Saat aku menuju kekelas aku
melihat echika sedang membersihkan papan tulis.
"Wah! Hari ini echika
datangnya cepat! Tumben deh..." Kataku mengejek echika sambil tersenyum
kepadanya.
"Hehehe... Iya dong..
Hari ini kan aku piket, jadi harus datang pagi. Kalau nggak bisa kena marah
sama sensei *guru*" katanya sambil tertawa lalu melanjutkan menghapus
lagi.
Aku duduk dibangkuku yang
selalu bersebelahan dengan echika saat memulai pelajaran kaisi-sensei *bu
kaisi*
Memperkenalkan murid baru
yang kemarin belum sempat masuk kesekolah.
"Anak- anak ibu akan
memperkenalkan murid baru yang kemarin belum sempat datang..." Kata
kaisi-sensei sambil mempersilahkan anak murid baru itu masuk, saat murid baru
itu masuk aku terkejut melihatnya!
Murid baru itu adalah tetsu tsukaima,
dia laki-laki yang menjahili ku saat pertama MOS.
"Namaku tetsu tsukaima,
kemarin aku tak dapat hadir karena sakit.. Salam kenal kepada kalian
semua." Kata tetsu memperkenalkan diri.
Saat tetsu duduk tepatnya
dibelakangku, dia berteriak. "AH!! RAN! Lama nggak bertemu!" aku
terkejut mendengarnya dan
Semua teman- teman melihatku.
"A-ada apa tetsu?"
Tanyaku dengan ragu- ragu.
"Hehehe... Nanti deh
kuceritakan!" Kata tetsu dengan senang.
Sehabis pelajaran, aku pergi
ke toilet.
Tiba- tiba aku melihat ada
kak ritsu bersama 3 fans alay keles itu.
'Wah! Jangan- jangan kak
ritsu ditindas juga sama 3 fans itu!' Teriak ku dalam hati dengan sangat
khawatir. Aku mendekati mereka dengan diam-diam sambil mendengar pembicaraan
mereka.
"kamu tetap mengawasi cewek
itu kan?!?!" Kata kak ritsu.
"Iya! So pasti bos! Kami
sudah menindas nya dengan mengurung ran digudang belakang." Kata kak
keishia.
"Tapi kelihatannya
ran-chan masih belum kapok tuh!kalau begitu, cepat buat rencana baru untuk
menjahui ran-chan dari heiro-kun!harus sampai berhasil!" Kata kak ritsu
dengan nada tinggi.
"Baik bos! Itu bisa
diatur" kata 3 fans itu memastikan kak ritsu.
Aku terkejut! Sangat
terkejut!
Rupanya sahabat kak heiro itu
ketua yang sebenarnya dari 3 fans itu! Dasar muka 2! Padahal kukira kak ritsu
baik!rupanya dia yang menyuruh mereka untuk menjauhiku.
bila aku menceritakan ini ke
kak heiro, pasti kak heiro tidak percaya kepada ku, kak ritsu kan sahabatnya
sejak SMP.
Setelah mendengarkan
pembicaraan tersebut, aku pergi menuju kelas dengan diam- diam dan memastikan
aku tidak ketahuan oleh mereka.
Sesampai istirahat kedua, aku
berjalan menuju halaman belakang sekolah untuk menemui tetsu yang ingin
mengajakku bercerita.
"Sorry mennunggu
lama" kataku sambil duduk dirumput-rumput halaman.
"Enggak kok.... Eh! Eh!
Aku mau cerita deh!"
Kata tetsu dengan semangat.
"ada apa tetsu? Dari tadi kamu sepertinya semangat sekali?" Kataku
kebinggungan.
"Iya! Ini semua berkat
mu ran-chan! Ingat tidak waktu aku sedang mencari kalung yang penting pemberian
ayahku, kau yang membantuku mencarinya. Dan sekarang aku menemukan ayahku yang
hilang 10 tahun yang lalu, ia percaya bahwa aku anaknya setelah melihat kalung
ini" kata tetsu dengan senyuman manis sambil menggengam tanganku.
"Terima kasih banyak ya ran-chan, dan maaf selama ini aku
mengusilinmu..." Wajah tetsu yang sangat manis, rambut nya yang ditiup-
tiup angin memandangku dengan lembut.
Tiba-tiba kak heiro datang.
Ia melihat ku sedang
berpegangan tangan dengan tetsu. Aku kaget dan langsung melepaskan ngengaman
tangan tetsu.
"Rupanya kalian.....
Maaf menggangu kalian ya....." Kata kak heiro terbata- bata melihatku
bersama tetsu. Raut wajahnya tiba- tiba menjadi sedih.
"A-anu! Ini .. Ini salah
paham kak.. Aku...emm..." Aku kehilangan kata-kata untuk menjelaskannya
kepada kak heiro.
"Nggak usah dijelasin
kok ran-chan, maaf ya menggangu kalian.." Kak heiro langsung pergi berlalu
meninggalkan kami.
Gimana ini! Kak heiro salah
paham dengan kami! Aku sangat binggung!
"Itu bukannya ketua osis
ya?" Tanya tetsu dengan heran.
"I-iya nama nya heiro
shiraki kelas 2-A."
Kataku dengan pelan.
Bagaimana aku menjelaskan
kepada kak heiro.. Bagaimana? Padahal aku sebenarnya suka dengan kak heiro...
*teng*teng*teng*
"Wah, udah lonceng yuk
ran-chan! Kita masuk ke kelas!" Kata tetsu menarik tanganku menuju ke
kelas.
Ya.. Tetsu teman lama ku
waktu SD, aku memang pernah membantunya mencari kalung ayahnya itu. Tapi tak
kusangka akan menjadi begini.
"Ran-chan!ran-chan!"
Teriak echika memanggil ku sewaktu aku memasuki kelas.
"Ada apa echika?"
Kataku lesu tak bisa berpikir lagi.
"Ada apa dengan kamu
sama kakak?tadi sewaktu kakak melewati kelas kita , aku melihat raut wajah
kakak sangat sedih..."
Kata echika dengan sedih.
Aku memang sangat bersalah
dengan kak heiro.
Aku menceritakan semua
kejadian tadi kepada echika.
"APA!!!!! Kamu disangka
berpacaran dengan tetsu!" Teriak echika sekaligus dengan raut wajah yang
kaget.
Bersambung....
Penasaran ya? Nantikan cerita
ran-chan yang ke-6 ya♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar