Seseorang laki- laki itu
langsung memelukku "syukurlah kamu nggak apa- apa ran-chan, aku khawatir
sekali...." Kata seorang lelaki itu.
"Si....siapa....?"Aku
bertanya takut- takut karena gudang ini sudah gelap dan tidak kelihatan lagi.
"Ini aku ran-chan, kak
heiro..." kata kak heiro dengan lembut sambil membuka ikatan ditangan ku.
"Ka....ka...kak heiro!
Ke-kenapa bisa tahu.. Kalau aku disini?" Tanya ku kebinggungan.
"Aku mencarimu dari
tadi, tapi tidak ketemu, sewaktu aku melihat 3 fans alay itu keluar dari dekat
gudang ini aku langsung menanyakan dimana kamu. Tapi mereka hanya diam saja
tidak mau bicara. Akhirnya aku mencari mu digudang ini...." Kata kak heiro
dengan sangat khawatir kepadaku. "Teri...teri..terima kasih kak... Maaf
aku merepotkan mu..." Kata ku yang hampir menanggis lagi..
Tiba- tiba kak heiro
menggusapkan air mata ku dengan lembut menggunakan tangannya
"Sudah lah ran-chan...
Tenangkan dirimu dahulu ya...yuk kita pergi dari sini..." Ia menggengam
tanganku dengan erat dan menuntun ku hingga keluar dari sekolah. Apakah benar
kak heiro membenciku? Tapi mengapa kakak melakukan semua ini demi aku...? Aku
terus berpikir sambil berjalan keluar sekolah.
"Nah, ran-chan aku antar
kamu pulang ya.. Kan bahaya kalau kamu pulang sendirian.." Kata kak heiro
dengan senyumnya yang sangat kusukai...
"Anu...anu... Kak
heiro... Apakah...kak heiro benci pa-pada ku?" Aku memberanikan diri untuk
menanyakan hal itu,kak heiro sangat kaget ketika aku menanyakan soal itu.
"Loh? Kenapa kamu
menanyakan itu? Sudah pasti kan... Aku tidak benci sama ran-chan...
Tapi....." Kak heiro memberhentikan pembicaraannya dengan muka yang merah
padam. "Tapi. Apa kak?" Lanjutku penasaran dengan jawaban kak heiro..
"E-enggak ada deh! Yang
jelas aku tidak benci kamu kok ran-chan!inget yah!" Kata kak heiro sambil
berjalan lagi menarikku dengan lembut hingga didepan rumahku.
Sesampai didepan rumahku, aku
menggucapkan terima kasih kepada kak heiro, dan kak heiro hanya membalas dengan
senyumannya itu dan langsung berlalu pulang kerumahnya.
"RAN-CHAN!!!"
Teriak mamaku pada saat aku memasuki ruang tamu.
"Maaf ma.... Tadi aku
dikurung digudang..dan aku diselamatkan oleh kakak ketua osis...."
Lanjutku sambil menundukkan kepala.
"iya.... Mama tahu, kamu
pasti ketakutan ya... Kakak ketua osis itu,tadi ia datang kesini menanyakan mu,
'apakah ran-chan sudah pulang' katanya, saat mama bilang belum pulang ia
langsung berlari kearah sekolah, keren banget deh orangnya" mama langsung
terpesona dan membayangkan kak heiro
terus. Aku malah tertawa melihat tingkah mama yang aneh itu.
"Hahahaha.. Iya ma, kak
heiro itu sangat populer disekolahnya.. Hahaha.."
Kata ku dengan banga.
"Apa kamu suka sama kak
heiro itu, ran-chan?" Tanya mama dengan senyum sinisnya itu. "Enggak
... Enggak tau ah!" Jawabku dengan gugup.
"Tuh kan muka mu merah
ran-chan.. Hehehe.. Pasti suka tuh dengan kak heiro"
Kata mama dengan usil sambil
mencubit pipiku
"Apaan sih ma.. Aku mau
makan dulu! Laper!" Teriak ku sambil berjalan menuju ruang makan,
Setelah makan aku langsung
tidur dikamarku, karna hari ini sangat melelahkan bagiku.
Esokkan harinya,
Hari ini aku resmi menjadi
siswa SMA dan memulai pelajaranku.
"Moga aku sekelas lagi
dengan echika"
Kataku dalam hati sambil
memohon kepada tuhan.
Saaat aku membaca penggumuman
yang ditempel pada mading sekolah...
Aku membulatkan mata, aku
ternyata sekelas lagi dengan echika!
Aku langsung berlari ke kelas
1-A itu!
Dan aku melihat echika sedang
menunggu ku.
"Ran-chan! Kita sekelas
lagi."
Teriak echika sambil
memelukku.
"Iya! Aku senang sekali,
echika"
Kata ku dengan senang sambil
membalas pelukan echika.
Aku memilih duduk
bersebelahan dengan echika.
Kuharap diSMA ini aku
mendapat pengalaman yang tak terlupakan!
saat istirahatpun tiba,
murid- murid dikelasku langsung berlari ke kantin dengan cepatnya. aku dan
echika berjalan dikoridor dekat perpustakaan.
Tiba-tiba aku melihat kak
heiro dengan seorang perempuan. Perempuan itu cantik sekali, badannya tinggi,
rambutnya panjang bergelombang, memakai pita dirambutnya, mukanya seperti artis
korea.
Aku melihat kak heiro senang
sekali berbicara dengan perempuan itu. Deg.. Deg... Deg... Rasa sakit apa
ini.... Saat aku melihat mereka berdua saling tertawa dan berbicara dengan
asiknya.
Aku seperti tidak mau melihat
kak heiro bersama perempuan lain.
Jangan-jangan itu pacar kak
heiro....
Deg.deg.deg.deg. Perasaan
sakit ini makin cepat terasa didadaku.
"Hei, ran-chan! Kenapa
bengong?cemburu ya sama perempuan itu?" Kata echika sambil senyum
kepadaku,
Berarti benar... Aku memang
suka kepada kak heiro....
"E-enggak juga
kok!" Aku memutar kepala dengan gaya yang pura-pura sombong.
"Heii kalian berdua!
Siniii!" Kata kak heiro sambil melambaikan tangannya.
Kami pun menghampiri kak
heiro.
"Hehehe.. Ngapain kalian
disini? Nggak kekantin?" Tanya kak heiro.
"Enggak kami sudah
kenyang" kata echika sambil melirik ke arah perempuan cantik itu. "Oh
ini ya? Dia sahabatku dari SMP namanya ritsu hiroshi." Kata kak heiro
sambil memperkenalkan perempuan itu,
"Aku ritsu hiroshi,
salam kenal ya ran-chan, echika-chan" dengan senyum manisnya ia menjabat
tanganku dan echika dengan lembut.
"Aku banyak mendengar
tentang kalian dari heiro-kun.." ia melanjutkannya dengan senyuman
khasnya.
Waah... Betapa serasinya kak
heiro dengan kak ritsu.. Baik, populer dikalangan mereka. Pasti mereka saling
suka, apa lagi sudah kenal sejak SMP... Deg....deg...deg.... Tapi... Aku
rasanya tidak ingin melihat mereka berdua tertawa bersama.... Kok aku sebegitu
egoisnya sih!?!
"Ki-kita permisi dulu ya
kak, nanti malah menggangu kalian berdua deh..." Kataku sambil menarik
tangan echika, perasaanku sangat sakit sekali melihat mereka berdua.
"Kamu ini ran! Kami kan
hanya sahabat sejak SMP" kata kak heiro sambil tertawa.
"Hahaha...
Iya...iya.." Kataku dan echika dengan serempak sambil berlalu menuju kelas
masing-masing.
Sesampai dikelas,
"Hehehe... Ketahuan
ya... Cemburu.." Kata echika dengan senyuman sinisnya itu.
"Aku...aku enggak tau
itu.... apakah aku cemburu dengannya...." Aku menundukkan kepalaku.
"Kamu itu cemburu
ran-chan" dengan lembut echika tersenyum kepadaku.
Aku baru tahu saat itu, aku
sangat suka kepada kak heiro....
Lanjutan, cerita
ran-chan5:masalah baru!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar