Selasa, 22 April 2014

cerita ran-chanS2.1: teman

Liburan tahun baru sudah selesai, dan sekarang memasuki semester baru.
Sewaktu menyambut tahun baru. Aku dan kak heiro pergi bersama kekuil untuk berdoa. Pengharapan kami cuma satu "buatlah kami slalu bersama selamanya."

"Pagi ran-chan!" Kata kak heiro-kun menyapaku.
"Pagi kak!" Kataku tersenyum. Aku dan kak heiro sudah 2 bulan pacaran, dan sebentar lagi memasuki 5 bulan.
'Semoga tidak ada halangan lagi' kataku dalam hati.
"Pagi-pagi aja sudah mesra ya!" Kata echika tersenyum usil.
"Hahaha... Echika, bagaimana tahun barunya?" Tanyaku kepada echika.
"Huh! Membosankan! Aku cuma berkumpul sama keluarga saja! Kalian sih enak yang pacaran!" Kata echika kesal.
"Hahahaha.... Makanya, cari cowok dong!" Kata kak heiro memukul kepala echika dengan lembut.
Kami tertawa, dan berbincang-bincang dengan senangnya.

Sewaktu aku berpacaran dengan kak heiro-kun, aku memberitahukan kepada tetsu dan aku menjelaskan semuanya.
Tanpa kusadari, tetsu-kun memandang kak heiro-kun kesal dan penuh dendam.....

Saat aku memasuki kelas, aku melihat tetsu sedang memandang ke arah jendela luar.
"Pagi tetsu, ngapain kamu melamun saja?" Tanyaku semanggat memanggil tetsu.
"Ah... Pagi ran-chan. Aku hanya mencari udara segar saja. Udara disini segar sekali loh." Kata tetsu-kun tersenyum.
"Mana?mana?" Kataku berdiri disebelahnya, mencari udara.
Seketika muka tetsu-kun memerah saat aku berada disampingnya.
"Ada apa, tetsu-kun? Mukamu merah sekali? Demam ya?" Tanyaku khawatir.
"E-enggak kok!" Kata tetsu-kun malu-malu.
'Aku tak percaya, ran-chan sudah diambil oleh kak heiro-kun....' Kata tetsu-kun dalam hati memandangi ran-chan yang sibuk mencari angin.

"Waaahh!!! Benar-benar sejuk ya!" Teriakku senang.
"Semenjak kamu pacaran dengan kak heiro, kamu jadi semanggat sekali..." Kata tetsu-kun tertawa.
"Hehehehe.... Mungkin, ya?" Kataku tertawa lepas.

Pelajaranpun dimulai, semua murid dengan tenang mendengarkan penjelasan guru.
Aku yang mengantukpun tiba-tiba tertidur lelap.
*------*
"Kak heiro...?"
"Kenapa kak heiro ada diujung sana?"
Saat aku berlari mendekati kak heiro
Kak heiro menjauhiku.
"Kenapa kak heiro menjauhiku?"
Tiba-tiba, ada tetsu-kun disebelahku sambil tersenyum memandangku.
"Tetsu-kun?"
"Aku yang akan menjadi pacar terbaikmu, ran-chan." Kata tetsu-kun tersenyum lembut.
"A-apa??" Kataku kaget.
"Ya... Aku yang menjadi pacar terbaikmu, dan aku yang selalu menemanimu, ran-chan."
*BRAK!!!*
"RAN-CHAN!!" Tiba-tiba seseorang memukul mejaku sehingga aku terbangun.
"JA-JANGAN!!!" Kataku terjerit tanpa sadar.
"Apanya yang 'jangan', hah?!?!" Tanya bu fujisu memarahiku.
"Ti-tidak, bu!" Kataku panik ketakutan.

"Lain kali jangan tidur didalam kelas! Ingat itu!" Kata bu fujisu kesal.
"Ba-baik bu...." kataku pelan.
'Mimpi apa sih itu?! Aneh sekali... Kok pacarku jadi tetsu-kun?' Kataku dalam hati sambil binggung.

*teng...*teng...*teng....*
Istirahatpun tiba, saat yang kutunggu-tunggu.
"Echika, aku pergi dulu ya." Kataku melambaikan tangan.
"Iya...." Jawab echika.

"Apaan sih... Selalu saja, ran-chan bersama kak heiro. Akukan jadi sendirian.." Kata echika sedih memandang bekalnya.
Tiba-tiba, tetsu-kun melihat ekspresi echika yang sedih itu, dan tetsu-kun hanya tersenyum.

"Echika... Makan bareng denganku yuk!" Ajak tetsu-kun menghampirinya.
"Ah... Tetsu-kun.." Kata echika senang melihat tetsu-kun mengajaknya makan bersama.

Lalu, Mereka pun makan bersama dengan senangnya.
"Kamu kenapa? Tadi kelihatannya sedih banget?" Tanya tetsu-kun.
"Aku hanya kesal. Kenapa aku tak pernah lagi makan bareng dengan ran-chan, dan juga dia selalu memikirkan kak heiro-kun. Waktu aku mengajaknya bicara, dia hanya menceritakan tentang kak heiro-kun." Kata echika kesal.
"Hmm... Sebenarnya, aku juga kesal melihat mereka berdua. Selama ran-chan berpacaran dengan kak heiro-kun, dia selalu saja mementingkan keadaan kak heiro-kun dari pada teman-temannya. Padahal, akukan teman sejak SDnya..." Kata tetsu-kun kesal.
"Bener tuh! Apa lagi, sebentar lagi mau valentine! Ran-chan, pasti sibuk tuh! Membuat coklat untuk kak heiro-kun." Kata echika kesal.
"Hahaha.. Kalau itu sih, sudah sewajarnya! Tapi, kalau kamu mau.. Aku bisa kok, menggagalkan ran-chan dihari valentinenya." Kata tetsu-kun dengan santai.
Echikapun kaget mendengar hal itu.
"I-itukan, tidak adil...." Kata echika kaget.
"Kenapa tidak adil? Lihat saja ran-chan, dia tidak memedulikanmu, kan?" Kata tetsu-kun meyakinkan.

'Benar juga yang dikatakan tetsu-kun, selama ini ran-chan tidak pernah memedulikanku. Dia hanya memikirkan kak heiro-kun...' kata echika dalam hati sambil berpikir.
'Tapi.... Aku kan temannya. Tidak mungkin aku menghancurkan hubungan mereka...' Kata echika berpikir sejenak.
"Maaf tetsu-kun, aku tak bisa melakukan itu...." Kata echika sedih memandang tetsu-kun.
"Ya.. Tidak apa-apa kok. Kalau kamu berubah pikiran, datang lah ketempatku. Akan ku lanjutkan rencanaku itu." Kata tetsu-kun pergi berlalu saat lonceng masuk berbunyi.

Tak lama, ran-chan pun  kembali kekelas.
"Echika, nanti kamu mau temani aku berbelanja, nggak? disupermarket?" Tanyaku memandang echika.
"Mau ngapain disana?" Tanya echika yang masih memikirkan soal rencana itu.
"Aku mau beli coklat batangan disana, dan aku akan membuat coklat spesial untuk kak heiro-kun. Hehehe.. Bagaimana?" Kataku dengan senang.
'Betulkah dia hanya memikirkan kak heiro-kun saja...?' Tanya echika dalam hati.
"Aku mau buat apa ya? Shortcake atau coklatcake? Yang mana menurutmu, kak heiro suka?" Tanyaku kepada echika sambil melihat- lihat buku resep membuat coklat.
'Benar... Benar sekali! Ran-chan tidak pernah memikirkanku lagi!' Kata echika dalam hati yang mulai kesal.
"Maaf ran-chan, aku ada urusan penting sepulang sekolah." Kata echika menolak ajakkan ku.
"Hm... Kalau begitu,aku pergi sendirian saja." Kataku tersenyum.
"Maaf ya..." Kata echika memandangku sedih.

Sepulang sekolah, aku langsung pergi kesupermarket dekat rumahku.
Seketika itulah, echika mencari tetsu-kun.
"Baiklah! Baiklah! Aku setuju dengan rencanamu, tetsu-kun!" kata echika yang memandang tetsu-kun.
"Wah.... Akhirnya kamu sadar juga ya!
Baiklah aku akan menjalankan rencananya."
Kata tetsu-kun tersenyum.
"Begini.... Pertama, aku akan membuat kak heiro-kun menjauhi ran-chan. Saat ran-chan, mau memberikan coklat, kita harus meminta seseorang untuk membantu kita. Saat ran-chan melihat kak heiro-kun bersama gadis lain, hatinya akan cemburu dan tidak jadi memberikan coklatnya kepada kak heiro-kun.
Bila ran-chan tetap ingin memberikan coklatnya, Disaat itulah kamu yang bertindak, dengan cara berpura-pura menabraknya dan menginjak coklatnya. Bagaimana?" Kata tetsu-kun yang sudah merencanakan semuanya.
"He-hebat.... Kamu sudah merencanakannya dari awal ya...." Kata echika kaget.
"Hahahaha... Mereka berdua itu memang target utamaku." Kata tetsu-kun bangga.


Nantikan cerita ran-chan S2.2

Thx~ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar