Liburan tahun baru sudah
selesai, dan sekarang memasuki semester baru.
Sewaktu menyambut tahun baru.
Aku dan kak heiro pergi bersama kekuil untuk berdoa. Pengharapan kami cuma satu
"buatlah kami slalu bersama selamanya."
"Pagi ran-chan!"
Kata kak heiro-kun menyapaku.
"Pagi kak!" Kataku
tersenyum. Aku dan kak heiro sudah 2 bulan pacaran, dan sebentar lagi memasuki
5 bulan.
'Semoga tidak ada halangan
lagi' kataku dalam hati.
"Pagi-pagi aja sudah
mesra ya!" Kata echika tersenyum usil.
"Hahaha... Echika,
bagaimana tahun barunya?" Tanyaku kepada echika.
"Huh! Membosankan! Aku
cuma berkumpul sama keluarga saja! Kalian sih enak yang pacaran!" Kata
echika kesal.
"Hahahaha.... Makanya,
cari cowok dong!" Kata kak heiro memukul kepala echika dengan lembut.
Kami tertawa, dan
berbincang-bincang dengan senangnya.
Sewaktu aku berpacaran dengan
kak heiro-kun, aku memberitahukan kepada tetsu dan aku menjelaskan semuanya.
Tanpa kusadari, tetsu-kun
memandang kak heiro-kun kesal dan penuh dendam.....
Saat aku memasuki kelas, aku
melihat tetsu sedang memandang ke arah jendela luar.
"Pagi tetsu, ngapain
kamu melamun saja?" Tanyaku semanggat memanggil tetsu.
"Ah... Pagi ran-chan.
Aku hanya mencari udara segar saja. Udara disini segar sekali loh." Kata
tetsu-kun tersenyum.
"Mana?mana?" Kataku
berdiri disebelahnya, mencari udara.
Seketika muka tetsu-kun
memerah saat aku berada disampingnya.
"Ada apa, tetsu-kun?
Mukamu merah sekali? Demam ya?" Tanyaku khawatir.
"E-enggak kok!"
Kata tetsu-kun malu-malu.
'Aku tak percaya, ran-chan
sudah diambil oleh kak heiro-kun....' Kata tetsu-kun dalam hati memandangi
ran-chan yang sibuk mencari angin.
"Waaahh!!! Benar-benar
sejuk ya!" Teriakku senang.
"Semenjak kamu pacaran
dengan kak heiro, kamu jadi semanggat sekali..." Kata tetsu-kun tertawa.
"Hehehehe.... Mungkin,
ya?" Kataku tertawa lepas.
Pelajaranpun dimulai, semua
murid dengan tenang mendengarkan penjelasan guru.
Aku yang mengantukpun
tiba-tiba tertidur lelap.
*------*
"Kak heiro...?"
"Kenapa kak heiro ada
diujung sana?"
Saat aku berlari mendekati
kak heiro
Kak heiro menjauhiku.
"Kenapa kak heiro
menjauhiku?"
Tiba-tiba, ada tetsu-kun
disebelahku sambil tersenyum memandangku.
"Tetsu-kun?"
"Aku yang akan menjadi
pacar terbaikmu, ran-chan." Kata tetsu-kun tersenyum lembut.
"A-apa??" Kataku
kaget.
"Ya... Aku yang menjadi
pacar terbaikmu, dan aku yang selalu menemanimu, ran-chan."
*BRAK!!!*
"RAN-CHAN!!"
Tiba-tiba seseorang memukul mejaku sehingga aku terbangun.
"JA-JANGAN!!!"
Kataku terjerit tanpa sadar.
"Apanya yang 'jangan',
hah?!?!" Tanya bu fujisu memarahiku.
"Ti-tidak, bu!"
Kataku panik ketakutan.
"Lain kali jangan tidur
didalam kelas! Ingat itu!" Kata bu fujisu kesal.
"Ba-baik bu...."
kataku pelan.
'Mimpi apa sih itu?! Aneh
sekali... Kok pacarku jadi tetsu-kun?' Kataku dalam hati sambil binggung.
*teng...*teng...*teng....*
Istirahatpun tiba, saat yang
kutunggu-tunggu.
"Echika, aku pergi dulu
ya." Kataku melambaikan tangan.
"Iya...." Jawab
echika.
"Apaan sih... Selalu
saja, ran-chan bersama kak heiro. Akukan jadi sendirian.." Kata echika
sedih memandang bekalnya.
Tiba-tiba, tetsu-kun melihat
ekspresi echika yang sedih itu, dan tetsu-kun hanya tersenyum.
"Echika... Makan bareng
denganku yuk!" Ajak tetsu-kun menghampirinya.
"Ah... Tetsu-kun.."
Kata echika senang melihat tetsu-kun mengajaknya makan bersama.
Lalu, Mereka pun makan
bersama dengan senangnya.
"Kamu kenapa? Tadi
kelihatannya sedih banget?" Tanya tetsu-kun.
"Aku hanya kesal. Kenapa
aku tak pernah lagi makan bareng dengan ran-chan, dan juga dia selalu
memikirkan kak heiro-kun. Waktu aku mengajaknya bicara, dia hanya menceritakan
tentang kak heiro-kun." Kata echika kesal.
"Hmm... Sebenarnya, aku
juga kesal melihat mereka berdua. Selama ran-chan berpacaran dengan kak
heiro-kun, dia selalu saja mementingkan keadaan kak heiro-kun dari pada
teman-temannya. Padahal, akukan teman sejak SDnya..." Kata tetsu-kun
kesal.
"Bener tuh! Apa lagi,
sebentar lagi mau valentine! Ran-chan, pasti sibuk tuh! Membuat coklat untuk
kak heiro-kun." Kata echika kesal.
"Hahaha.. Kalau itu sih,
sudah sewajarnya! Tapi, kalau kamu mau.. Aku bisa kok, menggagalkan ran-chan
dihari valentinenya." Kata tetsu-kun dengan santai.
Echikapun kaget mendengar hal
itu.
"I-itukan, tidak
adil...." Kata echika kaget.
"Kenapa tidak adil?
Lihat saja ran-chan, dia tidak memedulikanmu, kan?" Kata tetsu-kun
meyakinkan.
'Benar juga yang dikatakan
tetsu-kun, selama ini ran-chan tidak pernah memedulikanku. Dia hanya memikirkan
kak heiro-kun...' kata echika dalam hati sambil berpikir.
'Tapi.... Aku kan temannya.
Tidak mungkin aku menghancurkan hubungan mereka...' Kata echika berpikir
sejenak.
"Maaf tetsu-kun, aku tak
bisa melakukan itu...." Kata echika sedih memandang tetsu-kun.
"Ya.. Tidak apa-apa kok.
Kalau kamu berubah pikiran, datang lah ketempatku. Akan ku lanjutkan rencanaku
itu." Kata tetsu-kun pergi berlalu saat lonceng masuk berbunyi.
Tak lama, ran-chan pun kembali kekelas.
"Echika, nanti kamu mau
temani aku berbelanja, nggak? disupermarket?" Tanyaku memandang echika.
"Mau ngapain
disana?" Tanya echika yang masih memikirkan soal rencana itu.
"Aku mau beli coklat
batangan disana, dan aku akan membuat coklat spesial untuk kak heiro-kun.
Hehehe.. Bagaimana?" Kataku dengan senang.
'Betulkah dia hanya
memikirkan kak heiro-kun saja...?' Tanya echika dalam hati.
"Aku mau buat apa ya?
Shortcake atau coklatcake? Yang mana menurutmu, kak heiro suka?" Tanyaku
kepada echika sambil melihat- lihat buku resep membuat coklat.
'Benar... Benar sekali!
Ran-chan tidak pernah memikirkanku lagi!' Kata echika dalam hati yang mulai
kesal.
"Maaf ran-chan, aku ada
urusan penting sepulang sekolah." Kata echika menolak ajakkan ku.
"Hm... Kalau begitu,aku
pergi sendirian saja." Kataku tersenyum.
"Maaf ya..." Kata
echika memandangku sedih.
Sepulang sekolah, aku
langsung pergi kesupermarket dekat rumahku.
Seketika itulah, echika
mencari tetsu-kun.
"Baiklah! Baiklah! Aku
setuju dengan rencanamu, tetsu-kun!" kata echika yang memandang tetsu-kun.
"Wah.... Akhirnya kamu
sadar juga ya!
Baiklah aku akan menjalankan
rencananya."
Kata tetsu-kun tersenyum.
"Begini.... Pertama, aku
akan membuat kak heiro-kun menjauhi ran-chan. Saat ran-chan, mau memberikan
coklat, kita harus meminta seseorang untuk membantu kita. Saat ran-chan melihat
kak heiro-kun bersama gadis lain, hatinya akan cemburu dan tidak jadi
memberikan coklatnya kepada kak heiro-kun.
Bila ran-chan tetap ingin
memberikan coklatnya, Disaat itulah kamu yang bertindak, dengan cara
berpura-pura menabraknya dan menginjak coklatnya. Bagaimana?" Kata
tetsu-kun yang sudah merencanakan semuanya.
"He-hebat.... Kamu sudah
merencanakannya dari awal ya...." Kata echika kaget.
"Hahahaha... Mereka
berdua itu memang target utamaku." Kata tetsu-kun bangga.
Nantikan cerita ran-chan S2.2
♥
Thx~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar