Sewaktu pulang dari
supermarket, aku langsung belajar membuat coklat yang enak.
"Besok sudah hari
valentine, harus cepat-cepat nih!" Kataku bersemanggat.
Akupun membuat coklat dengan
perasaan senang dan sambil berharap 'semoga, yang menerima coklat ini akan
merasa senang'
Aku membuat coklat agak
banyak, karena sebagian lagi untuk echika.
"Ran-chan, kamu lagi
ngapain?" Tanya mamaku heran melihat mukaku yang penuh coklat.
"E-e... Aku sedang
membuat coklat ma... Hehehe..." Kataku tersenyum.
"Hayoo... Untuk kak
heiro-kun itu ya?" Kata mamaku usil.
"Hahaha... Nggak juga
kok! Coklat ini untuk kak heiro dan juga echika!" Kataku girang.
"Tuh kan betul! Ya sudah
deh, nanti jangan lupa makan ya. Mama mau pergi sebentar." Kata mamaku
pamit dan pergi.
Aku pun memasukkan
coklat-coklat yang kubuat kedalam kotak kecil yang lucu.
"Loh? Kok kotaknya cuma
1? Bukannya, aku membelinya 2?" Tanyaku heran sambil mencari kotak kecil
itu.
"Bagaimana ini ya? Kalau
cuma satu, berarti satunya lagi harus pakai plastik biasa..." Kataku
cemas.
"Ya sudah deh... Punya
kak heiro pakai plastik aja, pasti kak heiro-kun mau mengerti dan punya echika
pakai kotak ini, diakan sudah banyak membantuku." Kataku tersenyum
memandang coklat-coklat itu.
Esoknya dihari valentine...
"Asiiik!! Hari ini
valentine!!" Kataku girang menuju kelas.
"Pagi echika, kok tumben
kamu datangnya cepat?" Kataku menyapa echika.
"Iya.. Kak heiro takut
cewek-cewek memberikan coklatnya ramai-ramai ke kak heiro-kun, makanya aku juga
disuruh datang cepat.." Kata echika tertawa.
"Begitu ya! Aku tak
sabar nih, memberikan coklatku kepadanya" kataku berdebar-debar.
'Sebaiknya, aku memberikan
coklat itu sewaktu pulang saja deh dan juga untuk echika...' Kataku sambil
tersenyum memandang echika.
'Semoga, echika senang dengan
pemberianku..' Lanjutku dalam hati.
"Kenapa kamu
senyum-senyum sendiri?" Tanya echika heran melihatku
"Nggak, aku hanya
berpikir, kapan aku akan memberikan coklat ini kepada kak heiro-kun.."
Kataku cepat agar tidak dicurigai echika.
"Begitu ya.....?"
Kata echika hanya tersenyum
saja dan kembali ketempat duduknya.
'Memang benar... Ran-chan
tidak lagi memikirkanku, dia hanya memikirkan kak heiro-kun, lihat saja nanti!'
Kata echika kesal dalam hati.
Sewaktu istirahat, aku tidak
menemui kak heiro-kun. Karena kak heiro-kun takut diserang cewek-cewek dan aku
memakan bekal bersama echika.
"Wah! Echika, bekalmu
kelihatannya enak!" Kataku girang.
"Hehehe.. Aku yang
memasaknya sendiri loh!" Kata echika bangga.
"Hebat!hebat! Kamu bisa
membuat yang seperti ini! Aku saja tidak bisa!" Kataku senang.
"Echika! Kapan-kapan
ajari aku ya, caranya memasak!" Kataku senang memandang echika.
"Baiklah, akan kuajarkan
deh!" Kata echika tersenyum.
"Echika baiikk deh!!!
Aku sayang!!!" Kataku memeluk echika dari belakang.
"Hahahahaha...."
Echika hanya tertawa lepas.
'Apa aku benar-benar tidak
dianggap sama ran-chan? Tapi, aku sangat senang sekali bersama ran-chan...'
Kata echika berpikir dalam hati.
Tiba-tiba, tetsu-kun
memanggil echika, aku tak tahu ada apa. Tapi, sepertinya sangat penting.
"Ada apa
tetsu-kun?" Tanya echika saat diluar kelas.
"Ingat, kamu jangan
sampai terbawa suasana cuma gara-gara dia bersikap baik padamu. Dia itu hanya
mendekatimu saat heiro-kun sibuk atau ada halangan saja." Kata tetsu-kun
memastikan agar echika tak berubah pikiran.
"Ya... Aku tahu itu dan
nanti aku akan melaksanakan rencanamu. Sepertinya, ran-chan akan memberikan
coklatnya saat pulang sekolah." Kata echika merencanakan. "Bagus!
Seperti dugaanku! Rencana ini pasti akan
berhasil!" Kata tetsu-kun senang dengan rencananya.
"Kalau begitu, aku masuk
dulu. Nanti ran-chan mencurigai kita." Kata echika sambil masuk kembali
kekelas.
"eh.. Tadi ada apa
dengan tetsu-kun? Kenapa dia memanggilmu?" Tanyaku kebinggungan memandang
echika.
"Ti-tidak, tadi tetsu
hanya menyuruhku untuk membantunya membawakan buku-buku pelajaran saja."
Kata echika yang cepat mencari alasan.
"Hm.. Begitu ya? Yuk,
kita lanjutkan makan!" Kataku melanjutkan makan.
Seusai istirahat,
Pelajaranpun kembali berlanjut.
Aku membuat surat kecil untuk
echika.
Yang bertuliskan:
"Echika, nanti kamu
tunggu aku ditangga sekolah ya!" Setelah itu, aku memberikan surat itu
kepada echika.
Echika pun membacanya dan
membalas suratku:
"Mau ngapain
disana?"
Aku membalasnya lagi :
"Aku mau kasih coklat ke
kak heiro-kun, kamu ikut ya."
'Memang bener deh!... ' Kata
echika kaget.
"Baiklah aku akan
ikut" balas echika menjalankan rencananya.
Tak lama, lonceng pulang pun
berbunyi.
Aku sudah tak sabar lagi
memberikan ini kepada mereka berdua.
"Yuk! Kita pergi,
echika!" Ajakku menarik tangan echika.
"Tu-tunggu! Aku lupa
menggambil bukuku dikantor. Aku akan menyusulmu." Kata echika pergi
meninggalkanku.
Aku pun tetap berjalan kearah
tangga sekolah.
"Kamu sudah siap?!"
Tanya tetsu-kun.
"Sudah!sudah! Aku akan
menjalankan rencanamu." Kata echika .
Mereka berdua berjalan
mendekati ran-chan.
Saat echika melihat kak heiro
yang sedang berjalan kearah ran-chan.
Tiba-tiba, tetsu menyuruh
salah satu murid perempuan untuk memberikan coklat kepada kak heiro-kun.
"Hei, kamu mau
memberikan coklat itu ke kak heiro-kun, kan?" Tanya tetsu-kun kepada cewek
itu.
"I-iya.. Tapi bagaimana
ya?" Tanya cewek itu malu-malu.
"Kamu datangin saja! Dia
pasti trima kok!" Kata echika menyemangati perempuan itu.
Lalu, anak perempuan itu
memberanikan diri untuk memberikan coklat itu kepada kak heiro-kun.
"Kak .. Anu.. Aku ingin
memberikan mu coklat ini..." Kata perempuan itu menyodorkan coklatnya.
"Wah.. Makasih ya..
Tapi..." Kata kak heiro-kun mau menolak coklat perempuan itu.
"Aku sudah membuatnya
dengan susah payah kak... Aku ingin melihat kak heiro-kun senang
memakannya..." Kata perempuan itu malu-malu dan kak heiro-kun menerima
coklatnya itu.
Tak disangka, ran-chan
melihat semuanya dengan jelas dari kejauhan.
Ran-chan hanya kaget melihat
kak heiro-kun yang menerima coklat orang lain dengan wajah yang senang.
Saat perempuan itu pergi dan
melewati ran-chan....
"Maaf ya ran-chan....
Kak heiro-kun sangat senang menerima coklat dariku.. Dia bilang coklatku lah
yang terbaik, jadi sebaiknya kamu tak usah lagi memberikannya.." Kata
perempuan itu sesuai rencana tetsu-kun.
Aku hanya kaget mendengar
kata-kata perempuan itu.
Tiba-tiba..
*bruk!!!*
"Hai!!! Ran-chan!!!aku
datang!" Teriak echika mendorong ran-chan, hingga coklatnya terjatuh dan
rusak.
"Co-coklatnya...."
Kataku syok memandang coklatku.
"Ma-maaf! Aku tidak
sengaja! Tadi aku berlari karena takut kamu meninggalkanku." Kata echika
pura-pura minta maaf.
"Ba-bagaimana ini....
Coklat untuk kak heiro-kun...." Kataku terbata-bata.
Saat kak heiro-kun datang
mendekatiku, aku hanya memandang kak heiro-kun tanpa berbicara apapun.
"Ada apa, ran-chan? Mau
pulang bareng?" Tanya kak heiro-kun kepadaku.
"A-anu...
A-anu...." Kataku terbata-bata tidak dapat menjawab.
"Wah! Makasih ya,
ran-chan! Coklat ini untukku, kan?!" Tiba-tiba tetsu-kun menggambil
coklatku yang rusak itu.
"Tetsu-kun... Itu...
Itu...." Aku sangat kaget melihat kejadian ini.
'Kenapa jadi begini...'
Kataku dalam hati panik.
"Kamu memberikan coklat
kepada tetsu-kun juga ya? Kamu baik ya, ran-chan. Kalau begitu aku pulang
dulu." Kata kak heiro pergi meninggalkanku.
Aku tak berani memanggil kak
heiro-kun, dia pasti sudah marah.
Padahal aku sudah bersemangat
memberikannya coklat yang kubuat itu.
Tetapi kenapa jadi
begini.....
Nantikan dicerita ran-chan
S2.3!♥
Thx~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar