Selasa, 22 April 2014

cerita ran-chanS2.2: tak tersampaikan

Sewaktu pulang dari supermarket, aku langsung belajar membuat coklat yang enak.
"Besok sudah hari valentine, harus cepat-cepat nih!" Kataku bersemanggat.

Akupun membuat coklat dengan perasaan senang dan sambil berharap 'semoga, yang menerima coklat ini akan merasa senang'
Aku membuat coklat agak banyak, karena sebagian lagi untuk echika.

"Ran-chan, kamu lagi ngapain?" Tanya mamaku heran melihat mukaku yang penuh coklat.
"E-e... Aku sedang membuat coklat ma... Hehehe..." Kataku tersenyum.
"Hayoo... Untuk kak heiro-kun itu ya?" Kata mamaku usil.
"Hahaha... Nggak juga kok! Coklat ini untuk kak heiro dan juga echika!" Kataku girang.
"Tuh kan betul! Ya sudah deh, nanti jangan lupa makan ya. Mama mau pergi sebentar." Kata mamaku pamit dan pergi.

Aku pun memasukkan coklat-coklat yang kubuat kedalam kotak kecil yang lucu.
"Loh? Kok kotaknya cuma 1? Bukannya, aku membelinya 2?" Tanyaku heran sambil mencari kotak kecil itu.
"Bagaimana ini ya? Kalau cuma satu, berarti satunya lagi harus pakai plastik biasa..." Kataku cemas.
"Ya sudah deh... Punya kak heiro pakai plastik aja, pasti kak heiro-kun mau mengerti dan punya echika pakai kotak ini, diakan sudah banyak membantuku." Kataku tersenyum memandang coklat-coklat itu.

Esoknya dihari valentine...
"Asiiik!! Hari ini valentine!!" Kataku girang menuju kelas.
"Pagi echika, kok tumben kamu datangnya cepat?" Kataku menyapa echika.
"Iya.. Kak heiro takut cewek-cewek memberikan coklatnya ramai-ramai ke kak heiro-kun, makanya aku juga disuruh datang cepat.." Kata echika tertawa.
"Begitu ya! Aku tak sabar nih, memberikan coklatku kepadanya" kataku berdebar-debar.
'Sebaiknya, aku memberikan coklat itu sewaktu pulang saja deh dan juga untuk echika...' Kataku sambil tersenyum memandang echika.
'Semoga, echika senang dengan pemberianku..' Lanjutku dalam hati.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" Tanya echika heran melihatku
"Nggak, aku hanya berpikir, kapan aku akan memberikan coklat ini kepada kak heiro-kun.." Kataku cepat agar tidak dicurigai echika.
"Begitu ya.....?"
Kata echika hanya tersenyum saja dan kembali ketempat duduknya.

'Memang benar... Ran-chan tidak lagi memikirkanku, dia hanya memikirkan kak heiro-kun, lihat saja nanti!' Kata echika kesal dalam hati.

Sewaktu istirahat, aku tidak menemui kak heiro-kun. Karena kak heiro-kun takut diserang cewek-cewek dan aku memakan bekal bersama echika.
"Wah! Echika, bekalmu kelihatannya enak!" Kataku girang.
"Hehehe.. Aku yang memasaknya sendiri loh!" Kata echika bangga.
"Hebat!hebat! Kamu bisa membuat yang seperti ini! Aku saja tidak bisa!" Kataku senang.
"Echika! Kapan-kapan ajari aku ya, caranya memasak!" Kataku senang memandang echika.
"Baiklah, akan kuajarkan deh!" Kata echika tersenyum.
"Echika baiikk deh!!! Aku sayang!!!" Kataku memeluk echika dari belakang.
"Hahahahaha...." Echika hanya tertawa lepas.
'Apa aku benar-benar tidak dianggap sama ran-chan? Tapi, aku sangat senang sekali bersama ran-chan...' Kata echika berpikir dalam hati.

Tiba-tiba, tetsu-kun memanggil echika, aku tak tahu ada apa. Tapi, sepertinya sangat penting.
"Ada apa tetsu-kun?" Tanya echika saat diluar kelas.
"Ingat, kamu jangan sampai terbawa suasana cuma gara-gara dia bersikap baik padamu. Dia itu hanya mendekatimu saat heiro-kun sibuk atau ada halangan saja." Kata tetsu-kun memastikan agar echika tak berubah pikiran.
"Ya... Aku tahu itu dan nanti aku akan melaksanakan rencanamu. Sepertinya, ran-chan akan memberikan coklatnya saat pulang sekolah." Kata echika merencanakan. "Bagus! Seperti dugaanku!  Rencana ini pasti akan berhasil!" Kata tetsu-kun senang dengan rencananya.

"Kalau begitu, aku masuk dulu. Nanti ran-chan mencurigai kita." Kata echika sambil masuk kembali kekelas.

"eh.. Tadi ada apa dengan tetsu-kun? Kenapa dia memanggilmu?" Tanyaku kebinggungan memandang echika.
"Ti-tidak, tadi tetsu hanya menyuruhku untuk membantunya membawakan buku-buku pelajaran saja." Kata echika yang cepat mencari alasan.
"Hm.. Begitu ya? Yuk, kita lanjutkan makan!" Kataku melanjutkan makan.

Seusai istirahat,
Pelajaranpun kembali berlanjut.
Aku membuat surat kecil untuk echika.
Yang bertuliskan:
"Echika, nanti kamu tunggu aku ditangga sekolah ya!" Setelah itu, aku memberikan surat itu kepada echika.
Echika pun membacanya dan membalas suratku:
"Mau ngapain disana?"
Aku membalasnya lagi :
"Aku mau kasih coklat ke kak heiro-kun, kamu ikut ya."
'Memang bener deh!... ' Kata echika kaget.
"Baiklah aku akan ikut" balas echika menjalankan rencananya.

Tak lama, lonceng pulang pun berbunyi.
Aku sudah tak sabar lagi memberikan ini kepada mereka berdua.
"Yuk! Kita pergi, echika!" Ajakku menarik tangan echika.
"Tu-tunggu! Aku lupa menggambil bukuku dikantor. Aku akan menyusulmu." Kata echika pergi meninggalkanku.

Aku pun tetap berjalan kearah tangga sekolah.

"Kamu sudah siap?!" Tanya tetsu-kun.
"Sudah!sudah! Aku akan menjalankan rencanamu." Kata echika .
Mereka berdua berjalan mendekati ran-chan.
Saat echika melihat kak heiro yang sedang berjalan kearah ran-chan.
Tiba-tiba, tetsu menyuruh salah satu murid perempuan untuk memberikan coklat kepada kak heiro-kun.
"Hei, kamu mau memberikan coklat itu ke kak heiro-kun, kan?" Tanya tetsu-kun kepada cewek itu.
"I-iya.. Tapi bagaimana ya?" Tanya cewek itu malu-malu.
"Kamu datangin saja! Dia pasti trima kok!" Kata echika menyemangati perempuan itu.

Lalu, anak perempuan itu memberanikan diri untuk memberikan coklat itu kepada kak heiro-kun.
"Kak .. Anu.. Aku ingin memberikan mu coklat ini..." Kata perempuan itu menyodorkan coklatnya.
"Wah.. Makasih ya.. Tapi..." Kata kak heiro-kun mau menolak coklat perempuan itu.
"Aku sudah membuatnya dengan susah payah kak... Aku ingin melihat kak heiro-kun senang memakannya..." Kata perempuan itu malu-malu dan kak heiro-kun menerima coklatnya itu.

Tak disangka, ran-chan melihat semuanya dengan jelas dari kejauhan.
Ran-chan hanya kaget melihat kak heiro-kun yang menerima coklat orang lain dengan wajah yang senang.
Saat perempuan itu pergi dan melewati ran-chan....
"Maaf ya ran-chan.... Kak heiro-kun sangat senang menerima coklat dariku.. Dia bilang coklatku lah yang terbaik, jadi sebaiknya kamu tak usah lagi memberikannya.." Kata perempuan itu sesuai rencana tetsu-kun.
Aku hanya kaget mendengar kata-kata perempuan itu.
Tiba-tiba..
*bruk!!!*
"Hai!!! Ran-chan!!!aku datang!" Teriak echika mendorong ran-chan, hingga coklatnya terjatuh dan rusak.
"Co-coklatnya...." Kataku syok memandang coklatku.
"Ma-maaf! Aku tidak sengaja! Tadi aku berlari karena takut kamu meninggalkanku." Kata echika pura-pura minta maaf.
"Ba-bagaimana ini.... Coklat untuk kak heiro-kun...." Kataku terbata-bata.

Saat kak heiro-kun datang mendekatiku, aku hanya memandang kak heiro-kun tanpa berbicara apapun.
"Ada apa, ran-chan? Mau pulang bareng?" Tanya kak heiro-kun kepadaku.
"A-anu... A-anu...." Kataku terbata-bata tidak dapat menjawab.
"Wah! Makasih ya, ran-chan! Coklat ini untukku, kan?!" Tiba-tiba tetsu-kun menggambil coklatku yang rusak itu.
"Tetsu-kun... Itu... Itu...." Aku sangat kaget melihat kejadian ini.
'Kenapa jadi begini...' Kataku dalam hati panik.
"Kamu memberikan coklat kepada tetsu-kun juga ya? Kamu baik ya, ran-chan. Kalau begitu aku pulang dulu." Kata kak heiro pergi meninggalkanku.

Aku tak berani memanggil kak heiro-kun, dia pasti sudah marah.
Padahal aku sudah bersemangat memberikannya coklat yang kubuat itu.
Tetapi kenapa jadi begini.....

Nantikan dicerita ran-chan S2.3!

Thx~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar